Dari Kota Bumi Sintuwu Maroso Poso Menggerakkan Perdamaian

135 dibaca
Selama 4 hari di kemah kampung damai ini, anak-anak muda lintas iman bertemu dan tinggal bersama, mencari bahkan membangun pengalaman bagaimana hidup bersama dalam perbedaan.

Beritanarwastu.com. Di Bumi Sintuwu Maroso, anak-anak muda lintas iman membangun kemah kampung damai di desa Tegalrejo. Acara training penggerak perdamaian ini diadakan di Poso, Sulawesi Tengah, pada 19-22 September 2018 lalu. Selama 4 hari ke depan, di kemah kampung damai ini, anak-anak muda lintas iman bertemu dan tinggal bersama, mencari bahkan membangun pengalaman bagaimana hidup bersama dalam perbedaan. 

        Pdt. Budi Tarusu dari GKST (Gereja Kristen Sulawesi Tengah) Klasis Poso Kota dan Ustad Rahim (imam Mesjid Nurulyakin Tegalrejo)  serta Pdt. Ronald Mosiangi yang telah menggerakkan anak-anak muda lintas Iman ini dari berbagai daerah di Poso mengatakan, pengalaman-pengalaman masa lalu yang pernah menjadi catatan-catatan hitam sejarah relasi antarmasyarakat di Poso tidak akan kita lupakan untuk menjadi sebuah pelajaran hidup berharga membangun kebersamaan dan persaudaraan di tengah-tengah masyarakat Poso.

         Untuk itulah upaya mempertemuakan anak-anak dari berbagai latar belakang agama ini menjadi sebuah upaya yang harus terus digerakkan.  Pdt. Budi Tarusu lebih lanjut mengatakan, "Selama 4 hari mereka hidup bersama dalam tenda yang sama. Mereka akan saling mengenal satu dengan yang lain dengan semua perbedaan yang ada di dalamnya, sehingga akhirnya mereka akan saling memahami bahwa dalam tenda yang sama ternyata perbedaan bukanlah menjadi masalah."

        Sementara itu, Wakil Bupati Poso, Samsuri yang hadir dan sekaligus membuka acara perkemahan Kampung Damai Lintas Iman ini mengatakan, "Budaya Poso yang memiliki semangat dan nilai-nilai perdamaian harus terus dihidupkan pada anak-anak muda generasi masa depan. Sehingga nilai-nilai persaudaraan dan perdamaian itu menjadi hidup dalam membangun relasi di tengah kemajemukan yang ada di Poso." Selanjutnya Samsuri menambahkan, "Kegiatan Kemah Kampung Damai ini adalah inisiatif yang lahir dari masyarakat yang harus terus didorong dan Pemerintah Daerah Poso akan terus mendukung upaya-upaya yang baik dan positif ini."

           Sementara itu, Direktur Paritas Institute, Pdt. Penrad Siagian menjelaskan, kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya membangun sistem dan mekanisme pertahanan diri berbasis komunitas dari masyarakat sipil lintas iman atas semakin suburnya radikalisme yang berbasis SARA (suku, agama, ras dan antargolongan) dalam kehidupan berbangsa dan bernegara kita. 

         Dalam kegiatan ini, selain membangun pengalaman hidup bersama sebagai jalan untuk saling belajar dan mengenal para peserta juga akan dibawa berkunjung ke rumah-rumah ibadah. Dalam perkunjungan ini para peserta akan berdialog dengan pimpinan rumah ibadah tersebut. Hal ini penting agar anak-anak muda lintas iman ini akhirnya dapat mengenal secara langsung apa dan bagaimana rumah ibadah yang berbeda dengan rumah ibadahnya masing-masing. Melalui pengenalan yang terbangun kita optimis maka prasangka, stereotype dan kebencian tidak akan berkembang di tengah-tengah relasi yang ada.

         Hadir pula dalam pembukaan Kemah Kampung Damai ini, Camat Poso Kota Utara, Efendi Cafii, mewakili Kesbangpol Kabupaten Poso, Muktar, Ustad Ibrahim Ismail,  S.Ag. MHI (Sekretaris Komda Alkhairaat) serta perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Poso, Ngadiono Akase,  S.E., S.Y. SP

Berita Terkait