Maria Ida Rosida
Bersaksi Berjumpa dengan Tuhan Yesus

2063 dibaca
Maria Ida Rosida. Berjumpa dengan Tuhan Yesus.

BERITANARWASTU.COM. Perempuan ayu berpenampilan ramah dan tenang bernama Maria Ida Rosida ini, lahir di Garut, Jawa Barat, pada 11 Oktober 1972 lalu. Ida merupakan lulusan dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Jurusan PG TK. Dulunya ia guru TK di sebuah sekolah Taman Kanak-Kanak. Ida menceritakan kepada NARWASTU saat ditemui di kediamannya di Perumahan Madani Regency, Bandung, baru-baru ini, bahwa pengenalannya akan Yesus Kristus berawal saat ia mendengarkan sebuah lagu instrumen rohani. Ketika itu Ida sedang menghadapi suatu masalah berat dalam kehidupan rumah tangganya. Anehnya lagu instrumental yang ia dengarkan mampu membuat hatinya tenang dan damai, walaupun hanya mendengarkan lagu-lagu tanpa kata.

Dari mendengarkan lagu tanpa kata telah membawa langkah Ida ke sebuah toko rohani guna membeli sebuah kaset rohani. Dalam lagu-lagu rohani yang ia dengarkan Ida merasakan kedamaian dan ketenangan, bahkan penghiburan. Dan benar saja, setelah mencermati syair lagu rohani yang didengarkan ia semakin tertarik untuk mencari tahu tentang kata-kata yang tersirat di lagu-lagu rohani tersebut. Lalu ia membeli Alkitab. Ketika Ida membaca ayat-ayat di Alkitab ia merasa heran, karena Alkitab ternyata luar biasa. Sungguh menjadi sebuah jawaban dalam persoalan yang ia hadapi saat itu. Di Alkitab ada ayat-ayat penghiburan, ada ayat-ayat tentang menghadapi kekhawatiran, dan ada ayat-ayat yang memberinya kekuatan. Di Kitab Amsal dan Mazmur ia mendapatkan penghiburan dan kekuatan. Ia pun merenungkan Firman Tuhan ini selama 6 hari 6 malam.

  Akhirnya Ida yang tadinya tidak percaya karena tidak pernah diberi tahu, bahkan dilarang untuk mendengarkan berbagai hal tentang kebenaran Firman Tuhan, pada akhirnya mengakui dan menerima Yesus di dalam hatinya. Menurutnya, Yesus adalah jawaban yang sangat penting baginya. Yesus sudah mati di kayu salib dan menebus semua dosa umat manusia. Lalu Yesus naik ke surga untuk menyediakan tempat buat anak-anakNya yang percaya kepada  janji-janjiNya. Yesus menyatakan diriNya kepada Ida lewat FirmanNya dan pengalaman pribadinya. Saat Ida fokus kepada Tuhan lewat persekutuan doa di Gereja Bethany ia pun melihat mukjizat Tuhan yang luar biasa. Dan  karakter dan pola pikirnya pun berubah.

Ida pun merasakan hidupnya dipimpin oleh Roh Kudus, bukan dengan daging dan hawa nafsunya lagi. Kata Ida, saat ia  berjumpa dengan Yesus ada rasa damai dan sejahtera dalam hatinya.  Berkat Tuhanpun ia rasakan melimpah dalam hidup keseharian yang dijalani saat ini. Terlebih Ida diberi hikmat oleh Roh Kudus sehingga mampu menciptakan sebuah lagu rohani yang berjudul Tinggallah di DalamKu. Sebuah lagu yang liriknya mengatakan tentang kita yang sudah pasti tidak akan dapat hidup sendiri tanpa Tuhan. Lagu ini sudah beredar dan ada di dalam album perdana Paduan Suara PD Makassar yang diberi tema "Mari Melayani Yesus." Managernya adalah Pst. Louis M. Pakaila yang juga suaminya, yang menjabat sebagai Ketua Umum Persekutuan Doa Makassar (PDM). Memang cukup aneh ada orang Sunda bisa bergabung di PDM.

Menurut Ida, bagi Tuhan, tidak ada yang mustahil, segala hal dapat terjadi atas kehendak dan rancangan Tuhan. Hal itulah yang memacu Ida untuk terus membaca Alkitab. Baginya, membaca Alkitab sangat penting, karena di dalam Injil kita menemukan jalan kebenaran. “Injil dapat menuntun kepada terang, karena di dalam Injil ada segala pengetahuan, yang menuntun dari jalan yang sebelumnya gelap ke jalan terang menuju keselamatan yang kekal, bukan mudah-mudahan,” ucap Ida yakin. Di dalam Yesus, imbuhnya, ada kepastian.

Pengalaman Ida dalam menginjili orang dimulai dari dirinya sendiri. “Kita harus menjadi teladan,” imbuh Ida. Lalu menjadi contoh yang baik, karena kita sebagai firman yang hidup, dan menjadi pelaku firman. Ia sering mengabarkan tentang Tuhan, bukan dengan cara berdebat, tetapi dengan pendekatan suatu masalah yang sedang dihadapi seseorang.

Kemudian Ida memberikan sharing, karena yang bisa membuat seseorang bertobat itu hanya Tuhan, jelas Ida. “Kita pun harus selalu mendoakan orang yang kita Injili. Tugas kita sebagai orang Kristen menaruh Tuhan di dalam hati kita. Lalu memberitakan Firman Tuhan,yang membawa orang kepada pengetahuan tentang kebenaran yang hakiki, inilah pelayanan kepada Tuhan,” pungkas wanita cantik yang semakin bijaksana menyikapi kehidupan yang sangat kompleksitas ini.

Pesan yang ingin disampaikan Ida kepada pembaca NARWASTU, yakni sebagai orang Kristen kita harus hidup berdasarkan kasih Kristus. “Kita harus menempatkan Tuhan di dalam hati kita. Tuhan berperan sebagai kasih, dan kita hidup dalam pimpinan Tuhan. Dan jangan lupa baca Injil walaupun orang bilang Injil yang kita miliki saat ini palsu. Palsu saja sudah begitu dahsyat, apalagi kalau asli,” tukas Ida. “Kita harus selalu membaca Injil dan mau jadi pelayan,” ujarnya. Dan terakhir, kata Ida, kita harus selalu bersyukur karena sudah menerima kasih karunia Tuhan.

“Jangan kasih karunia ini disia-siakan. Jangan sekali-kali menjual iman hanya karena alasan duniawi. Karena Tuhan Yesus adalah jalan, kebenaran dan hidup. Tetap berfokus pada Tuhan, tetap kuat dan berakar di dalam Yesus,” pungkasnya bijaksana.

Dari perkawinannya dengan Pst. Louis Pakaila mereka memperoleh seorang putera yang kini berusia 5 tahun, yang diberi nama Elym Gregorius Pakaila. Dari perkawinan sebelumnya Ida memperoleh tiga putra-putri,  Fatwa Maulidiah, Sabil Sahid, dan Ikram Sakinah yang kini sedang menyelesaikan studi di Fakultas Kedokteran Universitas Maranatha, Bandung. JK 

Berita Terkait