Juara “Story Telling” di SMA Kristen Penabur se-Jabodetabek

2075 dibaca
Rahel Elita Siahaan. Multitalenta.

                BERITANARWASTU.COM. Rahel Elita Marsaulina Siahaan yang masih berusia 17 tahun ini, boleh disebut pelajar berprestasi yang multitalenta. Pada akhir 2014 lalu, ia berhasil menjadi Juara I Story Telling (lomba bercerita berbahasa Inggris) di SMA Kristen Penabur se-Jabodetabek. Sebelumnya, gadis yang beribadah dan aktif sebagai pengajar anak-anak sekolah minggu di Gereja Isa Almasih (GIA) Taman Harapan Baru, Kota Bekasi, Jawa Barat, ini pernah menjadi Juara I festival lagu daerah di sekolahnya saat di SD Kristen Saint Jhon, Harapan Indah, Kota Bekasi.

              Juga Juara I lomba nyanyi di Carrefour Harapan Indah, dan Juara Harapan I lomba nyanyi di Pulogadung Trade Centre (PTC) se-DKI Jakarta. Selain itu, ia pernah mencatat prestasi sebagai Juara II dalam lomba berpidato Bahasa Inggris antar-SLTA se-Kota Bekasi, serta ia dipercaya sebagai salah satu pelajar “Duta Anti Narkoba” di SMA Kristen Penabur Harapan Indah. Lantaran ia cerdas, aktif berorganisasi dan komunikatif, gadis cantik ini pun dipercaya sebagai Sekretaris OSIS di SMA Kristen Penabur, Harapan Indah.

             Oleh kedua orangtuanya, Patikkos Siahaan, S.E., Ak., QIA dan Roganda Kristina Munthe, S.E., ia memang digembleng agar menjadi figur muda berprestasi, beriman tangguh, berdisiplin dan giat melayani. Beberapa kali ia dibawa sekolahnya untuk mengikuti latihan dasar kepemimpinan di Sukabumi dan Bogor. Dan Rahel merasa kemampuannya untuk memimpin makin terasah. Saban hari, selain bersekolah ia giat mengikuti kursus Bahasa Inggris, serta Sabtu sore dan Minggu ia aktif di gerejanya.

              Dalam acara-acara Natal-tahun baru keluarga besar majalah NARWASTU bersama tokoh-tokoh Kristiani, Rahel pun sering diundang untuk menaikkan pujian, seperti The Prayer, O Holynight dan Kasih yang Sempurna.

Banyak pihak memuji kemampuan vokal Rahel yang di atas rata-rata. Bahkan, pemimpin gereja sekaliber Pdt. DR. Nus Reimas yang pernah diundang Presiden AS Barrack Obama ke acaranya di New York, pada akhir 2011 lalu mengundang Rahel untuk menyanyi di acara HUT-nya ke-60 di Jakarta yang dihadiri banyak tokoh. Mantan Ketua Umum PGLII dan Pembina NARWASTU ini berkomentar, “Suara anak ini (Rahel) tak kalah dari Joy Tobing kalau menyanyikan lagu Prayer. Lagu itu sangat saya senangi.”

Tak hanya menyumbangkan lagu di acara-acara gereja, Rahel sering diundang di acara keluarga besar orangtuanya yang berasal dari Sumatera Utara itu. Misalnya, di acara keluarga besar Munthe se-Jabodetabek, karena mamanya sering jadi panitia di acara itu. Rahel tak hanya menyumbangkan lagu gerejawi, tapi juga lagu pop dan lagu Batak.

“Selagi saya masih bisa membuat orang agar semakin dekat kepada Tuhan lewat lagu-lagu yang saya nyanyikan, maka saya akan terus bernyanyi. Bakat menyanyi saya berasal dari Tuhan, sehingga talenta ini harus saya buat untuk memuliakan nama Tuhan Yesus,” pungkas anak tunggal yang lahir di Jakarta, 4 Maret 1999 ini.

Lantas, apa cita-cita Rahel? Kepada NARWASTU ia menjawab, ingin jadi presenter atau pembaca berita TV yang memberikan informasi penting bagi publik. “Saya terkesan melihat pembaca berita atau moderator, seperti saya lihat di Metro TV, seperti Najwa Shihab. Mereka bisa menjadi orang berpengaruh dan didengar orang banyak, karena talenta berbicara. Ada orang pintar, tapi belum tentu berani dan bisa bicara di depan publik. Saya kebetulan dibimbing oleh tulang (paman) saya Jonro I. Munthe, yang juga pimpinan Majalah NARWASTU,” cetus Rahel yang hobi makan nasi goreng tentang pamannya, Jonro I. Munthe yang juga peraih award sebagai “Jurnalis Muda Motivator” pilihan Majelis Pers Indonesia (MPI) pada 2009 itu.

  Menurut Rahel, kalau ia melihat pamannya Jonro Munthe berbicara di hadapan para tokoh Kristiani atau memoderatori sebuah diskusi atau seminar bersama orang-orang penting, ia termotivasi untuk bisa seperti itu. “Makanya saya sering berdiskusi dengan Pak Jonro, karena ia lulusan Fakultas Komunikasi IISIP Jakarta. Saya banyak belajar dasar-dasar komunikasi, etika komunikasi dan bahasa tubuh dari beliau. Saya lihat tulang-ku punya talenta berbicara. Beliau tak hanya pintar menulis, tapi patut dijadikan sumber inspirasi,” ujar Rahel yang belum mau berpacaran sebelum bekerja itu. KT

Berita Terkait