Diskusi Refleksi HUT Ke-72 Kemerdekaan RI Bersama FORKOM NARWASTU

321 dibaca
Suasana diskusi FORKOM NARWASTU di Graha Bethel, Jakarta, pada 24 Agustus 2017.

BERITANARWASTU.COM. Pada Kamis, 24 Agustus 2017 kemarin, mulai pukul 16.30 sampai 20.30 WIB kembali para tokoh yang tergabung di Forum Komunikasi Tokoh-tokoh Kristiani Pilihan NARWASTU (FORKOM NARWASTU) mengadakan diskusi kebangsaan dengan topik "Refleksi Visi dan Misi Pendiri Bangsa atas Kemerdekaan RI" di Graha Bethel, Jalan Ahmad Yani 65, Jakarta Pusat.
Narasumber yang hadir, Hermawi F. Taslim, S.H. (Wakil Ketua Badan Hukum DPP Partai NASDEM, Ketua Presidium Forkoma PMKRI dan advokat senior) dan Prof. Dr. Marten Napang, S.H., M.H., M.Si (Akademisi dan pakar demokrasi/hukum serta Ketua FORKOM NARWASTU). Sementara Drs. Nikson Nababan, M.M. (Bupati Tapanuli Utara) yang awalnya sudah siap hadir sebagai salah satu narasumber, berhalangan, karena ada urusan mendadak dengan seorang petinggi negeri.
Moderator diskusi Ir. Albert Siagian, M.M. (mantan Sekretaris Umum DPP GAMKI) dan MC (pembawa acara) DR. Tema Adiputra Harefa (Akademisi dan rohaniwan). Dan hadir sejumlah tokoh senior, baik yang berlatar belakang jenderal purnawirawan, pakar hukum, politisi, pemimpin gereja, profesional, aktivis mahasiswa dan tokoh masyarakat. Sambutan di acara ini disampaikan Jhon S.E. Panggabean, S.H., M.H. (Bendahara FORKOM NARWASTU) dan Jonro I. Munthe, S.Sos (Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi NARWASTU).
 
 
Acara diawali ibadah dengan pengkhotbah Pdt. Ir. Suyapto Tandyawasesa, M.Th (Bendahara Umum BPH Sinode GBI). Dalam khotbah yang disampaikan Pdt. Suyapto ditegaskan, orang-orang cerdas atau profesional harus terus mengandalkan Tuhan di dalam hidupnya agar terjadi hal-hal yang luar biasa. Seperti halnya Petrus yang dulu disuruh menebar jalanya ke danau, lalu mendapat banyak ikan. Petrus, tukasnya, mendapat hasil ikan melimpah, karena taat dan berjumpa dengan Tuhan Yesus. “Kaum cendekiawan seperti tokoh-tokoh di NARWASTU pun harus terus membangun persekutuan dengan Tuhan agar berjumpa dengan Tuhan,” ujarnya.
Setelah ibadah, kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan diakhiri santap malam. Dalam diskusi ini banyak dibahas persoalan yang melilit bangsa ini setelah 72 tahun merdeka, mulai dari kemiskinan, diskriminasi, generasi muda pintar yang tak mau lagi kembali ke negerinya setelah sukses di luar negeri, kaum muda yang larut dengan gadget atau media sosial, serta persoalan penegakan hukum. Juga ada disinggung tentang adanya upaya sekelompok orang di negeri ini yang ingin mengubah keadaan negeri dengan ideologi yang berlawanan dengan Pancasila. Dan itu mesti disikapi tegas, karena bangsa ini berdasarkan Pancasila.
 
 
Dan disimpulkan dalam diskusi ini, meskipun banyak tantangan di negeri ini, namun umat Kristiani harus optimis dan terus berdoa, serta terus mengembangkan sumber daya manusia (SDM) agar bisa berbuat sesuatu demi kebaikan dan kesejahteraan serta kejayaan Indonesia. Hasil diskusi ini, selain perlu dipublikasikan ke media massa, media sosial, radio, dan TV, kata Jhon Panggabean, pun akan diberikan ke tokoh-tokoh masyarakat, para tokoh nasional serta elite politik. Panitia acara ini diarahkan Sterra Pietersz, S.H., M.H. (Sekretaris FORKOM NARWASTU dan mantan anggota DPR-RI PDIP). KT

Berita Terkait