Ir. Soleman Matippanna, S.T.
Bicara Pelayanan YKMI, DPD MUKI Bogor dan Parpol Kristen

647 dibaca
Ir. Soleman Matippanna, S.T. bersama istri tercinta.

BERITANARWASTU.COM. Yayasan Karmel Ministry Indonesia (YKMI) yang sudah berbadan hukum sejak  2016 lalu, sesungguhnya sudah melayani sejak Agustus 2015 lalu. YKMI yang dipimpin Pdt. Osil Totongan, S.Th, M.Div, dan Pembina Ir. Soleman Matippanna, S.T. kini sudah punya sekretariat sendiri di kawasan Bogor. Dan selama ini aktif melayani orang-orang Kristen di lembaga pemasyarakatan (lapas) atau penjara, menggelar seminar narkoba bagi kaum muda, memberi pencerahan rohani atau iman lewat komsel, memberi bantuan bagi orang-orang lanjut usia, membantu Fenty (untuk operasi karena punya fisik yang tak normal), dan terakhir memotori kebaktian kebangunan rohani (KKR) Paskah se-Bogor Raya pada Mei 2016 lalu yang menuai sukses.

Pembina YKMI, Ir. Soleman Matippanna, S.T. kepada Majalah NARWASTU baru-baru ini menerangkan, YKMI membutuhkan sekretariat dan kini sudah ada untuk memberdayakan pelayanan yang sudah ada. “Bicara soal pelayanan YKMI, baik melayani ke penjara, seminar narkoba dan pencerahan rohani lewat komsel, dan kita undang pembicara dari luar seperti Pdt. Dwi Kurniadi (Gereja Baptis Indonesia Cibinong), itu menunjukkan bahwa YKMI terbuka. Kita terus berdoa agar pelayanan YKMI lebih luas dan diberkati Tuhan Yesus,” ujar mantan aktivis mahasiswa di Universitas Hasanuddin, Makassar, dan pengusaha muda yang juga menekuni ilmu hukum lewat studi S2 ini.

Soleman Matippanna yang dikenal figur yang cerdas, aktif dan dinamis, termasuk juga dalam jajaran “21 Tokoh Kristiani 2016 Pilihan Majalah NARWASTU.” Dalam komunitas sel (komsel) yang diadakan YKMI di Cibinong, Bogor, baru-baru ini, katanya, mereka membahas Injil Matius 25:35-40 tentang wajah atau rupa  Yesus yang bisa kita lihat di dalam rupa orang-orang miskin dan orang-orang hina. Ajaran Injil, tukasnya, mengajar kita agar peduli terhadap orang-orang yang lapar, orang-orang telanjang, orang-orang di penjara, orang-orang sakit dan orang-orang yang tidak punya tumpangan.

“Kita mesti pahami bahwa kita buatan Allah, sehingga kita harus melakukan pekerjaan baik dan memuliakanNya. Kita diciptakan Allah untuk selalu berbuat baik. Injil Matius 25 itu terasa mencerahkan dan itu yang menyemangati YKMI dalam melayani sesama,” ujar pria yang juga Ketua DPD MUKI (Majelis Umat Kristen Indonesia) Bogor yang giat pula melayani di gereja itu. YKMI, imbuhnya, ada juga keinginan untuk melayani ke LP Nusakambangan, Jawa Tengah. Bahkan, ada rencana untuk melayani ke Kecamatan Kalumpang, Mamuju, Sulawesi Barat, guna melakukan aksi kasih, seperti pengobatan gratis dan KKR. “Jadi akan ada rencana kerjasama YKMI dengan gereja-gereja dan pendeta-pendeta di sana,” pungkasnya.

Soleman Matippanna yang juga pimpinan PT. Buana Rande Tehnik, dikenal juga pria berprestasi. Perusahaan yang dipimpinnya pada 13 Januari 2017 lalu mendapat penghargaan “Indonesia Business & Company Award 2016”, dan perusahaannya dinilai: Winners as catagory of best suppying Mechanical, Electrical dan Intrumentation Product. Soleman menerangkan, YKMI pun ada keinginan untuk membuat rumah singgah bagi mantan narapidana yang sudah lepas dari tahanan. “Karena setelah mereka keluar penjara, tak ada uangnya, dan keluarga serta masyarakat kerap menjaga jarak kepada mereka. Sehingga mereka perlu diperhatikan dan diberi keterampilan agar survive di tengah masyarakat,” paparnya.

