Aktivis GMKI, PMKRI dan Presidium GMNI Temui Ketua Umum PBNU

455 dibaca
Pengurus Pusat GMKI, PP PMKRI, dan Presidium GMNI diterima oleh Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siradj di ruang kerjanya Lantai 3 Gedung PBNU, Jakarta Pusat.

BERITANARWASTU.COM. Pengurus Pusat GMKI, PP PMKRI, dan Presidium GMNI diterima oleh Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siradj di ruang kerjanya Lantai 3 Gedung PBNU, Jakarta Pusat, baru-baru ini. KH Said Aqil Siradj menyampaikan bahwa NU telah bekerja keras untuk menjaga Indonesia dengan konsensus-konsensus para pendirinya. “Islam di Indonesia adalah Islam berbudaya. Islam yang dibangun di atas fundamen kebudayaan nusantara,” ujarnya pada Selasa, 21 Maret 2017.

“Saya melarang kader NU untuk ikut demo beberapa waktu lalu (212) agar komitmen kebangsaan tetap terjaga,” lanjutnya. Menurut dia, apa yang sudah dimulai harus dilanjutkan oleh pemuda mahasiswa, kelompok menengah terdidik (happy selected few). Orang-orang Timur Tengah sekarang datang ke Indonesia untuk belajar bagaimana Indonesia merawat keragaman dalam suasana rukun dan damai.

Sekretaris Umum PP GMKI (Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia), Alan Christian Singkali juga menyampaikan keinginan untuk mengundang KH Said Aqil Siradj pada kegiatan Global Christian Youth Conference di Manado, pada April 2017 ini. “Kehadiran KH Said Aqil Siradj nanti di Manado akan memberi efek positif yang akan menginspirasi, tidak hanya pemuda Indonesia tapi juga dari negara lain, dari situlah Islam nusantara akan diperkenalkan ke seluruh dunia,” terangnya.

Kegiatan ini akan dihadiri puluhan delegasi SCM (Student Christian Movement) dari berbagai negara. Hal ini sejalan dengan antusiasme pemuda-pemuda global untuk belajar kerukunan di Indonesia. “GMKI terus berkomitmen untuk merawat kebangsaan bersama elemen-elemen lain yang seide dan gagasan. Selain akan berbicara di depan mahasiswa Kristen se-dunia, KH Said Aqil Siradj akan didapuk juga berbicara dalam kuliah umum di depan 1.000-an mahasiswa teologi di Universitas Kristen Indonesia Tomohon,” pungkasnya.

Di pengujung tahun lalu juga, GMKI mengajak United Churches of Canada (gereja terbesar di Kanada) untuk bertandang ke PBNU dan membicarakan tentang bagaimana Indonesia menjaga dan merawat kebhinnekaan. TN

Berita Terkait