Pdt. Tjepy Jones Budidharma
Jangan Takut, Percaya Saja

Penulis adalah Gembala Sidang GKBI Kasih Karunia, 734 dibaca
Pdt. Tjepy Jones Budidharma

Markus 5:35-36, “Ketika Yesus masih berbicara datanglah orang dari keluarga

kepala rumah ibadat itu dan berkata: ‘Anakmu sudah mati, apa perlunya lagi engkau

menyusah-nyusahkan Guru?’ Tetapi Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka dan berkata

kepada kepala rumah ibadat: "Jangan takut, percaya saja!"

 

Setiap Firman Allah yang terucapkan tidak akan pernah kembali dengan sia-sia, tetapi Ia akan melaksanakan apa yang Allah kehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Allah perintahkan kepadaNya (Yesaya 55:11). Firman itu pernah menjadi manusia Yesus, yang telah mati sebagai ganti dosa seluruh umat manusia (Ibrani 2:9), kemudian Dia tinggal menjadi satu roh dengan orang yang percaya akan pengampunan dosa di dalam namaNya.

Mari kita ingatkan jiwa kita setiap hari bahwa betapa luar biasanya hidup kita di dalam Kristus Yesus yang telah melahirkan kita kembali oleh Firman Allah. Sehingga kita yang percaya sekarang disebut sebagai anak-anak Allah (1 Petrus 1:23). Firman Allah ada di dalam roh kita, dan kita juga tahu bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini terjadi dari Firman Allah (Yohanes 1:3), artinya bersama Dia kita tidak perlu lagi untuk hidup dalam kekurangan terus menerus, juga tidak perlu tinggal di dalam sakit penyakit yang berkepanjangan.

Dengan kata lain, kita tidak perlu takut akan segala hal yang dapat terjadi di dalam sistem di dunia ini di mana kita tinggal, karena Firman Allah bersama kita senantiasa dan tidak akan pernah meninggalkan kita. Selanjutnya Roma 12:1-2 mengatakan, janganlah kita menjadi serupa dengan dunia ini. Kata “serupa” di dalam bahasa aslinya mengandung arti dicetak atau dibentuk seperti orang membentuk cetakan patung-patung. Kemudian diteruskan dengan kata-kata: Tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu. Kata “berubah” di sini menggunakan kata metamorfosa seperti yang terjadi pada proses sebuah kepompong menjadi kupu-kupu.

Dalam proses berubah ini terjadi perubahan esensi dari yang satu kepada yang lain, seperti yang terjadi dalam kutipan ayat di atas di mana Tuhan Yesus mengubah orang mati menjadi hidup lagi. Dengan kata lain, dunia hanya akan membentuk kita untuk masuk ke dalam pola hidup di dalamnya, sedangkan Firman Allah akan mentransformasi kita untuk hidup dengan kehidupan Kristus Yesus yang tidak pernah bergantung dengan sistem ekonomi dunia.

Yusuf, Abraham, dan Ishak adalah contoh di mana mereka tidak pernah terpengaruh dengan keadaan ekonomi di sekitar mereka. Karena sistem ekonomi dunia berjalan berdasarkan hukum “supply & demand”, tetapi sistem ekonomi kerajaan Allah berjalan dengan hukum supply dan supply, kemudian supply, dan sampai selamanya supply. Dan hanya dengan iman kita dapat menerima pemberian Allah ini dimulai dari keselamatan dan juga semua janji-janji yang berguna untuk kita hidup saleh. Demikian juga halnya dengan kesehatan kita, dunia akan membuat kita selalu berada di bawah tekanan dan kompetisi yang akan mengganggu kesehatan kita.

Kita bersyukur akan adanya paramedis yang bekerja untuk membantu kita dalam masalah kesehatan ini. Tetapi kita harus tahu bahwa sebagai orang percaya kita memiliki janji yang lebih indah, di mana segala penyakit kita sudah ditanggung Tuhan Yesus di kayu salib, disampaikanNya FirmanNya dan disembuhkanNya kita, serta diluputkanNya kita dari liang kubur (Mazmur 107:20), dan oleh bilur-bilurNya kita sudah sembuh, bukan akan sembuh! (1 Petrus 2:24).

Satu-satunya jalan untuk dapat ditransformasi oleh Allah adalah dengan perubahan pola pikir kita yang diisi dengan Firman Tuhan. Betul ada tempatnya untuk intelektual kita berkembang, tetapi biarkanlah Firman Allah yang memimpin segenap kehidupan kita untuk dapat menerima segala penyediaan dan pemeliharaan Allah bagi kita, untuk selanjutnya intelektual kita akan mengelola segala berkat yang Allah berikan dengan baik dan kemudian hidup kita bisa menjadi berkat bagi sesama kita. Amin.

Berita Terkait