Pdt. Dr. Mulyadi Sulaeman
GSPDI Jemaat Filadelfia Membuka Tempat Ibadah di Permata Hijau

1733 dibaca
Pdt. Dr. Mulyadi Sulaeman bersama istri tercinta saat menggunting pita.

Pada Sabtu, 30 April 2016 lalu, tepat pukul 10.00 pagi, GSPDI (Gereja Sidang Pantekosta di Indonesia) Jemaat Filadelfia mengadakan pentahbisan pembukaan House of Filadelfia di tempat baru di Belleza Shopping Mall, Arcade Lantai 3 Unit SA 78­79 Permata Hijau, Jakarta Selatan. Acara pembukaan dimulai dengan pembacaan Firman Tuhan dari Mazmur 100:1­5, “Pujilah Allah dalam BaitNya. Mazmur untuk korban syukur, bersorak­soraklah bagi Tuhan, hai seluruh bumi. Beribadahlah kepada Tuhan dengan sukacita, datanglah ke hadapanNya dengan sorak­sorai. Ketahuilah bahwa Tuhanlah Allah, Dialah yang menjadikan kita dan punya Dialah kita, UmatNya dan kawanan domba gembalaanNya...Bersyukurlah kepadaNya dan pujilah namaNya. Sebab Tuhan itu baik, kasih setiaNya untuk selama- lamanya, dan kesetiaanNya tetap turun­temurun.” Kemudian saat memasuki ruang ibadah dinyanyikan lagu Indonesia Raya oleh undangan, disambung dengan sambutan oleh Bapak Gembala Sidang dari House of Filadelfia, Pdt. DR. Mulyadi Sulaeman. Ia mengucapkan terima kasih atas rahmat dan karunia Tuhan Yang Maha Esa. “Yang kami hormati Bapak Wali Kota Jakarta Selatan, dari FKUB dan teman­teman yang kami hormati Bapak Kapolsek, Departemen Agama, Ibu Pembimas Kristen Jakarta, serta Majelis Pusat Gereja Sidang Pantekosta di Indonesia dan juga dari Jaringan Doa Nasional, dan Majelis Rakyat SPGI Filadelfia 3, dan seluruh jemaat yang kami cintai, salam sejahtera bagi kita semua, syalom,” ujar aktivis yang giat di dalam kesatuan gereja­gereja itu.

Menurut Pdt. Mulyadi, satu hal yang tidak pernah ia bayangkan bahwa mereka akan pindah ke Belleza Shopping Mall, sekitar 10 tahun lalu itu jadi mimpi. “Setiap lewat daerah ini, saya lihat mall ini agak beda. Jadi satu kerinduan, bahwa kita akan ada di saat beribadah di tempat yang berubah, tapi itu hanya menjadi mimpi dan harapan berbagai proses selama 10 tahun ini, Tuhan kehendaki GSPDI Jemaat Filadelfia ada di Belleza ini, tempat ini kita sebut House of Filadelfia atau rumah persahabatan. Karena kita boleh bersahabat dengan siapa saja, memang itu menjadi satu patokan Filadelfia dalam arti sesungguhnya, yang artinya kasih persaudaraan,” terangnya.

Di Kitab Suci sebagai ukuran bukan hanya dengan saudara seiman, tetapi sebagai bangsa Indonesia yang mejemuk ini, kita boleh saling memberkati. “Biarlah GSPDI Jemaat Filadelfia menjadi salah satu jawaban untuk generasi mendatang, khususnya anak­anak kita, supaya mereka memiliki iman teguh dan kuat. Kriminalitas atau kejahatan di masyarakat pada saat ini, sesungguhnya dapat diatasi dengan masyarakat beriman. Sebab itu, doa restu dari saudara di tempat ini betul­betul kami harapkan, yang lemah jadi kuat, yang sakit disembuhkan, dan yang terluka diobati dan bangkit. Sekali lagi terima kasih pada seluruh pihak, terima kasih juga pada istri saya yang tercinta Ibu Helly, karena ia yang paling banyak berkorban dan membantu, Tuhan kiranya memberkati kita semua,” ujar Pdt. Sulaeman, yang juga Fasilitator JDN dan termasuk dalam “21 Tokoh Kristiani 2015 Pilihan NARWASTU”.

Hadir juga pada kesempatan ini, Pembimas Kristen DKI Jakarta, Lisa Mulyati S.Sos., M.Si dan memberi kata sambutan. “Izinkan saya untuk menyampaikan ucapan syukur pada Tuhan kita Yesus Kristus, atas berkat serta kasihNya, sehingga jemaat House of Filadelfia bisa menempati ruang penuh berkat Tuhan yang sungguh melimpah bagi jemaat di tempat ini. Bapak dan ibu sekalian izinkan saya mengingatkan, bagaimana kita menjadi teladan di tengah­tengah lingkungan kita, yang tadi pemilik gedung ini mengatakan, ada tujuh gereja di Belleza Shopping Mall dengan ketujuh gereja ini bagaimana kita membangun persahabatan,” katanya.

