Tokoh-tokoh Gereja di FUKRI Berdoa untuk Bangsa, Negara dan Kedamaian Dunia

288 dibaca
Tokoh-tokoh gereja yang tergabung di FUKRI tekun mendoakan Indonesia.

Beritanarwastu.com. Pekan Doa Se-dunia telah digalakkan di seluruh dunia, dan dilaksanakan setiap tanggal 18-25 Januari. Kegiatan rutin tahunan tersebut telah diadakan sejak abad 18 oleh berbagai denominasi Kristen, seperti Pentakosta, Katolik Roma dan Anglikan, tidak terkecuali di Indonesia. Pekan doa ini mendapat dukungan dari Lembaga Aras Nasional yang tergabung dalam Forum Umat Kristiani Indonesia (FUKRI). Untuk Pekan Doa 2019 ini mengusung tema "Kejarlah Keadilan" (Ulangan 16:20). "Tema ini dipilih oleh Tim Indonesia bertolak dari kenyataan di Indonesia maupun dunia, karena ketidakadilan merupakan salah satu isu pokok yang ditanggulangi bersama demi kesejahteraan masyarakat dunia dan Indonesia khususnya, serta kelestarian alam semesta di tengah-tengah krisis ekologis global sekaran ini," terang Ketua Umum PGI, Pdt. Dr. Henriette Tabita Lebang, M.Th dalam jumpa pers yang diadakan di Gereja Bala Keselamatan, Jakarta Pusat, pada Jumat, 19 Januari 2019 lalu.

Pekan doa yang dititikberatkan untuk perdamaian dunia ini pun mendoakan untuk pesta demokrasi, Pileg dan Pilpres 2019 nanti serta kesatuan hati untuk seluruh aras gereja yang tidak henti-hentinya didengungkan. Hal senada diungkapkan oleh Pdt. Charles Jonan (Jaringan Doa Nasional) yang berpendapat tentang pentingnya kesatuan hati tubuh Kristus dan menjaga NKRI.

Tentang ketidakadilan dalam hal kebebasan ibadah, dan masih kerap terjadi di negeri ini mendapat sorotan dari Romo Agus (Konferensi Waligereja Indonesia/KWI) yang mengatakan, pengalaman ketidakadilan dalam kehidupan beragama, seperti tidak ada habis-habisnya. “Dan ini jadi fokus perhatian kita bersama agar keadilan itu menjadi nyata,” ujarnya.

Pdt. J. Santosa (Persekutuan Baptis Indonesia) juga menuturkan, ada kuasa atau kekuatan dalam doa. Dan hal itu, imbuhnya, tidak bisa dilepaskan dari umat Kristiani, sehingga ia menilai kegiatan tersebut sangat positif. Ada delapan pokok doa yang akan dipanjatkan setiap harinya, termasuk menangkal hoax, krisis ekologis, doa bagi Indonesia dan lain-lain. "Sebagai pemilik negara ini kita bertanggung jawab untuk ikut berdoa bersama-sama, karena itu lebih baik ketimbang dilakukan sendiri-sendiri. Dan, FUKRI bukan hanya forum gereja, melainkan mengundang kuasa Allah dan bisa dimenangkan melalui doa. Untuk Pileg dan Pilpres 2019 semoga menemukan pimpinan yang mengayomi. Dan kita mohon hal itu dalam doa," kata Pdt. Daniel Bambang Dwi Byantoro (Gereja Ortodoks Indonesia).

Ketua Umum PGLII, Pdt. DR. Ronny Mandang pun mengamini semua pendapat dari rekan-rekannya hamba Tuhan itu. Dia juga mengimbau agar mewaspadai dan berdoa mengenai NKRI bersyariat. "Mewaspadai itu, dan mari kita doakan. Karena hal itu tidak sesuai dengan Pasal 37 UUD 1945 agar kita semua minta kemurahan Tuhan untuk Indonesia," tegas Pdt. Ronny Mandang, yang termasuk dalam “21 Tokoh Kristiani 2015 Pilihan Majalah NARWASTU.”

Sementara itu, Pdt. Abesano (Bala Keselamatan) menuturkan kesatuan NKRI sebagai harga mati dan mengejar keadilan harus damai. "Kami percaya dengan berdoa bersama, maka akan kuat dan diberi hikmat untuk membedakan mana yang benar atau mana tidak benar," ucapnya. Diharapkannya agar semua warga gereja apapun latar belakang denominasinya untuk ikut berpartisipasi dalam pekan doa tahunan itu. Harapan dari Pdt. DR. (HC) Mulyadi Sulaeman (PGPI) juga agar melalui kegiatan itu dapat ditingkatkan kesatuan doa. Sehingga, katanya, terjadi kegerakan yang menuju satu tubuh Kristus dan keadilan terjadi di bangsa ini dan menjadi terang dunia.

Tokoh lintas gereja yang juga Ketua Majelis Pertimbangan PGLII, Pdt. DR. Nus Reimas, hadir pula dalam acara itu. Dalam berbagai pertemuan, termasuk ke media (pers), Pdt. Nus Reimas kerap menegaskan, kalau kita selalu berharap dan berseru kepada Tuhan dengan setia, tekun dan taat, maka tak ada yang sia-sia. “Tuhan yang ada di surga pasti mendengar doa-doa kita. Jangan lelah berdoa. Doa orang benar besar kuasanya. Ketika kita berharap dan berdoa, maka Tuhan akan campur tangan,” ujar mantan Ketua Umum PGLII dua periode, Ketua Dewan Pembina LPMI dan Pembina Majalah NARWASTU ini. BTY

Berita Terkait