Engkau Sempurna di Dalam Kristus

• Oleh: Pdt. Dr. Tjepy Jones Budidharma 52 dibaca
• Penulis adalah rohaniwan, tinggal di Jakarta.

   Beritanarwastu.com. Kolose 2:10,  Dan kamu telah dipenuhi  di dalam Dia {complete in Him}.

 Dialah kepala semua pemerintah dan penguasa. Kesempurnaan kita dalam Kristus adalah sesuatu hal yang sudah terjadi, dan bukan yang akan terjadi. Tetapi sebelum itu mari renungkan sejenak, pernahkah dalam rentang hidup kita sampai saat ini ada saat di mana kita secara pribadi datang dalam doa kepada Tuhan Yesus untuk melakukan Firman Tuhan yang tertulis di Kitab Roma 10:9 yang berkata, Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.” Ini adalah langkah awal setiap orang untuk menjadi sempurna mengalami kelahiran baru oleh Firman itu sendiri (1 Petrus 1:23).

Karena Firman adalah Roh, maka yang menjadi ciptaan baru dan sempurna adalah roh kita, yaitu roh kita yang bersatu dengan Roh Allah (1 Korintus 6:17). Jiwa dan tubuh kita tidak pernah dilahirkan kembali tetapi mereka harus mengalami proses “transformasi” melalui pembaharuan pikiran di sepanjang hidup kita (Roma 12:1-2). Apa yang terjadi dalam proses pembaharuan pikiran dengan Firman Allah adalah proses di mana oleh Firman Allah kita memanifestasikan kesempurnaan kita dari dalam roh kepada jiwa dan tubuh kita, sehingga jiwa kita yang pada mulanya memiliki pikiran, perasaan, dan kehendaknya sendiri berubah menjadi memiliki pikiran Allah, perasaan Allah, dan kehendak Allah.

Kemudian selanjutnya di dalam jiwa yang sehat ini, maka akan terjadilah tubuh yang sehat dan kuat juga. Demikianlah proses transformasi itu menyempurnakan roh, jiwa, dan tubuh kita dari pengaruh dunia luar (1 Tesalonika 5:23). Berjalan dalam kesempurnaan Kristus adalah kehendak Allah bagi setiap kita, karena kebenaran Allah harus nyata melalui kehidupan kita, baik dalam perkataan maupun perbuatan kita, yaitu kebenaran yang seturut dengan apa yang tertulis di dalam FirmanNya. Alkitab menulis bahwa kita harus berdoa untuk bangsa dan negara kita, karena kesejahteraan negara kita adalah juga kesejahteraan kita (Yeremia 29:7).

Berkati negara kita dan jangan pernah mengutuk, hormati dan tunduk kepada pemerintah yang ada, karena pemerintahan itu dari Allah. Banyak Firman yang senada dengan itu, dan itu bukanlah “positif thinking” melainkan Firman Allah yang hidup yang akan melakukan apa saja yang tertulis di dalamnya dan akan selalu berhasil (Yeremia 55:11). Sekalipun adakalanya kita merasa tertekan, maka Firman Allah mengajarkan jangan membalas karena pembalasan itu milik Allah (Ibrani 10:30). Selain itu, kita bisa aktif menyuarakan kebenaran dengan hikmat Allah melalui koridor hukum dan tata tertib yang berlaku di negeri ini, dan jangan diam.

Nabi Habakuk menulis,Itulah sebabnya hukum kehilangan kekuatannya dan tidak pernah muncul keadilan, sebab orang fasik mengepung orang benar; itulah sebabnya keadilan muncul terbalik (Hab. 1:4). Perhatikan bahwa kuncinya adalah karena orang benar tidak berjalan dalam hikmat Allah, sehingga tertekan, padahal Tuhan Yesus berkata mengenai gerejaNya bahwa, “…di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya...” (Matius 16:18).

Ditulis 1 Korintus 15:34 (dalam versi King James), Awake to righteousness, and sin not…”, mengajak kita semua untuk sadar dan bangkit atas kebenaran yang ada di dalam roh kita. Lalu apa maksudnya “jangan berdosa” dalam konteks ini? Kalimat selanjutnya berbicara tentang pengenalan akan Allah dalam FirmanNya. Jadi penuhi pikiran, perasaan, kehendak kita dengan Firman Allah dan berjalanlah sebagai orang sempurna di dalam Kristus Yesus. Kita bukan hanya menjadi Daniel atau Yusuf masa kini, tetapi kehendak Allah adalah bahwa kita menjadi Kristus Yesus yang berjalan di negeri ini, seperti tertulis, “Because as He is, so are we in this world (1 Yohanes 4:17). 

Berita Terkait