Ir. Soleman Matippanna, S.T.:
DKI Jakarta Tak Memilih Pemimpin Agama, Tapi Pemimpin Pemerintahan

643 dibaca
Ir. Soleman Matippanna bersama Sandiaga Uno (kiri).

  BERITANARWASTU.COM. Saat digelar Pilkada Serentak 2017 pada 15 Februari 2017 lalu, elite politik dan warga di negeri ini banyak yang perhatiannya terkonsentrasi pada Pilkada DKI Jakarta. Padahal di daerah lainnya ada 100 pilkada diadakan. Tak bisa dipungkiri fenomena Ahok (Ir. Basuki Tjahaya Purnama, M.M.) luar biasa. Dia mulai tampil di Pilkada DKI Jakarta 2012, lalu tampil jadi Wakil Gubernur DKI Jakarta mendampingi Gubernur DKI Jakarta, Jokowi, lalu naik lagi menjadi Gubernur DKI Jakarta, setelah Jokowi menjadi Presiden RI.

Hal itu disampaikan tokoh muda asal Makassar dan salah satu tokoh yang termasuk dalam “21 Tokoh Kristiani 2016 Pilihan NARWASTU”, Ir. Soleman Matippanna, S.T. Menurut mantan aktivis mahasiswa di Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, ini Ahok itu lihai berpolitik, seorang Kristen dan punya karakter. “Harry Tanoesoedibjo juga orang hebat. Dia Kristen dan konglomerat, serta memimpin Partai Perindo, namun Ahok sekarang lebih disorot,” ujar Pembina Yayasan Karmel Ministry Indonesia (YKMI) ini.

Menurutnya, pertarungan di Putaran ke-2 Pilkada DKI Jakarta bakal serius. Karena Anies Baswedan-Sandiaga Uno, siapapun tahu didukung Partai Gerindra, yang di belakangnya Prabowo Soebianto. Sebelumnya Agus Harimurti Yudhoyono yang didukung Partai Demokrat, di belakangnya ada Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY). Namun mereka tak lolos ke putaran ke-2. Sedangkan Ahok-Djarot didukung oleh Megawati Soekarnoputri, dan juga ada sahabat Ahok yang kini sudah menjadi Presiden RI, Joko Widodo mendukung PDIP.

“Secara psikologi dan komunikasi politik, peristiwa ini sangat menarik perhatian. Karena pertarungan di Pilkada DKI Jakarta  merupakan perebutan kekuasaan untuk memimpin DKI Jakarta. Kan, semua orang pasti ingin meraih kekuasaan agar bisa berkuasa. Orang yang kehilangan kekuasaan saja pasti ingin merebutnya kembali,” ujar Soleman Matippanna, seorang pebisnis muda yang sukses yang kini pun menekuni ilmu hukum dan mencermati perkembangan sosial dan politik di negeri ini.

Soleman Matippanna yang dikenal peduli melayani anak-anak muda yang berada di penjara, dan peduli berkampanye soal bahaya narkoba terhadap anak-anak muda menambahkan, Ahok memang seiman dengan kita (Kristen). “Namun berbeda pilihan politik di dalam sebuah negara demokrasi adalah sesuatu yang wajar, dan tidak mesti memilih yang seagama dengan kita. Kita tidak bisa membabi buta mendukung seseorang. Dan jangan pula ada euforia politik yang berlebihan, sehingga ini membuat kita bisa menjadi arogan,” cetusnya.

Ada banyak pandangan pengamat mengatakan, kalau Ahok menang, pasti ada kelompok yang bereaksi keras. Demikian pula kalau ia kalah di Pilkada DKI Jakarta, pasti pendukungnya “digebukin.” Dan, katanya, isu-isu seperti itu sudah bermunculan di media sosial (medsos), karena media sosial dan media massa (pers) juga yang ikut membuat Pilkada DKI Jakarta semakin ramai dan menarik diperhatikan. “Saya pun menulis pendapat atau pemikiran saya di Face Book soal Pilkada DKI Jakarta ini, namun kita mengajak orang agar cerdas dan realistis. Termasuk saya sampaikan pemikiran saya saat diskusi bersama tokoh-tokoh Kristiani di FORKOM NARWASTU,” ujarnya.

          ”Saya orang Kristen, namun saya mendukung Anies dan Sandiaga. Karena saya lihat ada program-programnya yang menarik dan bagus. Masing-masing pasangan calon yang tampil di Pilkada DKI Jakarta ini, punya kelebihan dan kekurangan. Dan harus kita ingat bahwa DKI Jakarta bukan memilih pemimpin agama, namun kita memilih pemimpin pemerintahan yang bisa mengurus kesejahteraan rakyat.  Sehingga kita mesti ikut doakan para pemimpin di DKI Jakarta ini, baik Ahok-Djarot dan Anies-Sandiaga yang akan bertarung agar Tuhan yang menunjukkan yang terbaik bagi warga DKI Jakarta,” paparnya.

