Ibadah Syukur HUT Ke-45 PGLII dan Kepedulian Terhadap Bangsa

793 dibaca
Dirjen Bimas Kristen Dr. Oditha Hutabarat, S.Th, serta pemuka PGLII seperti Pdt. DR. Nus Reimas, Pdt. Ronny Mandang, M.Th dan Y. Deddy A. Madong, S.H.

Beritanarwastu.com. Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga Injili Indonesia (PGLII) sebagai salah satu organisasi gereja aras nasional, pada 29 Juli 2016 ini telah berusia 45 tahun. Sebuah usia yang tergolong dewasa. Dalam kaitan dengan perayaan syukur atas hari ulang tahun (HUT)-nya itu, PGLII yang kini dipimpin Pdt. Ronny Mandang, M.Th-Pdt. Freddy Soenyoto, M.Th dan Y. Deddy A. Madong, S.H., organisasi Injili ini pun pada 27-29 Juli 2016 ini mengadakan “Simposium Teologi Nasional” di Hotel Pitagiri, Palmerah, Jakarta Barat.

                Acara itu dihadiri ratusan pengurus PGLII dari daerah, termasuk tokoh-tokoh senior PGLII, seperti Pdt. DR. Nus Reimas (Ketua Majelis Pertimbangan PGLII) dan Pdt. DR. Bambang Widjaya. Seperti dipaparkan ketua panitia acara Deddy Madong kepada NARWASTU sebelum acara HUT itu digelar, PGLII sebagai sebuah organisasi yang menghimpun banyak lembaga Kristiani dan sinode akan terus mencermati perkembangan yang terjadi di tengah gereja, masyarakat dan negara ini, serta berupaya memberikan solusinya.

                PGLII baru-baru ini sudah mengadakan seminar hukum untuk mengkritisi PERBER 2006, yang kerap menghambat kebebasan beribadah. PGLII pun sudah mengadakan diskusi untuk membahas eksistensi Pancasila sebagai dasar atau ideologi bangsa. “Kami akan terus memberikan kontribusi bagi gereja, bangsa dan negara ini. Termasuk PGLII akan menyuarakan suara kenabian terkait dengan kondisi politik, namun PGLII bukan berarti terjun ke dunia politik praktis,” ujar Deddy Madong yang juga Ketua III PGLII dan salah satu “Tokoh Kristiani 2014 Pilihan Majalah NARWASTU.”

                Sementara Pdt. Nus Reimas yang pernah dua periode dipercaya sebagai Ketua Umum PGLII terus berharap dan berdoa agar gereja-gereja di Indonesia, termasuk anggota PGLII, supaya mampu menjadi garam,  terang serta menjadi berkat di negeri ini. “Gereja harus terus menyuarakan suara keadilan, kedamaian dan kebenaran. Kita tidak bisa berada di arena abu-abu. Gereja harus peduli atas pergumulan bangsanya. Pemerintah mesti kita doakan agar dibimbing Tuhan,” ujar Ketua Dewan Pembina LPMI yang dikenal tegas menentang pernikahan sejenis ini tentang peran PGLII. RS 

Berita Terkait