Ada Kuasa Kehidupan di Dalam Firman Tuhan

• Oleh : Pdt. Dr. Ir. Tjepy Jones B. 36 dibaca
• Penulis adalah Gembala Sidang GKBI Kasih Karunia, Jakarta.

          Beritanarwastu.com. Mari kita melihat ayat di atas sebagai perkataan Roh Allah yang memberi pewahyuan segar kepada roh kita, dan bukan sebagai ancaman dari Allah yang adalah kasih dan sekaligus Bapa kita. Ibrani pasal 10 ini sedang berbicara tentang hubungan yang erat antara Roh Kasih Karunia dengan darah perjanjian, yaitu darah Yesus yang lebih berkenan kepada Allah daripada darah binatang sekalipun dipersembahkan, menurut hukum taurat (Ibrani 10:8). Roh Kasih Karunia dalam ayat ini adalah Roh Kudus sendiri, yaitu Roh Allah Yang melayang-layang di atas permukaan air di dalam Kitab Kejadian 1:2.

          Kemudian Roh Allah inilah yang menciptakan langit dan bumi hanya dengan perkataan: Jadilah terang! Jadilah cakrawala! Jadilah laut dan daratan! Jadilah berbagai jenis tumbuh-tumbuhan! Jadilah berbagai jenis binatang! Dan lain sebagainya. Setiap kali Roh Allah berfirman, maka terjadilah kehidupan yang dimulai dari “Terang” (Kejadian 1:1), yang adalah kehidupan manusia seperti tertulis dalam Kitab Yohanes 1:4, ”Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.” Jadi setiap kali Roh Allah berfirman, maka terciptalah kehidupan itu.

         Ketika manusia Adam diciptakan dengan Firman Allah (Kej. 1:27), kemudian Allah memberkati manusia (Kej. 1:28 dan Kej. 2:7), maka mengalirlah darah yang membuat manusia menjadi mahkluk hidup. Darah ini berasal langsung dari perkataan Allah, karena Adam tidak memiliki orang tua jasmani. Pada waktu itu manusia Adam memiliki kehidupan Allah dan dapat bergaul dengan Allah setiap hari sampai pada hari kejatuhan mereka setelah melanggar perintah Allah ditaman Eden. Tetapi Allah sudah menyediakan rencana keselamatan melalui karya penebusan yang dilakukan FirmanNya yang menjadi manusia yang datang ke dunia.

           Maka datanglah Adam yang kedua sekaligus Adam yang terakhir, yaitu manusia Yesus Kristus. Sama halnya dengan Adam yang pertama, maka Adam yang kedua lahir dari Roh Kudus. Ketika itu Allah berfirman melalui MalaikatNya kepada Maria, “Jawab malaikat itu kepadanya: ‘Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kau lahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah’“ (Lukas 1:35). Dalam terjemahan King James ditulis sebagai berikut, “Yang Kudus (The Holy Thing) yang akan kau lahirkan itu akan disebut Anak Allah.”

            Artinya, pekerjaan Roh Allah atau Roh Kasih Karunia yang telah menjadikan Yang Kudus yang adalah Kasih, Kuasa, Belas Kasihan, El Shadai, dan semua nama yang melekat pada Allah itu menjadi manusia Yesus di mana darah yang dari Allah sekali lagi mengalir dalam tubuh Yesus. Ilmu pengetahuan juga membuktikan bahwa darah seorang bayi berasal dari benih bapanya bukan dari ibunya.

          Jadi kita melihat suatu prinsip yang sudah ada sejak awal penciptaan, yaitu setiap kali Firman dinyatakan, maka kehidupan keluar mengalir dan darah yang adalah pembawa kehidupan itu juga mengalir. Sampai hari ini dan bahkan selama-lamanya Firman Allah yang kita ucapkan dengan percaya atas ilham Roh Kudus akan selalu menghasilkan kehidupan Allah yang senantiasa membebaskan kita dari segala tekanan, menyembuhkan kita dari setiap sakit penyakit, memberi kita jalan keluar atas setiap persoalan, dan di atas semuanya itu membuat kita memerintah dalam hidup ini bersama dengan Firman Hidup.

                Inilah yang disebut sebagai hidup dalam Kasih Karunia Allah yang melimpah, yaitu melimpah akan kehidupan Yesus didalam kuasa darahNya yang sekaligus merupakan air terjun pengampunan bagi kita yang percaya. Amin.

 

Berita Terkait