Hidup dalam Pewahyuan dan Transformasi Bangsa

• Oleh: Pdt. Tjepy Jones Budidharma 362 dibaca


Titus 3:1Ingatkanlah mereka supaya mereka tunduk pada pemerintah dan

orang-orang yang berkuasa, taat dan siap untuk melakukan setiap pekerjaan

yang baik.

 

BERITANARWASTU.COM. Tuhan Yesus memulihkan hubungan kita dengan Allah untuk membawa kita ke dalam suatu alam kehidupan yang supranatural. Dengan membuat kita menjadi ciptaan baru, sehingga sekarang kita menjadi manusia-manusia roh yang dapat berkomunikasi dengan Allah yang adalah Roh, melalui cara komunikasi yang dikenal dengan sebutan pewahyuan (revelation).

Hidup dalam kasih karunia yang sesungguhnya pada akhirnya akan mentransformasi setiap kita, dan juga akan mentransformasi bangsa dan negara di mana kita berada dalam artian kita akan menghancurkan semua pekerjaan iblis dan merebut kembali semua milik Allah untuk kemuliaanNya. Kalau kita gali lebih dalam dari Alkitab mengenai hidup dalam pewahyuan sampai kepada perubahan total atau transformasi, maka paling tidak ada empat hal yang terjadi di dalamnya. Informasi mengenai keempat tahap ini tersebar dalam kitab Perjanjian Baru dan kita akan mengenalinya satu persatu agar kebenaran-kebenaran ini menjadi suatu pondasi yang solid dan kuat bagi kita.

 

1. Pewahyuan, merupakan cara Allah yang adalah Roh berbicara kepada anak-anakNya yang juga adalah roh. 1 Kor.  6:17,Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia.” Setiap pewahyuan yang kita terima ini akan berakibat pada proses selanjutnya.

 

 Reformasi, adalah perubahan radikal cara berpikir yang sering disebut dengan istilah pertobatan (metanoia). Pewahyuan akan menyebabkan kita berpikir seperti Allah berpikir. Kolose 3:1-2,Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.

 

3.  Restorasi, suatu perubahan hidup yang terjadi akibat perubahan pola pikir. Kitab Amsal 23:7 versi King James, For as he thinketh in his heart, so is he...” Kehidupan kita hari ini adalah produk dari pikiran kita di masa lampau. Perubahan hidup yang baik ini dilakukan oleh “kebenaran Allah” yang diwahyukan kepada kita seperti ada tertulis “Kamu akan mengetahui kebenaran dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu (Yohanes 8:32). Kebenaran Allah yang kita ketahui yang akan merestorasi semua hal-hal yang hilang dalam kehidupan kita.

 

4. Transformasi, yaitu suatu perubahan yang radikal dalam seluruh kehidupan kita termasuk lingkungan di mana kita berada. Dua kata transformasi muncul di Perjanjian Baru, yang pertama di Roma 12:2, “…berubahlah (metamorphoo) oleh pembaharuan budi..”, atau dalam versi King James tertulis “…transform by renewing mind…” Kita lihat bahwa transformasi tidak terjadi begitu saja, tetapi ada proses pembaharuan pikiran. Kemudian di Kitab 2 Korintus 3:18, dengan memandang kemuliaanNya, kita diubah (metamorphoo) menjadi serupa dengan gambarNya.

Artinya kita kembali kepada gambar Allah yang pernah hilang di Taman Eden. Transformasi artinya kita memerintah dalam hidup, yaitu suatu kehidupan di alam kasih karunia Allah, di mana dosa kita sudah diampuni dan pelanggaran kita tidak lagi diperhitungkan kepada kita, karena semuanya sudah diperhitungkan kepada Yesus Kristus di kayu salib (Roma 4:7-8).

Proses di atas akan terjadi bukan hanya untuk para pemimpin gereja saja, tetapi juga atas seluruh jemaat Tuhan yang mau meletakkan pengharapannya hanya pada Tuhan Yesus untuk menerima pertumbuhannya masing-masing. Ini semua dilakukan Allah bagi kita karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya. Amin.  

 

  • Penulis adalah Gembala Sidang GKBI Kasih Karunia, Jakarta.  Tersedia seri khotbah melalui Youtube oleh Pdt. Tjepy Jones.   

 

Berita Terkait