          Soleman Matippanna menerangkan, lantaran ia seorang Kristen dan mendukung Anies-Sandiaga, ia pun tak lepas dari kritik dari sejumlah pihak. “Namun kita tidak bisa dikotak-kotakkan dengan masalah agama. Lalu, ada pertanyaan, kalau Ahok kalah bagaimana. Kita mesti cermati bahwa tak semua umat Kristen di DKI Jakarta mendukung Ahok. Karena yang kita pilih gubernur, bukan pemimpin agama,” paparnya. Di sisi lain, Soleman Matippanna pun menuturkan, bahwa kita harus terus doakan Ahok agar diurapi dan ditolong Tuhan agar dia bisa memperbaiki kelemahannya, terutama soal berbicara.

          Menurut Soleman, kekurangan Ahok soal berbicara itu sangat penting diperhatikan. Karena seorang pemimpin mesti memahami bahwa saat ia berbicara, banyak orang yang mendengarkan, apalagi disiarkan di televisi, dan pemimpin itu juga teladan di tengah masyarakat. Lantas apa harapan Soleman Matippanna terhadap warga gereja dalam menyikapi Pilkada DKI Jakarta 2017 putaran ke-2 yang diadakan pada 19 April 2017 ini, Soleman dengan bijaksana mengatakan, “Kita harus tetap mawas diri dan bijaksana menyikapi politik. Kita masing-masing punya pilihan, itu adalah hak setiap orang, jadi tak usah dipertentangkan,” tukasnya.

          Silakan kita memilih figur yang dikehendaki. Mari fokus pada pilihan masing-masing, dan mari kita jaga kedamaian, keamanan dan kerukunan di Pilkada DKI Jakarta, serta kita jaga Pancasila dan UUD 1945. “Di event Pilkada DKI Jakarta ini pun kita mesti jaga toleransi beragama, dan utamakan perdamaian dan kedamaian. Jangan menghujat agama-agama lain. Siapapun yang terpilih di Pilkada DKI Jakarta, kita dukung dan kita yakini dia pilihan Tuhan. Dan masyarakat DKI Jakarta yang dipimpinnya pun kiranya semakin sejahtera,” cetusnya.

 

  

Ir. Soleman Matippanna, S.T. saat menerima penghargaan sebagai salah satu dari “21 Tokoh Kristiani 2016 Pilihan NARWASTU.” 

 

Pilkada DKI Jakarta Mirip Pilpres

          Berkomentar tentang ungkapan bahwa Pilkada DKI Jakarta 2017 ini serasa atau mirip Pilpres, Soleman Matippanna menuturkan, di ibukota negara RI ini ada banyak berkumpul politisi, tokoh nasional, pengusaha, dan ada pula banyak kepentingan. “Dan di belakang calon-calon yang bertarung di Pilkada DKI Jakarta 2017, ada banyak tokoh besar, seperti Megawati Soekarnoputri, SBY, Prabowo dan banyak lagi tokoh partai politik. Dan Presiden Jokowi disebut-sebut juga berada di belakang Ahok. “Jadi sekarang seperti terulang Pilpres 2014 lalu, antara pendukung Jokowi (Ahok) dengan pendukung Prabowo (Anies),” terangnya.

          Pertarungan Ahok melawan Anies di Pilkada DKI Jakarta, katanya, terasa di seluruh Tanah Air, apalagi disorot media massa (pers) dan media sosial serta adanya dukungan langsung tokoh-tokoh besar kepada para calon itu. “Pada 2012 lalu, Jokowi begitu fenomenal karena dari Gubernur DKI Jakarta ia kemudian menjadi Presiden RI. Kalau Ahok tidak di DKI Jakarta belum tentu seramai seperti sekarang. Harus kita akui bahwa Ahok didukung banyak tokoh politik dan tokoh bangsa, dan banyak juga media yang mendukungnya,” terangnya.

          Hanya saja, kata Soleman Matippanna, ke depan Ahok sebagai anak Tuhan (orang Kristen) kalau berbicara di depan publik, apalagi di televisi harus bisa mengontrol ucapannya, agar tidak membuat masalah. “Pemimpin itu harus bisa menguasai diri dan mengontrol ucapan. Harus kita akui bahwa Ahok merupakan pemberian Tuhan yang luar biasa bagi Indonesia. Dia berani menentang korupsi dan membenahi sistem lama. Tetap kita doakan agar Ahok bisa berkontribusi di tengah bangsa dan negara ini. Kalau kita bisa melewati proses Pilkada DKI Jakarta ini dengan baik, itu merupakan pendewasaan kita dalam berdemokrasi,” pungkasnya.

          “Bagaimana dampak pilkada bagi bangsa kita, umat kita mesti ikut memikirkannya. Mari kita orang Kristen tetap bersikap baik, santun dan tulus dalam ikut serta mendukung dan mendoakan bangsa ini agar semakin baik. Kalau politik berubah-ubah, maka itu pun sangat berpengaruh pada ekonomi kita. Bicara soal politik, maka itu erat kaitannya dengan pemimpin dan kebijakan-kebijakannya. Dan kebijakan-kebijakan dari para pemimpin politik itu jelas sangat berpengaruh pada kehidupan masyarakat. Dan kita pun jangan dianggap minoritas di negeri ini, karena kita pun ikut membangun negeri ini,” tegasnya. KS

Berita Terkait