Selain itu, katanya, tentu YKMI akan terus berkampanye ke berbagai komunitas dan gereja-gereja soal bahaya narkoba. Dan tentu untuk tugas ini mereka bekerjasama dengan BNN (Badan Narkotika Nasional) dan kepolisian. Berbicara soal DPD MUKI Bogor yang kini dipercayakan kepadanya untuk dipimpin, Soleman menerangkan MUKI nantinya bisa bekerjasama dengan YKMI dalam menjalankan pelayanan terhadap gereja-gereja. “Masih banyak hal yang bisa dilakukan ormas Kristen di Bogor. Gereja-gereja tentu tak bisa menutup kerjasama dengan ormas-ormas Kristen seperti MUKI,” terangnya.

Soleman Matippanna yang ikut dalam Rapat Kerja DPP MUKI pada 10 Agustus 2017 lalu di Jakarta menerangkan, MUKI ini sebuah organisasi bagus yang mirip yayasan. Dan nantinya MUKI bisa mengadakan seminar, pelatihan, pendampingan atau advokasi, dan ini dibutuhkan gereja-gereja. Juga bisa diarahkan untuk memberdayakan ekonomi jemaat dengan mengadakan keterampilan menjahit. Di samping itu, bisa memberi pencerdasan atau mengedukasi pola pikir para aktivis gereja lewat diskusi-diskusi. Dan MUKI sudah ada rencana menggelar seminar kebangsaan bersama para pemimpin gereja di Bogor,” terangnya.

 Ir. Soleman Matippanna, S.T. saat mengikuti Rapat Kerja DPP MUKI pada 10 Agustus 2017 di Jakarta.

 

 

Dan tentu, apa persoalan yang dihadapi warga gereja di tengah lingkungan kita, seperti di kawasan Bogor perlu kita petakan dan kita ketahui, meskipun tidak semua persoalan bisa diatasi. “Apa rencana jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang, itu perlu dipikirkan. Masalah gangguan gereja dan perizinan tempat ibadah, itu yang kerap dihadapi masyarakat,” ujar Ketua Komisi I di Rapat Kerja DPP MUKI yang meliputi keorganisasian, Litbang dan hukum itu.

Menurut Soleman, Ketua Umum DPP MUKI, Djasarmen Purba, S.H. dalam tugasnya selalu berupaya membuat terobosan-terobosan agar MUKI semakin bermanfaat bagi banyak orang, termasuk dengan membentuk LBH (Lembaga Bantuan Hukum). LBH itu nantinya bisa mendampingi gereja-gereja di dalam mendapatkan izin mendirikan gereja dan mengadvokasi tempat ibadah yang mengalami gangguan. “Tantangan ormas Kristen saat ini memang cukup berat, karena perlu juga untuk memperjuangkan kebebasan beribadah agar jemaat nyaman di dalam beribadah. Termasuk partai politik Kristen dan ormas bisa bersinergi untuk memperjuangkan kebebasan beribadah,” terang anggota Forum Komunikasi Tokoh-tokoh Kristiani Pilihan Majalah NARWASTU (FORKOM NARWASTU) ini.

Ketika ditanya pendapatnya tentang keberadaan parpol Kristen, seperti Partai Damai Sejahtera (PDS) yang masih akan berlaga di Pemilu 2019 mendatang, meskipun masih perlu berjuang keras, Soleman Matippanna berpendapat, apakah kita masih membutuhkan parpol Kristen, atau kita memperkuat parpol nasionalis saja. “Karena kalau muncul parpol Kristen, bisa saja menimbulkan sentimen agama. Pada 2004 lalu ada parpol Kristen (PDS) yang punya Fraksi di DPR-RI, saat itu rasanya kurang massif pergerakannya untuk memperjuangkan kepentingan gereja,” ujar pria yang sudah ditawari sejumlah parpol untuk terjun ke dunia politik, namun Soleman masih melihat perkembangan sosial politik terkini.

Menurut Soleman Matippanna, memang perlu parpol yang berani untuk menyuarakan suara kebenaran dan keadilan di Indonesia, apalagi saat ini ada gerakan-gerakan intoleran. Hanya saja, kata Soleman, sekarang kita membutuhkan parpol Kristen yang kader-kadernya punya integritas tinggi, berkarakter, bisa menjadi garam dan terang di tengah bangsa, dan tidak pragmatis serta mampu menjalin komunikasi yang baik dengan gereja-gereja. “Kita pasti mendukung parpol Kristen yang sungguh-sungguh mau melayani di dunia politik, meskipun perjuangan untuk itu berat. Kita harapkan parpol Kristen bisa berjuang kelak di legislatif,” tegas Soleman Matippanna. KT

Berita Terkait