Carilah Pertolongan Kepada Tuhan Saat Pergumulan Hadir

964 dibaca


Beritanarwastu.com. Doa Hana yang diceritakan di sini memuji-muji Tuhan Allah. Saat itu, ia divonis mandul. Tuhan yang menutup kandungannya, bukan manusia. Bagi seorang ibu atau istri, kalau ia mandul, maka ini menjadi masalah besar. Apalagi jika dipersoalkan suami atau keluarga. Orang-orang tertentu pun suka menggosip tentang wanita mandul. Sesungguhnya dalam rumah tangga itu, punya anak atau tidak, tidak masalah. Dan tujuan pernikahan yang sebenarnya bukan untuk punya anak, tapi untuk memuliakan Tuhan. Nah, dalam cerita ini Hana mandul, dan selingkuhan (madu) dari suami Elkana bernama Penina selalu membuat hatinya sakit.

                Itulah yang disampaikan Pdt. Meiske Kolanus saat menyampaikan khotbah di Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Jemaat Harapan Indah, Kota Bekasi Jawa Barat, baru-baru ini. Saat Hana bergumul tak punya anak selama tujuh tahun, ia mengadu dan mencurahkan isi hatinya (curhat) kepada Tuhan. “Kita pun kalau mau mencari pertolongan saat ada pergumulan atau tantangan berat, carilah ke Tuhan, dan jangan lari dari Tuhan. Pergumulan rumah tangga itu berat bagi Hana, namun dia tak mencari pertolongan pada manusia. Kalau Tuhan yang membuka pintu, maka tak satupun yang bisa menutup. Dan kalau Tuhan yang menutup pintu, maka tak satupun yang bisa membukanya,” terangnya.

                Hana saat bergumul berat ia mengandalkan Tuhan lewat kuasa doa. “Sehingga kalau kita mengalami pergumulan berat di dalam rumah tangga, maka berdoalah terus. Kekuatan doa itu luar biasa saat kita menghadapi pergumulan berat. Hana tidak mau bercerai meskipun ia istri sah dan tertua. Ketika kita menghadapi pergumulan, larilah kepada Tuhan, sembahlah Dia. Orang yang mencari Tuhan, yang mengandalkan Tuhan dan percaya kepada Tuhan, pasti ditolongNya,” pungkasnya.

                Dalam doa yang dipanjatkan Hana, tak hanya pujian dan syukur yang dinaikkannya, tapi ada pula pengakuan iman. Dan di dalam dirinya tak ada kesombongan atau pikiran jahat. Kala kita berdoa, kita harus tetap punya hati yang baik kepada sesama, karena Tuhan itu kudus. “Allah suka kepada orang jujur, baik hati dan rendah hati. Hana tidak mau membalas kejahatan Penina sekalipun ia dibuat sakit hati. Hana bertahun-tahun berdoa kepada Tuhan, dan ia sangat sadar bahwa semua yang dimilikinya adalah berasal dari Tuhan,” terangnya.

                Demikian juga kita, kata Pdt. Meiske, kalau ingin sukses jangan sombong. “Tetap kita harus rendah hati agar Tuhan tambahkan berkatNya. Kalau kita menghayati Firman Tuhan itu, semua yang ada di dunia ini adalah milik Tuhan. Kita sesungguhnya tak punya apa-apa. Sehingga bersyukurlah kepada Tuhan,” ujarnya. Di dalam kehidupan ini, ujarnya, tak ada rumah tangga yang tak punya masalah, pasti ada masalah di setiap rumah tangga.

                “Kalau ada masalah ekonomi, carilah Tuhan dan bekerjalah. Kalau kita andalkan Tuhan, maka yang miskin bisa menjadi kaya. Dalam hidup ini jangan terlalu khawatir atau ketakutan, tapi berdoalah terus, dan datang kepada Tuhan minta perlindungan dan pertolonganNya. Apa yang tidak bisa kita selesaikan, adukanlah kepada Tuhan. Namun ada waktunya Tuhan. Waktu kita bukan waktunya Tuhan. Kita harus berupaya menjadi pendoa yang tekun. Dan jadikan rumah tangga kita kudus agar Tuhan memberkati kita,” terangnya. KL 

Berita Terkait