FH UKI Angkatan 1981 Bangun Persekutuan Doa

544 dibaca
Seusai acara ibadah Persekutuan Doa FH UKI Angkatan 1981.

 Beritanarwastu.com. Membangun persekutuan di dalam Tuhan tentu memberikan banyak manfaat bagi siapa saja yang mengimaniNya. Apalagi jika pertemuan tersebut sekaligus menjadi ajang reunian di bangku kuliah dulu. Itulah yang dilakukan Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia (FH UKI) Angkatan Tahun 1981. Persekutuan Doa (PD) yang diprakarsai oleh advokat/pengacara handal Halomoan Sianturi, S.H. ini mengambil tema “Kebersamaan di Dalam Kasih…Menguatkan” diadakan di Bellagio Boutique Mall, LG-No. 25, Mega Kuningan, Jakarta, pada Selasa 21 Februari 2017.

Saat ibadah pembukaan, lagu pujian penyembahan seperti Lebih dari Pemenang, Sungai Sukacita, Ku Siapkan Hatiku Tuhan dan lain sebagainya dinaikkan. Dalam pemaparan Firman Tuhan oleh Pdt. DR. Nus Reimas yang diambil dari 1 Yohanes 4:7-12 dikatakan, saat ini merupakan era globalisasi, yang menyebabkan manusia memiliki kecenderungan sikap egoistis, matrealistis, dan konsumtif. Padahal Allah memiliki tujuan dalam setiap kita, yakni, pertama, Allah menciptakan manusia segambar dengan diriNya, karena Tuhan sangat mengasihi kita.

Kedua, Allah yang memiliki inisiatif kepada Adam dan Hawa yang sudah berdosa. Bahwa kebersamaan dalam kasih itu inisiatif  Allah. Apalagi di zaman sekarang, di mana kasih menjadi tawar.  “Bukan satu kebetulan jika FH UKI bisa menjadi utusan Injil di manapun berada dengan cara membawa kasih di tengah-tengah masyarakat. Karena kasih Allah ada di dalam kita. Mari membangun dalam kasih, seperti Yesus yang telah lakukan di dalam kita,” kata Pdt. Nus Reimas yang juga Pembina Majalah NARWASTU dan Ketua Majelis Pertimbangan PGLII serta tokoh lintas agama.

Walaupun di ibadah tersebut tidak semua alumni FH UKI Angkatan 1981 hadir, karena faktor kesibukan dan lain sebagainya, akan tetapi kehangatan dan kebersamaan di antara mereka sangat terasa. Yang menarik lagi, yang beragama lain pun dari angkatan tersebut ada yang menyempatkan datang guna menyapa dan saling melepas kerinduannya serta mengenang saat duduk di bangku kuliah dulu. Kendati berbeda, namun keragaman tersebut justru menguatkan persaudaraan di antara mereka.

Menurut Halomoan Sianturi yang termasuk pengurus DPN PERADI, dan salah satu figur yang termasuk dalam “21 Tokoh Kristiani 2014 Pilihan NARWASTU” kendati dalam acara tersebut yang datang kurang dari 50 orang, akan tetapi FH UKI Angkatan 1981 ini bisa membantu dan memberi keteduhan. Maka, ujarnya, menjadi tugas kita untuk melayani dan bukan dilayani lewat masing-masing profesi yang kita emban, yakni menjadi profesional di masing-masing bidang. “Yang takut akan Tuhan, menjadi garam dan terang di tengah-tengah masyarakat,” pungkasnya.

Di ujung wawancaranya dengan Majalah NARWASTU ia menambahkan, “Seperti yang dikatakan oleh Pdt. Nus Reimas, kita harus saling mengasihi. Dan dengan adanya Persekutuan Doa ini kita bisa berkumpul dan mengasihi dalam segala hal. Ke depannya kita semua berharap akan lebih banyak lagi yang datang, mengingat kapasitas tempat ini untuk lima puluh orang, dan jarang sekali bisa mencapai itu. Tapi, inilah tantangannya. Dan semoga akan terus berlanjut sampai ke tahun-tahun berikutnya,” ujar Halomoan Sianturi tersenyum. Di akhir ibadah tersebut ditutup dengan ramah tamah dan foto bersama. BTY

Berita Terkait