Beribadah Kesempatan Kita untuk Bersekutu dengan Tuhan

2090 dibaca


Beritanarwastu.com. Beribadah kepada Tuhan, itu pesan Firman Tuhan yang kita baca ini. Beribadah adalah salah satu kesempatan kita untuk bersekutu dengan Tuhan. Saat kita beribadah kita juga harus tahu apa tujuan kita hidup di dunia ini. Kalau kita beribadah kepada Tuhan kita harus mempersembahkan kehidupan kita kepada Tuhan, dan mempersembahkan tubuh dan jiwa kita. Kita beribadah untuk menyembah dan memuji Dia serta berdoa kepadaNya. Sebab itu, kalau kita beribadah harus fokus dan konsentrasi kepada Tuhan.
Hal itu disampaikan Pdt. Hilda Sihasale Hatalabessy, M.Min, saat menyampaikan khotbah di acara ibadah di GPIB (Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat) Jemaat Harapan Indah, Kota Bekasi, Jawa Barat, baru-baru ini. Mengutip renungan dari Kitab 2 Tawarikh 30:1-9, menurut Pdt. Hilda, beribadah itu berarti memuji Tuhan, berdoa dan mendengar Firman Tuhan dengan segenap hati dan jiwa kita. Ada banyak tantangan dalam beribadah, baik dari diri sendiri maupun orang lain. Dan ada juga penghambat ibadah kita, termasuk dari saudara-saudara seiman.
Penghambat ibadah setiap Minggu, kata Pdt. Hilda, bisa saja karena kita malas, juga terganggu oleh gadget (HP) atau medsos (media sosial). “Sering kita ingin melihat media sosial untuk mencek status orang lain, sehingga tidak konsentrasi beribadah. Sehingga kita sering diganggu keegoisan kita. Saat kita benci kepada orang lain, marah dan dendam pada sesama, itu juga amat mengganggu ibadah kita. Ibadah kita harus sungguh-sungguh agar Tuhan tidak murka,” terangnya.
Menurut Pdt. Hilda, seperti diceritakan dalam ayat bacaan ini, Raja Hizkia memprakarsai ibadah Paskah. Ia berjuang untuk memulihkan ibadah bangsa Israel. Meskipun Raja Hizkia muda, namun ia melakukan hal yang benar dan baik di mata Tuhan. Perhatian hidupnya tertuju kepada ibadah untuk memuji Tuhan. Raja Hizkia ingin agar ada pembaharuan hidup orang Israel, agar murka Tuhan undur dari mereka. Hizkia dekat kepada Tuhan, dan ia minta kepada umat Israel agar meninggalkan dosa supaya ibadah mereka berkenan kepada Tuhan.
Kita, katanya, jangan mencoba-coba bermain-main dengan dosa, karena itu ibarat bermain-main dengan api. Karena pasti ada hukuman dari Tuhan kalau kita main-main kepada Dia. Kalau kita ditegur Tuhan, maka kita harus mau bertobat. Kita sering ditegur Tuhan dengan Firman Tuhan. Kita jangan tegar tengkuk, tapi kita harus mau bertobat. “Selagi masih ada kesempatan beribadahlah kepada Tuhan. Jangan sampai Tuhan tidak mau lagi berjalan bersama kita. Jangan sampai kita mendapat malapetaka karena tidak bertobat. Orang yang setia beribadah kepada Tuhan, pasti dapat berkat,” pungkasnya. KKH   

Berita Terkait