Firman Tuhan Disampaikan Pembina NARWASTU di PD Bellagio Mall

737 dibaca
Pdt. DR. Nus Reimas diabadikan bersama tim PD Bellagio Mall yang dipimpin Halomoan Sianturi, S.H.

beritianarwastu.com.  Pada Jumat siang, 9 September 2016 lalu kaum profesional yang tergabung di Persekutuan Doa (PD)  Bellagio Mall di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, mengadakan sebuah ibadah. PD Bellagio dipimpin pengacara/advokat yang cerdas dan religius, Halomoan Sianturi, S.H. yang termasuk juga dalam “21 Tokoh Kristiani 2014 Pilihan NARWASTU.

  Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. DR. Nus Reimas dengan tema “Bagaimana Melembutkan Hati yang Keras.” Menurut Pdt. Nus Reimas, setiap hari setiap satu jam ada orang bunuh diri. Pasti persoalannya dari hati ke pikiran. Koran Kompas membahas ada empat krisis, yaitu krisis politik, krisis perangkat negara, krisis cara berpikir orang, dan keempat krisis moral. Semua ini berasal dari hati.

Ditulis di Markus 7:21-23, sebab dari dalam hati orang timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujatan, kesombongan, dan kebebalan. Dan semua hal jahat ini timbul dari dalam hati dan menajiskan orang. Pdt. Nus Reimas menerangkan, manusia itu rusak sejak manusia jatuh di dalam dosa. Lingkaran pertama ini putus, yaitu hubungan dengan Allah

Jadi manusia dikuasai oleh keangkuhannya sendiri. Kain membunuh Habel, saling mempersalahkan. Adam mempersalahkan Hawa, dan Hawa mempersalahkan iblis. Hati ini makin lama makin menjadi pusat perhatian. Dan di dalam Alkitab ada ditulis 707 ayat-ayat yang berkata tentang hati. Kalau hati kita keras, maka rusak dirinya, dan merusak istrinya, merusak suaminya, dan merusak semuanya, termasuk rusak pekerjaannya. Tapi kalau hati kita lembut, kata Pdt. Nus Reimas, itu menjadi indah, dekat dan mudah bersekutu dengan Tuhan.

Menurut Ketua Dewan Pembina LPMI dan Pembina Majalah NARWASTU ini, kalau kita perhatikan sejarah keselamatan, hati yang keras membuat Adam dan Hawa bersembunyi. “Adam dan Hawa bersembunyi, karena hatinya mempengaruhi pikirannya. Dan pikirannya jalan, lalu Adam dan Hawa menutupi dosa dengan caranya sendiri, berpakaian dari daun-daunan. Tetapi yang menarik, Tuhan datang dan sanggup memuliakan. Pertanyaan Tuhan pertama, Adam di manakah engkau. Tuhan tahu di mana Adam dan Hawa, tapi diperlukan kejujuran dari Adam dan Hawa,” paparnya

Adam jujur dan mengatakan, “Kami ada di sini, tapi kami malu. Padahal mereka sudah membuat pakaian dari daun-daunan. Lalu Allah menyembelih binatang, darahnya ditumpahkan dan kulitnya dipakai untuk pakaian menggantikan pakaian Adam dan Hawa, lalu terjadilah pemulihan umat. Dalam Perjanjian Baru di Yohanes 1:29 ditulis, lihatlah Anak Domba Allah yang telah datang, untuk menghapus dosa seisi dunia. Kalau di Perjanjian Lama korban-korban berupa binatang yang disembelih itu korban untuk mengcover, tapi korban Yesus datang untuk menghapus dosa.

Persoalannya berapa banyak orang yang membuka hatinya, dan menerima Yesus sebagai Juruselamat. Ketika Yesus masuk ke dalam hati, Ia menjadi Tuhan dan Raja. Dia yang melembutkan hati kita, ingat Galatia 5:20-23 tentang buah Roh, yaitu kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri. Menurut Pdt. Nus Reimas, kedagingan manusia itu keras, dan hanya Roh Kudus yangn bisa membuatnya cair.

Ketika kita percaya hidup kita dipimpin oleh Roh Kudus, hati yang keras itu menjadi lembut, luarnya keras, tetapi dalamnya lembut. “Persoalannya berapa banyak orang yang membiarkan Tuhan Yesus berdiam di dalam dirinya. Ke gereja tiap Minggu, dengar khotbah, tetapi mempertahankan pemikirannya sendiri, dan ini yang merusak. Kalau kita perhatikan ada pertanyaan besar, apakah saya hidup dari apa yang saya percayai. Banyak jemaat, juga pendeta tidak hidup dari apa yang ia khotbahkan, dan tidak hidup dari kebenaran,” cetus tokoh lintas agama dan Ketua Majelis Pertimbangan PGLII ini.

 Berapa banyak pendeta perokok, peminum, pemakai narkoba dan pengedar narkoba. “Itu menjadi gambaran supaya kita bisa melihat berapa banyak orang Kristen bisa jadi pembunuh, penipu, koruptor, dan lain-lain. Terjadi karena mereka tidak hidup dari apa yang ia percayai, hatinya keras, dan egonya berbicara, mengapa. Ini adalah gambaran kehidupan gereja di masyarakat. Sebab dari dalam hati keluar semua yang tidak baik, karena hati itu dikuasai dirinya sendiri,” tukas Penasihat FORKOM NARWASTU ini.

 Di 2 Tawarikh 16:9-10 ditulis, mata Tuhan menjelajah ke seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia. Jadi kalau kita bersungguh hati kepada Tuhan, kita akan enjoy, bisa menikmati hidup. Amsal 4:23 menulis, jagalah hatimu dari segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. Kalau tidak dijaga sedikit, masuk virus sakit hati, virus suka mengeluh, virus iri hati, dan banyak orang suka mengisi dirinya dengan virus.

“Hati kita itu harus dikuasai dengan kasih, sukacita, damai sejahtera dan kelemahlembutan,” ujarnya. Ibrani 4:7-13 menulis, Firman itu lebih tajam dari pedang bermata dua. Ketika kita mendengar Firman Tuhan, kita harus menggodok hati kita, menembus hati kita, membedakan yang benar dan tidak benar. “Juga kita harus mengubah kehidupan kita, dan belajar menurut apa kata Tuhan. Dan apa yang Tuhan janjikan, dan apa kata Dia (kata hati),” paparnya.

Pdt. Nus Reimas menambahkan, banyak orang yang tidak bisa menikmati hidup ini, karena tak ada Roh Kudus di hatinya. “Saya menikmati hidup ini, karena saya bergantung kepada apa kata Tuhan.  Firman Tuhan itu berkuasa. Berkuasa untuk mengubah, dan Roh Kudus yang menghidupkan Firman di dalam diri kita. Roh Kudus yang membuat kita tenang dan senang. Paulus bilang, bersukacitalah senantiasa di dalam Tuhan. Jadi jangan sampai masalah apapun mengambil tempat di hati kita, sehingga kita menikmati kehadiran Tuhan selama 24 jam dalam satu hari. JK

Berita Terkait