Anggota FORKOM NARWASTU pun Berpartisipasi di Pilkada DKI Jakarta

546 dibaca
Tiga pasangan calon yang bertarung di Pilkada DKI Jakarta 2017: Agus-Sylviana (1), Ahok-Djarot (2) dan Anies-Sandiaga (3).

                BERITANARWASTU.COM. Pilkada DKI Jakarta 2017 mulai memanas. Dan tim sukses dari pasangan calon yang tampil pun mulai ikut sosialisasi ke tengah masyarakat untuk memenangkan jagoannya. Banyak pengamat memprediksi pilkada kali ini akan seru, karena tiga pasangan calon (paslon) yang tampil adalah representasi dari figur muda terbaik di negeri ini. Seperti pasangan calon nomor urut satu: Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni didukung Partai Demokrat, PAN, PPP dan PKB dengan tokoh utamanya mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

                 Paslon nomor urut dua: Ir. Basuki Tjahaya Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat disokong Partai NasDem, PDIP, Partai Golkar, Partai Hanura dan ormas Teman Ahok. Tokoh pendukung utamanya tak main-main, ada Megawati Soekarnoputri, Surya Paloh, Wiranto dan Setya Novanto. Paslon nomor urut tiga: Anies Baswedan-Sandiaga Uno didukung Partai Gerinda dan PKS, dengan tokoh utamanya Prabowo Soebinato dan petinggi PKS.

                Ketiga paslon ini tergolong figur yang cerdas, nasionalis, punya prestasi dan reputasi bagus di tengah masyarakat. Meskipun masing-masing pun punya kelemahan. Dan mereka sudah sepakat agar tidak memainkan isu SARA (suku, agama, ras dan antargolongan) selama kampanye. Nah, pendukung paslon ini pun ada dari kalangan tokoh-tokoh Kristiani Pilihan Majalah NARWASTU. Sebut saja dari PDIP, Sereida Tambunan yang juga anggota DPRD DKI Jakarta akan mendukung Ahok-Djarot. Jackson Kumaat, fungsionaris DPP Partai Demokrat mendukung Agus-Sylviana, dan Dr. Natalis Situmorang yang mantan Ketua Umum Pemuda Katolik dan mantan Wakil Sekjen Partai Hanura mendukung Anies Baswedan-Sandiaga.

                Lantaran mereka ikut di tim sukses ketiga paslon itu, di group WhatsApp (WA) FORKOM (Forum Komunikasi) Tokoh-tokoh Kristiani Pilihan NARWASTU telah dibuat kesepakatan agar sesama tim sukses tidak mendiskreditkan paslon lainnya dan mengagung-agungkan paslon yang didukung. Namun marilah berkampanye dengan cerdas dan memberikan pendidikan politik kepada masyarakat agar lahir pemimpin yang cerdas dan demokratis pula. Apalagi setelah Pilkada DKI Jakarta selesai, nantinya para tokoh ini akan kembali bersama-sama menyikapi perkembangan politik di negeri ini. Dan tidak selamanya menjadi rivalitas.

                Jackson Kumaat yang juga Ketua DPD KNPI Sulawesi Utara menuturkan, sebagai kader Partai Demokrat tentu sudah menjadi kewajibannya untuk mendukung paslon yang sudah diputuskan partainya. Karena itu namanya loyal dan taat kepada aturan partai. “Dan kalau saya mendukung pasangan Agus-Sylviana, itu adalah hak berpolitik saya. Dan tak usah kita saling menjatuhkan, karena kita sesama saudara dan sebangsa. Toh, kalau Pilkada DKI Jakarta telah selesai, kita akan bersama-sama lagi,” ujar Jackson Kumaat yang mantan aktivis mahasiswa 1998.

                Natalis Situmorang yang kini sudah menyandang gelar doktor, pun mengatakan, baginya, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno adalah paslon terbaik di Pilkada DKI Jakarta. “Saya berani mengatakan, yang saya dukung adalah yang terbaik. Kalau ada yang mengatakan bahwa Ahok-Djarot yang terbaik, itu sah-saha saja. Jadi mari kita memberikan pendidikan politik yang baik untuk bangsa ini. Pilkada DKI Jakarta kita harapkan berjalan damai dan lancar, serta umat Kristiani kita harapkan ikut berdoa dan menciptakan kesejukan agar terpilih pemimpin terbaik di DKI Jakarta,” papar Natalis, mantan Ketua DPP KNPI dan mantan Sekretaris Pribadi Menteri Aparatur Negara, serta ikut juru bicara paslon Anies-Sandiaga.

                Sementara itu, Ir. Albert Siagian, M.M. yang merupakan mantan Wakil Ketua Umum DPP GAMKI dan kini termasuk pengurus FORKOM NARWASTU baru-baru ini pun telah mengadakan dialog antara sejumlah pendeta dan aktivis gereja dengan Djarot Saiful Hidayat di kantor PGI Wilayah DKI Jakarta. Lantaran Albert merupakan Ketua Komisi Gereja, Masyarakat dan Politik (Germaspol) PGI Wilayah DKI Jakarta. “Setelah dialog dengan Pak Djarot, kita akan adakan dialog lagi dengan Anies dan Agus, agar warga gereja bisa mendengar pemikiran dan mengenal mereka,” ujar mantan Sekretaris Umum DPP GAMKI ini. KS

Berita Terkait