Pdt. Tjepy Jones Budidharma
Apa Kata Alkitab Mengenai Keberuntungan

Penulis adalah Gembala Sidang GKBI Kasih Karunia, 1278 dibaca
Pdt. Tjepy Jones Budidharma

Ibrani 4:2,  ”Karena kepada kita diberitakan juga kabar kesukaan sama seperti kepada mereka, tetapi firman pemberitaan itu tidak berguna (KJV; did not profit them)bagi mereka, karena tidak bertumbuh bersama-sama oleh iman dengan mereka yang mendengarnya.

 Beritanarwastu.com. Kita hidup di zaman di mana keberhasilan dan keberuntungan sangat mahal dan berbagai teori dikembangkan untuk menerangkan bagaimana memperoleh keberuntungan. Kita bersyukur sebagai orang percaya, karena Alkitab memberitahu bahwa Allah sendiri yang menghendaki dan mengajar anak-anakNya mengalami keberuntungan. Yesaya 48:17, “Beginilah firman Tuhan, Penebusmu, Yang Mahakudus, Allah Israel: ‘Akulah Tuhan, Allahmu, yang mengajar engkau tentang apa yang memberi faedah (profit), yang menuntun engkau di jalan yang harus kau tempuh.

Keberuntungan yang dimaksud di sini adalah pertumbuhan yang Allah buat di dalam hidup kita, di dalam segala bidang atau sisi kehidupan kita. Kalau kita konsisten kepada konteks penulisan Ibrani 4:2 di atas, maka yang dimaksud kabar baik bagi bangsa Israel adalah janji masuk ke Tanah Perjanjian untuk menikmati hidup dalam pemeliharaan Tuhan yang berkelimpahan. Analoginya Tanah Perjanjian ini bagi kita gereja Tuhan bukanlah sorga, tetapi hidup di dalam dunia dalam pemeliharaan Kristus Yesus yang sempurna. Bangsa Israel masih harus berperang di Tanah Perjanjian ini, dan harus membunuh 7 penduduk asli yang adalah gambaran 7 tabiat manusia lama yang harus dimatikan oleh Roh di dalam kita.

Kalau kita tidak matikan 7 tabiat manusia lama ini, maka akan mejadi duri dalam daging yang menghambat pertumbuhan rohani kita. Kita harus ingat bahwa manusia rohani kita harus bertumbuh demikian juga dengan kualitas hidup kita di dalam Tuhan harus bertumbuh seperti tertulis dalam 3 Yohanes 1:2, “Saudaraku yang kekasih, aku berdoa, semoga engkau baik-baik dan sehat-sehat saja (prosper & be in health) dalam segala sesuatu, sama seperti jiwamu baik-baik saja (your soul prosper).

Untuk itu ada dua komponen menurut konteks di atas yang perlu kita perhatikan baik-baik: Pertama, iman kita, setiap orang percaya memiliki iman, karena setiap orang percaya lahir dari benih yang tidak fana, yaitu Firman Allah yang dipercayai (1 Petrus 1:23), dan iman adalah produk dari Firman Allah yang adalah Roh (Galatia 5:22, KJV). Kedua, Firman Allah yang tertulis dalam Alkitab atau lebih tepat Firman kasih karunia yang berkuasa membangun kita dan menganugerahkan kepada kita bagian yang ditentukan bagi semua orang yang telah dikuduskan-Nya  (Kis. 20:32).

Lalu yang harus kita lakukan terhadap dua hal di atas adalah mencampur (KJV: mix up together), dan “mixer”-nya adalah mulut kita, yaitu dengan cara diucapkan. Firman yang diucapkan dengan iman akan menghasilkan perbuatan iman yang orang sebut mukjizat yang memberikan banyak faedah atau profit, ini bukan berarti kita memaksa Allah karena yang kita pakai adalah otoritas Firman Allah sendiri. Kesalahan banyak orang Kristen adalah lebih suka mencampur atau mengucapkan fakta yang mereka lihat dengan iman mereka, dan ini tidak akan pernah berhasil.

Seperti waktu murid-murid Tuhan berkata “guru kita binasa!” saat mereka ditimpa angin ribut di Danau Galilea, tapi Yesus menghardik angin ribut itu dan berkata seperti tertulis dalam Mazmur 89:9, ”…Engkaulah yang memerintah kecongkakan laut, pada waktu naik gelombang-gelombangnya…,” Yesus mencampur Firman dan imanNya dan hasilnya mukjizat terjadi. Oleh karena itu, penuhlah dengan Firman dan tinggallah di dalam Firman, maka kita akan beruntung dan mukjizat akan menjadi hal yang sehari-hari terjadi dalam kehidupan kita. Amin 

Berita Terkait