Jadi Tokoh Pilihan NARWASTU Tentu Membanggakan Namun Ada Bebannya

71 dibaca
Ketua Umum BPP PERWAMKI DR. Yusak Tanasyah, M.Pdk saat diwawancarai sebuah stasiun TV di Seoul, Korea Selatan, dalam pertemuan para pimpinan gereja dan ormas Kristen berskala internasional, baru-baru ini.

Beritanarwastu.com. Siapa yang tidak bangga disebut tokoh, apalagi kalau di kalangan Kristiani diberi predikat "Tokoh Kristiani Pilihan Majalah NARWASTU." Dan tokoh-tokoh Kristiani pilihan NARWASTU selama ini sudah juga tampil di panggung nasional. Sebut saja Edwin P. Situmorang, S.H., M.H., Prof. Dr. Gayus Lumbuun, S.H., M.H., Ahok, Pdt. Dr. A.A. Yewangoe, pengacara senior Said Damanik, S.H., M.H., Erick Paat, S.H. dan Saor Siagian, S.H., M.Hum. Mereka adalah figur-figur pejuang yang mampu memberi motivasi dan inspirasi di tengah publik serta nasionalis, sehingga dipilih majalah ini masuk dalam predikat tokoh pilihan NARWASTU.

            Selama ini berita mereka sudah tampil di Majalah NARWASTU, lalu setelah ada seleksi dari Redaksi NARWASTU mereka kemudian terpilih jadi tokoh Kristiani. Sehubungan dengan pemilihan tokoh Kristiani pilihan NARWASTU, Ketua Umum BPP Perkumpulan Wartawan Media Kristiani Indonesia (PERWAMKI), DR. Yusak Tanasyah, M.Th, M.Pdk menuturkan, siapa yang tak bangga ketika terpilih sebagai tokoh Kristiani. "Saya sudah merasakan itu saat terpilih jadi tokoh Kristiani 2016 pilihan Majalah NARWASTU. Teman-teman pendeta dan pemimpin gereja akhirnya jadi tahu kiprah dan pelayanan saya selama ini. Mereka tentu memberi acungan jempol, karena ada media Kristen yang selama ini konsisten memberikan penghargaan,” cetusnya.

          Saya kira kita harus dukung dan doakan terus Majalah NARWASTU yang dipimpin Bang Jonro Munthe, yang tak pernah lelah mencermati kiprah tokoh-tokoh Kristiani di berbagai bidang. Mulai dari bidang politik, profesional, pengusaha, pimpinan organisasi dan advokat," pungkas Yusak yang juga pimpinan sebuah sekolah tinggi teologi di Jakarta.

           Yusak Tanasyah yang sudah dua periode memimpin PERWAMKI menerangkan, tak gampang bersikap konsisten, seperti yang dilakukan Majalah NARWASTU dalam memilih tokoh-tokoh. Dan, katanya, tokoh-tokoh Kristiani pun banyak yang bangga dan merasa diapresiasi dengan penghargaan dari NARWASTU, yang berita mengenai tokoh itu pun sampai dipublikasikan media nasional seperti "Suara Pembaruan." Sedangkan Robby Repi, S.H., M.Th, Wakil Sekretaris Umum PGLII dan mantan Ketua Umum PERWAMKI menuturkan, pada akhir 2015 lalu ketika ia terpilih sebagai salah satu tokoh Kristiani Pilihan NARWASTU tentu ia merasa bangga, meskipun di sisi lain ada pula bebannya karena harus lebih peduli terhadap persoalan umat Kristiani dan masyarakat. 

            "Kita terpilih jadi tokoh Kristiani, itu suatu kebanggaan, meskipun di sisi lain ada tantangan yang kita hadapi. Namun satu hal yang perlu saya kemukakan, setelah kita terpilih jadi tokoh Kristiani, maka kita pun harus terus memberi pengaruh dan menyuarakan Kabar Baik di tengah bangsa ini. Saya juga memberi acungan jempol, karena tokoh-tokoh pilihan NARWASTU selama ini bisa juga berhimpun dalam wadah bernama Forum Komunikasi Tokoh-tokoh Kristiani Pilihan NARWASTU (FORKOM NARWASTU). Wadah ini kemudian menjadi tempat berkumpul para tokoh untuk berdiskusi dan mencari solusi atas persoalan gereja, bangsa dan masyarakat," ujar tokoh Kristiani pilihan NARWASTU 2015 dan Pemimpin Redaksi Majalah "Inspirasi" ini. MT

Berita Terkait