Hari ini Telah Lahir Bagimu Juruselamat

• Oleh: Dr. Antonius Natan 392 dibaca


              BERITANARWASTU.COM. Natal sebagai perayaan Hari Kelahiran Tuhan Yesus yang juga merupakan pribadi Allah merupakan titik balik bagi umat manusia dari kehidupan tanpa masa depan menjadi kehidupan dengan masa depan yang pasti. Natal merupakan tanda kehidupan dimulai. Suasana Natal begitu gegap gempita diikuti dengan selebrasi pergantian tahun menciptakan suasana pesta dan menumpahkan kesukacitaan. Apakah pesta dan perayaan yang hingar binger tersebut bermakna sebagai manusia menerima keselamatan dan kehidupan dengan masa depan yang pasti atau malah dengan makna yang berbeda atau malah bertentangan sama sekali dengan prinsip-prinsip kehidupan yang benar.
Perayaan Natal sewajarnya merupakan ungkapan rasa syukur atas kebaikan Tuhan Sang Pencipta langit dan bumi. Yang rela turun ke dunia untuk menyelamatkan umat manusia, penebusan dosa manusia dalam peristiwa kematian dan curahan darah di kayu salib oleh Yesus Kristus merupakan bukti cinta kasih Allah kepada umat manusia. Injil yang tertulis dalam Yohanes 3:16 (TB),  Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sehingga tidaklah layak dan tidaklah pantas jika merayakan Natal secara berlebihan apalagi ada unsur minuman keras, narkoba dan mungkin juga pesta seks di dalamnya.
 
Tuhan Melihat Proses
Cerita Natal akan sangat berbeda jika kita memaknai dengan cara, seperti yang Tuhan ajarkan, proses perayaan yang dilakukan merupakan cerminan terhadap pengenalan kita terhadap keberadaan Tuhan itu sendiri. Apakah setiap orang yang percaya kepada Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pasti diselamatkan dan masuk sorga? Tentu kita sepakat bahwa setiap yang diselamatkan akan masuk sorga, tetapi kenapa setiap orang yang diselamatkan tidak langsung dimasukkan sorga?
Pernahkah berpikir kenapa tatkala saat bertobat dan percaya Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat tidak langsung dikirim ke sorga? Kenapa? Manusia tetap ada di bumi sebagai makhluk hidup menjalani proses sebagai orang beriman yang percaya kepada Tuhan Yesus, tentu kita perlu menyadari bahwa keselamatan tidak sekadar masuk sorga, tetapi ada proses di dalamnya. Proses memuliakan Tuhan Yesus.
 
Hadirat Tuhan dalam Diri
Saat penciptaan manusia tercatat dalam Kejadian 2:7 (TB)  ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.” Menghembuskan nafas memiliki pengertian Allah menyalurkan hidupNya sendiri, manusia diberikan kemampuan berpikir dan merasakan, berkomunikasi dengan pihak lain, membedakan dan memilah hingga taraf tertentu menentukan wataknya sendiri (dikutip dari WYCLIFFE).
HidupNya adalah hadirat-Nya atau hadirat Tuhan, maka kita perlu meyakini bahwa proses manusia yang telah diselamatkan adalah membawa hadirat Tuhan ke manapun kita pergi menjadi terang dan garam. Itulah yang disebut memuliakan Tuhan Yesus. Hari ini bagaimana kehidupan kita? Apakah terus bersama hadirat Tuhan. HadiratNya tidak sekadar ada dalam kebaktian atau ibadah dalam gereja tetapi harus melekat dalam diri manusia.
Maka melalui peristiwa Natal tahun ini mari kita melakukan refleksi diri apakah hadirat Tuhan selalu ada dalam kehidupan kita. Ke manapun kita pergi, dalam keluarga dalam komunitas, dalam perjalanan, dalam pekerjaan, bisnis, dalam ibadah, dalam berpolitik dalam memimpin dan di mana saja kita berada. Tentu dampaknya akan menjadikan iman kita bertumbuh dan karakter semakin positif. Mari kita berproses memuliakan Tuhan Yesus dan merayakan peristiwa Natal dalam hadiratNya.
Malam kudus tahun ini akan menjadi fenomena yang menggoncang sorga kita mewartakan keselamatan kepada siapa saja dan kita mengundang orang lain menerima hadirat Tuhan dalam kehidupan. #SaveOne Soul,  #ONEMORE, #Save The Children Save The Generation. Selamat Natal.
 
·         Penulis adalah Waket I STT Rahmat Emmanuel dan Sekretaris Umum PW PGLII DKI Jakarta.

Berita Terkait