Bos MNC Group Hary Tanoesoedibjo Berdialog dengan Wartawan Kristiani

876 dibaca
Hary Tanoesoedibjo (kanan) didampingi mantan anggota DPRD DKI Jakarta dua periode, Drs. Sahrianta Tarigan, M.A. (Ketua DPW Partai PERINDO DKI Jakarta/kiri).

 BERITANARWASTU.COM. Dikenal sebagai pengusaha (taipan) bertangan dingin dan raja media, Hary Tanoesoedibjo yang beberapa tahun belakangan ini ikut meramaikan kancah perpolitikan Indonesia berdialog secara langsung dengan wartawan yang tergabung dengan PERWAMKI (Perkumpulan Wartawan Media Kristiani Indonesia) dan PEWARNA (Persatuan Wartawan Nasrani) di Kantor Partai PERINDO, Menteng, Jakarta Pusat, pada Sabtu, 25 Maret 2017 lalu.

 Dalam momen tersebut bos MNC Group itu membahas banyak hal, baik mengenai isu-isu terhangat yang sedang terjadi di masyarakat maupun Pilkada DKI Jakarta putaran kedua yang digelar pada 19 April 2017. Sebelum membahas lebih jauh mengenai sejumlah isu hangat tersebut, suami dari Liliana Tanaja Tanoesoedibjo  yang juga penganut Kristen yang taat ini bercerita seputar perjuanganya dalam merintis karier yang berbuah kesuksesan.

“Tanpa kerja keras dan ketekunan serta pertolongan Tuhan, mustahil rasanya keberhasilan akan tercapai,” kata Hary Tanoesoedibjo yang saat itu didampingi mantan anggota DPRD DKI Jakarta dua periode, Drs. Sahrianta Tarigan, M.A. (Ketua DPW Partai PERINDO DKI Jakarta), semangat. Sahrianta Tarigan yang termasuk dalam “Tokoh Muda Nasionalis Berpengaruh 2010 Pilihan Barisan Insan Muda (BIMA)” juga salah satu Penasihat PERWAMKI.

 Seperti kita ketahui bersama bahwa MNC Group tidak hanya bergerak di bidang media, akan tetapi juga merambah ke sektor lain, seperti perbankan, asuransi, property, pendidikan dan lain sebagainya. Kini pengusaha yang lahir di Surabaya, 26 September 1965 itu sudah beberapa tahun ini terjun dalam dunia politik. Hary bukanlah orang baru dalam percaturan politik Indonesia. Sebelum membentuk Partai PERINDO (Persatuan Indonesia), pemilik nama lengkap Bambang Hary Iswanto Tanoesoedibjo ini pernah bergabung di partai politik nasional, seperti Partai NasDem (saat itu: Ketua Dewan Pakar) dan Partai Hanura (ketika itu: Ketua Badan Pemenangan Pemilu 2014).

 

  

Hary Tanoesoedibjo lewat Partai PERINDO ingin mensejahterakan bangsa. 

Namun, seiring perjalanan waktu, akhirnya ia membentuk PERINDO sebagai salah satu partai yang mendengungkan Untuk Indonesia Sejahtera. “Dengan pemerataan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah Indonesia lebih cepat maju,” jelas Hary mengenai salah satu tujuan didirikannya PERINDO.  Mengenai Pilkada DKI Jakarta jelang putaran kedua, pengusaha yang punya hubungan dekat dengan Presiden AS, Donald Trump ini, ikut angkat bicara.

Menurutnya, siapapun yang duduk sebagai orang nomor satu di DKI Jakarta, haruslah pemimpin yang prorakyat, mengayomi, antikorupsi serta antinarkoba dan lain sebagainya. “Pemimpin itu tidak hanya punya kapasitas dan rendah hati saja, akan tetapi bisa memberi solusi,” tukas Hary di depan para wartawan Kristiani.

Bicara mengenai kabar pencalonan dirinya untuk maju di Pilpres 2019 mendatang, Ketua Umum DPP Partai PERINDO ini tak menjawab secara gamblang. Ia hanya mengatakan, ingin menjalankan visi dan misinya, yakni mensejahterakan rakyat Indonesia melalui Partai PERINDO dengan menggalakkan pembangunan di berbagai sektor di daerah-daerah di Indonesia. “Saya tidak lagi mencari materi, melainkan fokus melayani,” terangnya.

 Di acara tatap muka dan sharing, pengusaha berwajah oriental itu memberikan kesempatan bagi para wartawan yang hadir untuk bertanya jawab. Sayangnya, karena keterbatasan waktu yang ada, hanya diberikan kesempatan dua pertanyaan untuk masing-masing organisasi wartawan Kristiani yang hadir saat itu. Di pengujung acara, ditutup dengan foto bersama para wartawan bersama Hary Tanoesoedibjo dan Sahrianta Tarigan BTY

Berita Terkait