Ahok-Djarot Punya Peluang Besar Menang di Putaran ke-2 Pilkada DKI Jakarta

736 dibaca
Said Damanik, S.H., M.H.

                BERITANARWASTU.COM. Kita patut bersyukur kepada Tuhan, karena Pilkada Serentak 2017, terutama di DKI Jakarta berjalan aman, lancar dan damai, meskipun masih ada saja kecurangan. Namun masyarakat kita sudah semakin cerdas dan mampu mengikuti politik yang demokratis. Seperti di Pilkada DKI Jakarta, yang awalnya diprediksi sekelompok orang, kalau Ahok (Ir. Basuki Tjahaya Purnama, M.M.)-Djarot yang menang, maka akan ada persoalan, itu ternyata tak terbukti. Buktinya mereka menang di putaran pertama, dan aman-aman saja.

                Hal itu disampaikan pemerhati sosial, politik dan kemasyarakatan yang juga advokat/pengacara senior, Said Damanik, S.H., M.H. yang juga mantan Plt. Sekjen DPN PERADI. Said Damanik menuturkan, kita berdoa dan berharap agar pertarungan di putaran ke-2 Pilkada DKI Jakarta bisa berlangsung sehat dan memperhatikan etika berpolitik. “Jangan dimainkan isu agama, dan jangan selalu dikaitkan kasus hukum Ahok di Pilkada DKI Jakarta. Buktinya meskipun Ahok terus diserang dengan isu SARA (suku, agama, ras dan antargolongan) tetap pula Ahok menang dari tiga pasangan calon yang tampil, meskipun harus masuk putaran ke-2,” ujar Wakil Ketua Komisi Gereja, Masyarakat dan Agama-agama (Germasa) GPIB Jemaat Gloria, Kota Bekasi ini.

                Menurut Said yang juga Penasihat PERWAMKI (Perhimpunan Wartawan Media Kristiani Indonesia), figur Ahok-Djarot masih dibutuhkan masyarakat DKI Jakarta, karena hasil kerjanya selama ini cukup teruji dan terbukti. Banjir dan kemacetan sangat berkurang secara signifikan. Dan Ahok berani melawan sistem yang kurang baik, dan ia berani melawan pejabat yang terindikasi korup. Said berharap agar masyarakat DKI Jakarta cerdas dalam memilih calon yang bertarung di putaran ke-2. Dan siapapun yang menang mesti kita terima, dan jangan main isu agama dan kasus hukum.

                “Saya terus cermati kasus hukum Ahok itu, karena pengacara yang membela Ahok itu teman-teman juga, seperti Humprey Jemaat. Para pelapor terkesan sangat lemah secara hukum, dan ada banyak kejanggalan. Sehingga hakim di pengadilan mestinya sudah bisa menyikapinya. Dan kita berharap agar kompetisi di Pilkada DKI Jakarta putaran ke-2 berjalan sehat dan demokratis, dan tak usah dibawa-bawa isu agama. Kita ingin agar DKI Jakarta ini lebih baik, warga semakin sejahtera dan tidak dipersulit kalau mengurus keperluannya di kelurahan dan di Pemprov DKI Jakarta. Jujur saja peluang Ahok-Djarot menang sangat besar,” ujar pakar hukum dan mantan Caleg DPR-RI yang sering diminta bicara masalah hukum, sosial dan kemasyarakatan di berbagai seminar dan narasumber di berbagai media itu.

                Said Damanik meminta agar warga Indonesia, khususnya warga DKI Jakarta tekun berdoa agar Pilkada DKI Jakarta 2017 ini berjalan aman, damai dan lancar. “Ada banyak pengamat dan orang  menyebut Pilkada DKI Jakarta ini mirip Pilpres. Karena memang di belakang Ahok-Djarot ada Megawati Soekarnoputri (Ketua Umum PDI Perjuangan), dan di belakang Anies Baswedan-Sandiaga Uno ada Prabowo Soebianto (Ketua Umum Partai Gerindra). Kita berdoa agar tokoh-tokoh nasionalis itu bisa memberi pencerdasan politik untuk kebaikan Indonesia,” pungkas Said Damanik yang dikenal pengacara senior yang berani, cerdas dan disegani. KT

Berita Terkait