Pdt. DR. Nus Reimas.
Film Kiamat “2012” Punya Makna Peringatan Pada Umat

4202 dibaca


               beritanarwastu.com. Film tentang kiamat berjudul 2012 yang diputar di seluruh dunia sejak akhir 2009 lalu, punya makna warning (peringatan) agar umat manusia melihat bahwa hidup ini ada batasnya. Film ini punya pesan spiritual, yang bisa menyadarkan orang bahwa manusia pada suatu saat akan menghadap Sang Pencipta (Tuhan). Jadi kita harus menata kehidupan ini agar bermakna bagi banyak orang, sehingga saat kita masuk ke dalam “bahtera” itu, Sang Pencipta menyambut kita dengan tersenyum.

                Demikian diungkapkan rohaniwan yang juga mantan Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja dan lembaga-lembaga Injili Indonesia (PGLII), Pdt. DR. Nus Reimas saat diminta majalah ini tanggapannya atas film 2012 yang cukup menghebohkan, karena banyak menggambarkan gempa dahsyat, tsunami dan bumi yang hancur akibat terjadinya kiamat. Menurut mantan Direktur Nasional LPMI (Lembaga Pelayanan Mahasiswa Indonesia) ini, orang punya banyak pemahaman tentang kiamat.

                “Ada yang bilang, kiamat itu akhir zaman. Ada juga yang menyebut bahwa langit dan bumi akan lenyap, dan kita akan menghadapi langit dan bumi yang benar-benar baru,” ujarnya. Berbicara tentang film 2012 yang dibanjiri orang di bioskop-bioskop di berbagai kota di dunia, menurut Pdt. Nus Reimas, “Memang promosi film tersebut cukup bagus, lalu diputar serentak di dunia. Kemudian ceritanya cukup menakutkan banyak orang, karena menggambarkan tentang dunia yang hancur. Lalu orang makin penasaran menontonnya, karena ada pemuka agama yang melarang umat menontonnya. Padahal kalau orang kita dilarang untuk menonton sesuatu, maka ia akan semakin penasaran untuk menontonnya,” terang Ketua Majelis Pertimbangan PGLII ini.

                Ramalan suku Maya yang mengatakan, 21 Desember 2012 akan kiamat, pasti mereka punya landasan. Bisa saja itu diilhami oleh isi Alkitab, “Tapi, sekali lagi saya ingatkan bahwa tak ada seorang pun yang tahu kapan kiamat akan terjadi. Itu rahasia Allah semata. Bisa saja kiamat esok, lusa atau kapan saja, dan kita tidak tahu. Tapi sebagai orang percaya kita tidak perlu takut dengan isu kiamat. Kekristenan itu dibangun dengan dasar pengharapan, yaitu pengharapan akan datangnya Yesus Kristus yang kedua kalinya,” terang salah satu Penasihat Persekutuan Wartawan Media Kristiani Indonesia (PERWAMKI) ini.

                Untuk menghadapi kehidupan di akhir zaman, katanya, “Pastikan bahwa kita sudah dapat ‘tiket’ untuk masuk ke ‘bahtera’ itu. Dan tiket tersebut hanya bisa kita peroleh dengan percaya kepada Sang Juruselamat Yesus. Dan sebenarnya inilah yang dinantikan gereja Tuhan untuk membawa umat agar lebih dekat pada Yesus Kristus. Makanya, saya melihat film 2012 dari sisi positif. Ketika digambarkan di film 2012 bahwa hanya orang yang punya uang satu juta euro yang bisa masuk bahtera agar selamat, iya, itu kan rekaan pembuat ceritanya,” paparnya.

                “Lha, kalau hanya orang yang punya uang satu juta euro yang bisa masuk bahtera, berarti  banyak  orang tidak akan selamat. Makanya, itu direka-reka oleh pembuat filmnya saja. Saya punya catatan tentang film kiamat 2012. Pertama, ini punya makna bahwa pada saatnya kita akan dipanggil Tuhan, karena kita punya batas untuk mendiami bumi ini, Kedua, melalui film 2012 kita disadarkan bahwa dunia ini fana, dan tak ada yang kekal,” paparnya.

                Seperti tertulis di Yohanes 3:16, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal supaya  setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal”. “Karenanya kalau sudah terjadi kiamat orang tidak bisa lagi mengandalkan kekayaan atau kekuasaan, dan hanya Yesus satu-satunya penyelamat kita. Di Kisah Rasul 4:12 juga disampaikan, di bawah kolong langit ini tak ada nama lain yang bisa menyelamatkan selain nama Yesus,” terangnya.

                Ketiga, film 2012 menggugah kita supaya makin sadar dan selalu siap, “Karena kita tidak tahu kapan terjadi kiamat. Manusia sekarang enjoy dengan hidupnya, individualistis dan materialistis. Kita mesti ingat, cepat atau lambat memang dunia ini akan kiamat. Kalau saya ditanya, apa sudah siap menghadapi kiamat bila terjadi tahun 2012, saya akan menjawab, ‘Puji Tuhan, berarti saya akan masuk dalam kekekalan dan Yesus Kristus adalah Juruselamat saya,” ujarnya.

                “Yesus jadi Juruselamat bagi setiap orang yang percaya, itu merupakan anugerah, karena kita sebenarnya tidak layak menerima anugerah itu. Tapi karena kasih Tuhan, anugerah itu kita terima. Saya sebagai hamba Tuhan sangat bersukacita karena saya menerima anugerah keselamatan dari Yesus Kristus. Makanya, ada yang menyampaikan kepada saya, baik melalui telepon, SMS dan menyampaikan langsung bahwa setelah film 2012 itu beredar, banyak orang yang makin giat datang ke gereja. Iya, berarti pesan dalam film itu menggugah orang agar semakin dekat kepada Tuhan,” ujar pria berdarah Ambon yang juga tokoh lintas agama ini. MN

Berita Terkait