Pdt. Lusiana Harianja Pella, M.Th.
“Melihat Wajah Yesus di Penjara”

2020 dibaca
Pdt. Lusiana Harianja Pella, M.Th.

Beritanarwastu.com Yesus Kristus tak membeda-bedakan yang Dia kasihi. Apakah kaya, miskin, atau bahkan yang terpenjara sekalipun. Namun, apakah hati kita terbuka untuk menerima uluran tangan kasihNya? Sebagai seorang hamba Tuhan, Pdt. Lusiana Harianja Pella, M.Th ingin mewartakan kasih Kristus melalui pelayanannya ke penjara-penjara bersama Yayasan Alika, yang berada di bawah naungan GPIB Jemaat Paulus DKI Jakarta. Dan pada Desember 2015 lalu mereka menyambangi Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, dan Lapas Narkotika Cipinang, Jakarta.

 Lagu pujian “Di Saat ini Kuangkat Tembang” menggema di gereja yang terletak di dalam kawasan Lapas (lembaga pemasyarakatan) Narkotika Cipinang, Jakarta Timur, pada siang itu. Ibadah itu dihadiri penghuni Lapas dan para pelayan Yayasan Alika dan GPIB Menara Iman, Jakarta Timur. Tak lama kemudian, masuklah iring-iringan hamba Tuhan yang akan melayani, yakni Ketua Sinode GPIB, Pdt. Drs. Paulus Kariso Rumambi, M.Si dan Pdt. Lusiana Harianja Pella, M.Th.

 Dalam pelayanan firman Tuhan tersebut, Pdt. Lusiana Harianja yang termasuk dalam “21 Tokoh Kristiani 2014 Pilihan NARWASTU” menyampaikan renungan dari Kitab Mazmur 79:1-9. Dikatakan, bahwa ketidaksetiaan umat mendatangkan murka, sebab sama dengan percabulan yang adalah berhala (Kolose 3:5). Jika demikian, tidak ada bedanya dengan bangsa Israel, karena murka Allah mendatangkan maut. Tapi, Dia menyerahkan diriNya  karena dosa kita umat manusia. Oleh karena itu, butuh kerendahan hati untuk menghadap Tuhan.

 Selain perjamuan kudus diadakan peneguhan sidi di acara ini, yang dipimpin oleh Ketua Sinode GPIB Pdt.  Paulus Kariso Rumambi. Dalam kesempatan itu, ada 15 orang warga binaan yang mengikuti peneguhan sidi setelah ikut pendalaman Akitab (PA) selama 6 sampai 8 bulan. Mereka berasal dari berbagai denominasi gereja, bahkan ada yang penganut ateis.

Peneguhan sidi itu merupakan angkatan IV, dan salah satu program dari Yayasan Alika yang bekerjasama dengan GPIB Jemaat Paulus DKI Jakarta. “Yayasan Alika merupakan anggota dari Majelis Jemaat GPIB, dan selalu bersinergi dengan GPIB Jemaat Paulus Jakarta dalam tugas-tugas pelayanan ke penjara-penjara Cipinang, Salemba, Sukamiskin, KPK dan lain sebagainya,” jelas Pdt. Drs. Paulus Kariso Rumambi, M.Si ketika diwawancarai Majalah NARWASTU.

Bagi Pdt. Lusiana Hariaja Pella, menginjak tahun kelima dalam melayani para warga binaan di berbagai lapas, tentu banyak pengalamannya. “Sarat akan suka duka, tapi saya tidak pernah muluk-muluk dalam melayani mereka. Kita seperti melihat Yesus di mana identik dengan orang-orang yang terlantar, terbuang dan lain sebagainya, akan tetapi Yesus mengasihi mereka (Matius 25:36),” ujar ibu dua putra ini semangat.

 Dalam ibadah tersebut, Yayasan Alika juga melibatkan GPIB Iman Anugerah untuk menampilkan persembahan puji-pujian. Dan sebelum menggelar ibadah di Lapas Narkotika Cipinang, Yayasan Alika sudah  menyambangi Lapas Sukamiskin, Bandung, bersama GPIB Paulus Jakarta, GPIB Sejahtera dan GPIB Kharis. Dan jumlah rombongan sebanyak 150 orang. Khotbah yang disampaikan oleh Pdt. Lusiana Harianja Pella saat itu mengingatkan bahwa dosa identik dengan dusta (selingkuh secara iman). Dan, katanya, itu bisa mendatangkan murka dan cemburu Tuhan.

Pdt. Lusiana pun mengangkat jempol terhadap warga binaan di Sukamiskin yang rata-rata tokoh terkemuka negeri ini. Dan, mereka mengalami pertumbuhan iman yang luar biasa. “Marilah kita melakukan firman Tuhan dan pelayanan dalam penjara yang terpinggirkan. Tak usah takut, karena Roh Kudus melidungi kita, dan saat melayani di sana kita sedang melihat wajah Yesus,” katanya mengimbau umat Kristen dan pembaca Majalah NARWASTU yang kita cintai ini. BTY

Berita Terkait