Ibu Pendeta dan Penasihat yang Setia Memotivasi Tim NARWASTU

196 dibaca
Tim NARWASTU saat dikunjungi Pdt. DR. Sarah Fifi, M.Si dan diajak bersantap siang.

Beritanarwastu.com. Ibu Pendeta yang energik, cerdas dan tangguh ini, adalah salah satu Penasihat NARWASTU yang setia dan konsisten. Ibu Pdt. DR. Sarah Fifi, M.Si ini pada Kamis siang, 31 Januari 2019 lalu berkunjung bersama timnya ke kantor Majalah NARWASTU dan disambut Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi Jonro I. Munthe, S.Sos. Selama ini ia sudah berniat berkunjung ke kantor NARWASTU, namun baru kali ini keinginannya kesampaian.

Pdt. Sarah Fifi yang punya dua cucu dan dua anak, kini menjabat sebagai Wakil Ketua Sinode GKG dan mantan Ketua Bidang Teologi DPP PIKI (Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia). Selain giat melayani di gereja, ia pun tak jarang melayani ke penjara-penjara, tempat kumuh dan lokasi bencana alam. Bahkan tak jarang ia melayani ke luar negeri. Dulu Hamba Tuhan yang masih tampak ayu dan awet muda ini pernah memimpin penerbitan renungan harian kaum profesional "Pijar."

Kepada tim NARWASTU, Ibu Pendeta yang termasuk dalam "20 Tokoh Kristiani 2008 Pilihan Majalah NARWASTU" ini mengatakan, tak gampang menerbitkan media cetak sekarang, karena berkaitan dengan dana dan SDM (sumber daya manusia). "Saya sudah merasakan beratnya menerbitkan media cetak. Majalah NARWASTU yang dipimpin Pak Jonro Munthe ini luar biasa. Setiap mengadakan acara banyak tokoh gereja dan pemuka Kristen hadir. Itu pengakuan dan berkat Tuhan," ujar Gembala Sidang Gereja Kristen Getsemani Jemaat Anugerah, Jakarta, yang juga konselor masalah keluarga ini. 

Usai memberi motivasi dan berdoa di kantor NARWASTU, Pdt. Sarah Fifi yang juga dosen teologi pun mengajak tim majalah ini bersantap siang di sebuah rumah makan yang tak jauh dari kantor kami di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur. Sambil bersantap siang, sempat pula kami berdiskusi soal seorang tokoh berpengaruh di negeri ini, yang telah bercerai lalu mau menikah lagi. 

"Sebagai pengikut Kristus mestinya beliau itu memperhatikan keluarganya dulu, lalu berdoa bertanya pada Tuhan soal rencananya menikah. Beliau kan baru cerai dengan istrinya. Kita sedih dengan perceraian itu. Memang hak beliau untuk menikah. Tapi dalam hidup yang penuh pergumulan ini, setiap keputusan yang akan dibuat harus ditanya dulu ke Tuhan lewat doa-doa kita," cetus Ibu Pdt. Sarah Fifi yang juga giat membekali kaum ibu Kristiani dengan pengetahuan Alkitab supaya menjadi kaum wanita yang cerdas dan beriman teguh. SY

Berita Terkait