Ir. Soleman Matippanna, S.T.
Generasi Muda Harus Dibimbing agar Semakin Mencintai Pancasila

637 dibaca
Ir. Soleman Matippanna, S.T. ketika siaran bersama aktivis gereja Pdt. Yerry Tawalujan, M.Th di Radio Pelita Kasih (RPK) 96,30 FM Jakarta.

                BERITANARWASTU.COM. Dengan adanya Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP), kita tentu berharap agar Pancasila sebagai pemersatu, ideologi dan dasar negara bisa semakin dicintai generasi muda bangsa ini. Bangsa ini bisa bertahan hingga kemerdekaan kita yang sudah 72 tahun sekarang, karena ada Pancasila. Kita selama ini melihat banyak gerakan yang ingin mengganti ideologi Pancasila, termasuk dengan adanya gerakan intoleran dan radikalisme. Sehingga anak-anak muda bangsa harus terus didorong agar semakin memahami nilai-nilai Pancasila.

                Demikian diungkapkan tokoh muda Kristiani, Ir. Soleman Matippanna, S.T. yang juga Pembina Yayasan Karmel Ministry Indonesia (YKMI) dan seorang pengusaha muda serta Ketua DPD MUKI (Majelis Umat Kristen Indonesia) Bogor kepada Majalah NARWASTU baru-baru ini, ketika bicara Pancasila dari kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-72 tahun pada 2017 ini. “Persoalan Pancasila ini sangat penting, karena menyangkut masa depan bangsa. Jadi gerakan menegakkan Pancasila mesti disampaikan juga kepada generasi muda agar mereka tahu tentang nilai-nilai Pancasila. Dan itu juga saya sampaikan saat siaran di Radio Pelita Kasih (RPK) baru-baru ini,” pungkasnya.

                Menurut pria berdarah Toraja yang mantan aktivis mahasiswa di Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, dan termasuk dalam “21 Tokoh Kristiani 2016 Pilihan Majalah NARWASTU” ini, dari dalam negeri sendiri masih ada kita lihat ormas-ormas yang anti-Pancasila. Dan dilakukan gerakan-gerakan radikalisme yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. Sehingga masyarakat dan negara harus punya pemahaman yang matang dan kuat soal Pancasila. PR (pekerjaan rumah) besar kita adalah bagaimana mengangkat nilai-nilai luhur Pancasila supaya generasi muda semakin mencintai Pancasila,” ujar Soleman Matippanna.

                UKP-PIP yang dimotori sejumlah tokoh nasionalis dan Pancasilais, katanya, diharapkan bisa menjadi motor atau penggerak agar anak-anak bangsa ini semakin memahami Pancasila. UKP-PIP tentu harus bekerja sama dengan lembaga-lembaga lainnya, termasuk dengan lembaga gereja atau ormas Kristen. “Pancasila sebagai falsafah bangsa, dasar negara serta ideologi, itu tak lepas dari doktrin. Dengan doktrin itulah, maka setiap orang nanti akan semakin yakin dengan ideologi Pancasila. Pancasila sebagai pemersatu pun harus masuk ke kampus-kampus dan sekolah-sekolah. Dan ideologi bangsa kita jangan sampai dijatuhkan, karena akibatnya nanti akan fatal,” paparnya.

                Sekarang, kata Soleman, anak-anak muda atau remaja senang memanfaatkan gadget atau media sosial (medsos), sehingga UKP-PIP harus berpikir agar melalui medsos atau digital teknologi dipromosikan atau digaungkan terus nilai-nilai Pancasila. Apakah itu lewat kuis, game atau artikel singkat menarik agar anak-anak muda, remaja atau SD serta TK tertarik dan paham. “Termasuk lewat film-film atau sinetron TV perlu diupayakan agar ada pesan-pesan di dalam ceritanya soal Pancasila. Juga agar setiap stasiun TV perlu memberi ruang untuk terus menggaungkan nilai-nilai Pancasila ke tengah masyarakat. Karena media itu pengaruhnya dahsyat,” ujarnya.

                Berbicara soal Indonesia yang sudah 72 tahun merdeka, kata Soleman Matippanna, bangsa ini memang perlu terus berefleksi tentang kemerdekaan negerinya. “Saya kebetulan orang bisnis. Saya melihat ekonomi kita belum bisa merdeka tanpa pengaruh dari luar. Bangsa kita pun belum merdeka dari pikiran-pikiran yang seharusnya tak patut dilakukan, misalnya, kasus korupsi. Ini sangat fatal. Karena uang yang mestinya dipakai untuk pembangunan dan kesejahteraan rakyat diselewengkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab. Indonesia masih negara berkembang, belum negara maju,” papar pria cerdas, religius dan nasionalis ini.

 

Ir. Soleman Matippanna, S.T. bersama istri tercinta.

 

                “Kemerdekaan yang hakiki bisa kita capai jika sudah tercapai keadilan sosial, misalnya, bebas beribadah, bebas mencari nafkah, bebas mendapat pendidikan yang layak dan bisa hidup nyaman sehari-hari. Demikian pula dalam berdemokrasi, kita harus berupaya agar demokrasi kita sehat. Perlu ada kesamaan dalam hak berpolitik, misalnya, dari mana pun asalnya bisa duduk di jabatan politik untuk mensejahterakan rakyat,” cetus pria yang kini banyak ditawari sejumlah partai politik untuk bergabung, namun Soleman Matippanna belum tertarik.

“Keputusan-keputusan politik pun kita harapkan bisa memberi manfaat pada banyak orang dan sehat. PR bangsa ini adalah terus membangun demokrasi yang sehat. Kita jangan seperti demokrasi yang lalu, yang tidak taat pada undang-undang. Demokrasi kita jangan lagi dibawa seperti demokrasi di era Orde Baru,” pungkas Soleman Matippanna yang baru-baru ini bersama YKMI berperan signifikan menyukseskan KKR Paskah se-Bogor Raya di Sentul. KS

Berita Terkait