Katanya, marilah kita menunjukkan kita adalah umat Tuhan Yesus, yang harus betul­betul membangun kebersamaan. Jadi kita menjadi kitab yang dibaca semua orang, jadilah teladan di lingkungan, kita harus bersinergi di antara gereja yang ada di sini. “Atas peresmian gereja Rumah Persahabatan ini, selamat, Tuhan memberkati kita semua,” pungkasnya.

Sedangkan Firman Tuhan dibawakan oleh Pdt. Rikson Sitorus. Renungan diambil dari 2 Tawarikh 5 tentang pentahbisan bait suci. Menurut Pdt. Rikson Sitorus, kalau gereja ingin maju, gereja harus punya empat poin, pertama, imam. Pada pentahbisan gereja, tugas imam adalah mengangkut seluruh perlengkapan. Imam sama dengan Firman Allah. Tugas imam seperti seorang Bapa yang memberikan anaknya makan. Jadi gereja bertumbuh, imam sejati, yaitu hamba Tuhan yang dekat dengan Tuhan. Dari zaman dulu sampai sekarang imam adalah orang yang dipakai Tuhan memulihkan umatNya, menasihati umat Tuhan, bahkan memperkaya umat Tuhan.

Kedua, doa. Dalam Tawarikh 6:20, kiranya mataMu terbuka terhadap rumah ini, siang dan malam, terhadap tempat yang Kau katakan akan menjadi kediaman namaMu dengarkanlah doa hambaMu panjatkan di tempat ini. Kalau gereja mau maju harus ada doa, karena doa alat intimasi dengan Tuhan, seperti anak­anak lahir dari hubungan intimasi seorang istri dengan suami. Gereja intim dengan Tuhan lewat doa akan melahirkan jiwa­jiwa. Doa sesuatu yang harus kita pelihara dalam hidup, karena doa luar biasa. Ketiga, praise and worship. 2 Tawarikh 7:3, ketika segenap orang Israel melihat api itu turun dan kemuliaan Tuhan meliputi rumah itu, berlututlah mereka di atas lantai dengan muka sampai ke tanah lalu sujud menyembah dan menyanyikan syukur bagi Tuhan, sebab Ia baik, bahwasanya untuk selama­lamanya kasih setiaNya.

Gereja kalau mau maju harus ada praise and worship. Praise and worship sesuatu yang luar biasa karena memberikan kemuliaan kepada Tuhan, sehingga menyenangkan hati Tuhan. Keempat, korban. 2 Tawarikh 7:4­5, lalu raja bersama­sama seluruh bangsa mempersembahkan korban sembelihan di hadapan Tuhan. “Korban di gereja saat ini, seperti mempersembahan seluruh talenta yang kita miliki beserta kekuatannya kepada Tuhan. Mari kita mengambil sikap yang benar, sesuai Firman Tuhan,” katanya.

Sedangkan Pdt. Mulyadi Sulaeman kepada wartawan di sela­sela acara tersebut menuturkan, ia memilih untuk pindah ke Belleza Shopping Mall, karena sebenarnya sudah cukup lama GSPDI Jemaat Filadelfia berpindah­pindah. Terakhir Gereja GSPDI Jemaat Filadelfia di Pulo Kenanga, tapi karena ada resolusi tahun lalu, akhirnya Pdt. Mulyadi dan jemaat Filadelfia memutuskan pindah ke Belleza Shopping Mall. Dan saat ini jemaat Filadelfia yang beribadah di Belleza ada 400 sampai 500 orang.

Dan harapan Pdt. Mulyadi agar selalu menjadi berkat di sini, bisa bertumbuh dan berkembang, karena tema yang dipegang oleh GSPDI Jemaat Filadelfia The God to Great, ini yang menjadi tema GSPDI Jemaat Filadelfia dari waktu mereka masih berada di tempat lama. Arti tema ini adalah, bukan dari yang baik menjadi luar biasa, tapi biarlah dari yang baik menjadi berarti. Biarlah setiap beribadah diakonia itu mengandung dampak yang berarti bagi siapa saja yang menerima dan juga bagi lingkungan.

Ibadah di Belleza Shopping Mall diadakan setiap hari Minggu sebanyak tiga kali. Ibadah pertama dimulai pukul 7.30 pagi, lalu ibadah kedua pukul 10.00 pagi, dan ibadah ketiga pukul 2.00 siang. Menurut Pdt. Mulyadi, jemaat Filadelfia saat ini sedang fokus mendoakan bangsa dan negara supaya Jakarta ini kondusif. Dan syalom turun di kota Jakarta. Dan pemimpin Indonesia adalah pemimpin yang bisa membawa transformasi ke depan. JK 

Berita Terkait