Ibadah Parsadaan Silalahi Raja Boru, Bere dohot Ibebere Se-Indonesia

782 dibaca
Keluarga Besar Parsadaan Silalahi Raja Boru, Bere dohot Ibebere Se-Indonesia peduli budaya leluhur.

 BERITANARWASTU.COM. Parsadaan Silalahi Raja (Si Raja Tolping, Bursok Raja, Raja Bunga-Bunga), Boru, Bere dohot Ibebere Se-Indonesia menggelar acara Pesta Partangiangan Bona Taon (ibadah syukur tahun baru), di Gedung Cut Nyak Dien, Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta, pada Minggu, 12 Maret 2017 lalu. Acara yang didahului dengan ibadah tersebut mengambil tema dari Injil Matius 28:20b,Ai Ida ma sai na dongananKu do hamu (Lihatlah Tuhan akan beserta kalian).”

Sebelum masuk dalam khotbah yang disampaikan oleh DR. H.D. Tambunan, kesaksian pujian dibawakan dengan sangat baik oleh Koor Wilayah Jakarta Timur. Setelah doa berkat, maka tibalah di acara puncak ramah tamah dan mendengarkan kata sambutan dari para perwakilan daerah, seperti Siantar-Simalungun, Medan-Belawan, Jambi-Bengkulu, Kepulauan Riau (Kepri), Bontang (Kalimantan Timur), Balikpapan, Pontianak, Bandung, Brebes tak terkecuali DPC Jawa Barat dan Jawa Timur.

“Acara kita bona taon (ibadah tahun baru) Silalahi Raja yang merupakan acara perdana ini, bagaimana caranya seluruh pomparan (keturunan) Silalahi Raja bisa menjalin silaturahmi dan mengenal satu sama lain. Atau dengan kata lain, intinya bagaimana Silalahi Raja di tiap daerah itu bisa makin berkembang dan bersatu,” kata pihak panitia.

 Silaturahmi dalam trah Silalahi Raja tersebut tidak hanya dihadiri oleh kalangan tua, akan tetapi mulai dari anak-anak, remaja sampai dewasa muda ikut melebur dalam acara itu. Karena salah satu tujuan acara itu, selain ingin menjaga dan melestarikan budaya agar tidak punah, juga ingin memperkenalkan asal usul leluhur kepada generasi muda. Dan terlihat para undangan yang datang sangat antusias. Hal itu bisa dibuktikan lewat kisah dari salah satu peserta undangan yang berasal dari Bontang, Kalimantan Timur. Mereka rela menempuh waktu 6 jam perjalanan, dan itu sampai ke bandara. Jadi bisa dibayangkan total perjalanan untuk sampai ke Jakarta.

 Menurut Ketua Umum DPP Parsadaan Silalahi Raja, Boru dan Bere Se-Indonesia, Johannes G. Silalahi, MBA, M.Sc, acara ini adalah melanjutkan acara tahun 2014, kemudian mendapatkan SK di tahun 2015 yang adalah kekuatan modal sosial yang sekarang tengah digalakkan di masyarakat. Tujuannya, selain mempersatukan Silalahi Raja (Si Raja Tolping, Bursok Raja dan Raja Bunga-Bunga) juga ingin memajukan masyarakat itu sendiri.

 Perkumpulan Parsadaan Silalahi Raja yang didirikan tiga tahun lalu itu, memiliki tujuan dan program yang jelas bagi setiap anggotanya. “Kita ingin bisa meningkatkan kesejahteraan dan kepedulian serta bagaimana harus saling memperhatikan. Contohnya, saat ada pelantikan di Kota Batam. Kebetulan yang hadir kepala daerah. Di situ kita menunjukkan kepedulian melalui UKM. Dan itu memang kita lontarkan, apalagi keberadaan Parsadaan Silalahi Raja menjadi organisasi masyarakat yang sudah mendapatkan legalitas dari Kemenkumham. Sehingga kita mendapatkan hak dari pemerintah atau kepala daerah setempat, apa yang bisa dilakukan komunitas kami, termasuk mendorong adanya usaha kecil,” terang Johannes G. Silalahi di sela-sela acara.

 Sebagai salah satu organisasi masyarakat, Perkumpulan Parsadaan Silalahi Raja pun ingin bisa berpartisipasi dalam rangka pencanangan program pemerintah di bidang pariwisata, khususnya di wilayah Sumatera Utara. Disebutkan, salah satu peserta yang datang dari Samosir dan Siantar yang tidak hanya sebatas melestarikan makam nenek moyangnya, tapi juga mengemas melalui wisata leluhur dengan mengembangkan daerah tersebut.

Menurut Johannes Silalahi, sebagai perantau tentu ini merupakan kesempatan bagi mereka agar bisa mengajarkan kepada generasi penerus mengenai sejarah atau warisan budaya. Apalagi bahasa Batak sudah mulai ditinggalkan oleh generasi sekarang. Dengan adanya ini, ada momentum untuk memadukan generasi tua yang memegang tradisi dengan generasi millennia. Walaupun ada perbedaan pandangan dua sampai tiga generasi, tapi tetap tidak ada jurang pemisah antar generasi.

Pomparan Silalahi memang menjadi salah satu kelompok masyarakat yang punya inisiatif  dan mampu memberikan teladan. Bahkan, mereka berupaya menjadi role model bagi komunitas Batak lainnya. Karena dengan berdirinya organisasi masyarakat ini, bukan sebatas kumpul-kumpul tanpa ada tujuan. Melainkan menjadi paguyuban yang saling memperhatikan, peduli, membangun dan menguatkan dalam tali persaudaraan.

Seperti harapan yang diucapkan oleh Sang Ketua Umum, bahwa banyaknya Silalahi Raja dilantik di daerah-daerah sebagai tanda organisasi berbadan hukum ini tidak hanya menjaga dan melestarikan budaya, tetapi juga memberikan kontribusi bagi bangsa ini. Sehingga tidak hanya dirasakan oleh marganya, tapi bisa juga dirasakan oleh masyarakat sekitar. Alhasil, mereka tertarik walaupun situasi kota sudah banyak berubah, tapi mereka tetap ingat akan budaya Batak dan bisa melestarikan budaya untuk marganya. BTY

Berita Terkait