Jangan Lupakan Kasih dan Kuasa Tuhan yang Sudah Berlalu

697 dibaca


Beritanarwastu.com. Khawatir tidak hanya melanda orang sakit, tapi juga orang miskin, orang yang belum dapat jodoh serta orang kaya pun bisa khawatir. Juga pasangan suami istri sering khawatir, termasuk orang berpendidikan, orang pintar dan orang kaya kerap mengalami kekhawatiran. Ada orang khawatir sakit, khawatir miskin, khawatir meninggal dan khawatir ditinggalkan orang-orang yang dikasihinya. Orang yang selalu khawatir pasti ada dampaknya di dalam hidupnya, karena ia tidak merasakan kebahagiaan dan ketenangan di dalam hidup.

Itulah yang diungkapkan Pdt. Hilda Sihasale H., S.Th, M.Min saat menyampaikan khotbah di Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Jemaat Harapan Indah, Kota Bekasi, Jawa Barat, beberapa waktu lalu sembari mengutip renungan dari Mazmur 80:2-4 tentang kekhawatiran dan harapan kepada Tuhan di saat umat tersesak. Orang yang khawatir, kata Pdt. Hilda, selalu takut di dalam kehidupannya. Orang yang selalu takut dan khawatir pasti mengganggu kenyamanan hidupnya, dan itu tidak bermanfaat di dalam hidup kita.

Di dalam konteks bacaan Mazmur ini, ujarnya, orang Israel merasakan kekhawatiran, kegelisahan dan ketakutan, karena mereka di ambang kehancuran, lantaran mereka dijajah Asyur. Ketika mereka tertekan dan menderita, mereka berdoa berulang-ulang, namun Tuhan tidak mendengarkan seruan mereka. Doa mereka tidak berkenan di mata Tuhan, sehingga tekanan, kesulitan dan penderitaan menggoyahkan iman mereka. Mereka tidak berkenan di mata Tuhan, karena mereka mempersembahkan emas dan perak kepada berhala.

“Dalam hidup ini pun kita tidak lepas dari penderitaan atau kekhawatiran. Bahkan, kekhawatiran mampu menggoyahkan hidup kita. Namun kita diingatkan agar jangan melupakan kasih dan kuasa Tuhan di masa yang lalu. Kita harus percaya penuh kepada Tuhan di saat ada persoalan hidup. Ketika ada persoalan hidup, kita jangan datang ke dukun atau berhala. Pesan ayat ini, mari kita berdoa dan taat kepada Tuhan, maka Dia akan menyendengkan telingaNya untuk mendengar seruan kita. Wajah Tuhan akan bersinar ketika kita mencariNya dengan setia. Allah mengirimkan AnakNya, karena Dia begitu mengasihi kita,” paparnya. TH

Berita Terkait