Doa Bersama Digelar untuk Kedamaian dan Kesatuan Indonesia

896 dibaca
Pdt. DR. Mulyadi Sulaeman dari PGPI saat membubuhkan tanda tangan di naskah “Doa Syukur untuk Tanah Air Indonesia.”

Beritanarwastu.com. Menyikapi kondisi bangsa yang menimbulkan kekhawatiran di tengah-tengah masyarakat belakangan ini, warga gereja dari berbagai denominasi, baik Protestan maupun Katolik, menggelar doa bersama di Gereja Katolik Santo Yakobus, Kelapa Gading, Jakarta, pada Jumat, 2 Juni 2017 lalu. Doa bersama yang mengusung tema “Doa Ekumene untuk Kedamaian dan Kesatuan Indonesia” ini, didukung oleh Komisi HAK KWI, PGI, PGLII, PGPI, PBI, Bala Keselamatan, Advent, Ortodox, JDN (Jaringan Doa Nasional), dan Indonesia One.

Dalam doa tersebut, umat memohon berkat Tuhan bagi semua yang telah memperjuangkan kemerdekaan tanah air Indonesia, memberkati para pemimpin bangsa ini agar dapat memimpin berdasarkan keadilan dan kebenaran Tuhan, serta mengedepankan kesejahteraan rakyat.

Para pendeta, pastor, pimpinan lembaga gerejawi serta jemaat ketika menaikkan doa bersama.

 

Selain itu, didoakan para pemimpin bangsa supaya membebaskan bangsa ini dari bahaya bencana alam, kelaparan, wabah penyakit, ancaman perselisihan, tindakan kekerasan yang mencederai persatuan, kesatuan, dan kebhinnekaan bangsa Indonesia. “Bantulah kami mewujudkan tanah air yang adil, makmur, aman, damai, dan sejahtera demi tegaknya NKRI berdasarkan Pancasila,” demikian seruan doa tersebut.

Usai doa bersama, para pimpinan lembaga gerejawi menandatangani naskah “Doa Syukur untuk Tanah Air Indonesia” yang kemudian diserahkan kepada Pemerintah melalui perwakilan dari Kemenpolhukam RI yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Sebelumnya, secara bergantian para pimpinan lembaga gerejawi menaikkan doa syafaat dengan beberapa topik doa, seperti kesatuan gereja sebagai tubuh Kristus dan syukur 500 tahun Reformasi, kebangunan rohani bagi umat Tuhan, kesatuan keluarga, anak dan remaja, kesatuan bangsa dan negara, pemimpin agama dan umat beragama, penegakan hukun dan keamanan, serta pemimpin pemerintahan. TG

 

Berita Terkait