Pdt. Dr. Robinson Butarbutar
Berpeluang Gantikan Pdt. WTP Simarmata, M.A. Memimpin HKBP

1862 dibaca
Ephorus HKBP Pdt. WTP Simarmata, M.A. Akan melepaskan jabatan Ephorus HKBP di Sinode Godang 2016.

beritanarwastu.com. Pada 12 sampai 18 September 2016 mendatang, di Seminari Sipoholon, Tapanuli Utara, Sumatera Utara (Sumut), akan digelar perhelatan akbar Sinode HKBP (Huria Kristen Batak Protestan), yakni Sinode Godang. Dalam acara ini akan dipilih pimpinan tertinggi HKBP untuk menggembalakan anggota jemaat gereja besar ini di seluruh Indonesia dan luar negeri yang diperkirakan berjumlah 3,5 juta jiwa. Saat ini jabatan Ephorus HKBP masih dipercayakan kepada Pdt. WTP Simarmata, M.A. yang juga pernah menjabat sebagai Sekjen HKBP, Ketua Rapat Pendeta HKBP dan Ketua Umum PGI Wilayah Sumut.

Dari informasi yang diterima dan dicermati Majalah NARWASTU, sejumlah figur pendeta HKBP sudah disebut-sebut layak menjadi pimpinan tertinggi untuk jabatan Ephorus dan Sekjen HKBP. Sebut saja Pdt. Dr. Darwin Tobing, Pdt. Dr. Robinson Butarbutar dan Pdt. Saut Sirait, M.Th. Ketiganya dianggap mumpuni dan punya kemampuan teologi yang sudah diakui banyak kalangan. Namun, diprediksi peluang Pdt. Robinson Butarbutar dan Pdt. Darwin Tobing yang cukup besar, karena kabarnya ada pendukung mereka berjumlah signifikan di belakang,  dan mereka punya kemampuan manajerial.

Sedangkan di pemberitaan Majalah NARWASTU Edisi Agustus 2016 lalu, Pdt. Robinson Butarbutar ditulis akan dipasangkan dengan pendeta progresif, Pdt. Daniel Harahap, M.Th untuk jabatan Sekjen HKBP. Pdt. Robinson Butarbutar selama ini banyak meluangkan waktunya melayani di luar negeri, seperti Jerman dan sejumlah negara di Eropa. Dan ia pun dikenal Hamba Tuhan yang tekun dan disiplin dalam hal doa. Hanya saja, selama ini di HKBP sulit diprediksi siapa yang bakal terpilih jadi pimpinan tertinggi. Pdt. WTP Simarmata pun barangkali tak tahu siapa yang bakal menggantikannya. Yang pasti, selain para pendeta HKBP yang memilih, tangan Tuhan pun ikut bekerja menentukan masa depan gereja terbesar ini dengan memilih pemimpin yang terbaik. KS

Berita Terkait