Pdt. William Wairata
Kalau Hidup Kudus Tuhan akan Pakai Kita Luar Biasa

744 dibaca
Pdt. William Wairata dan istri tercinta drg. Niken H.P. Rahayu.

BEERITANARWASTU.COM. Lembaga Pelayanan Mahasiswa Indonesia (LPMI) pada 2 Agustus 2017 berhari jadi ke-49 tahun. Sebagai lembaga nonprofit yang menyasar kepada pewartaan Injil Kristus itu tentu mengalami jatuh bangun yang menjadi bagian dari pembentukan Tuhan. Perayaan ulang tahun yang digelar secara sederhana di Kantor LPMI, Jalan Panataran 10, Jakarta, itu sekaligus melantik Pdt. William Wairata sebagai Direktur LPMI yang baru untuk DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Dan sebelum acara itu, Majalah NARWASTU berkesempatan berbincang hangat dengan pria berdarah Ambon itu di ruang kerjanya.

Menurutnya, menyusuri perjalanan LPMI hingga menginjak usia 49 tahun bukan hal yang mudah dilalui begitu saja. Pasalnya, selain mengedepankan pelayanan kampus, market place dan lain sebagainya, para jajaran LPMI tak pernah mengorientasikan diri kepada hal materiil, dan hanya mengandalkan Tuhan di atas segalanya. Tentu saja hal itu tak masuk dalam nalar manusia. Namun, menjaga komitmen untuk tetap berjalan dalam lininya Tuhan adalah harga yang mutlak dan tidak dapat ditawar-tawar.

"Hal yang pertama dan utama kita harus melayani dengan visi dan arah yang jelas, tapi dengan hidup  kudus. Dan kekudusan menjadi hal yang sangat penting. Kalau kita hidup dalam kekudusan, maka Tuhan akan pakai kita dengan sangat luar biasa, seperti yang dikatakan dalam Ibrani 12:14," kata pria yang akrab disapa dengan nama Wim ini semangat. Wim menikah dengan drg. Niken H.P. Rahayu.

 

 

Pdt. William Wairata.

 

Ia menambahkan, dalam bekerja di ladang Tuhan harus siap bayar harga dan mau memberikan yang terbaik untuk Dia. Dalam kamus LPMI para jajaran staf LPMI tak digaji bulanan, layaknya karyawan perusahaan. "Kita melayani dalam kehendak Tuhan, artinya peka dengan suara Tuhan. Semua yang ada di Firman Tuhan dalam Alkitab itu harapan saya. Dan LPMI boleh kerja 24 jam tapi cari gaji sendiri dan itu bisa sampai hari ini," ujarnya.

Jika LPMI bisa berdiri sampai hari ini, itu merupakan anugerah Tuhan. Menurut Wim, hidup yang dijalaninya adalah mukjizat dari Tuhan. Walaupun kadang kala sikon (situasi dan kondisi) tertentu tidak ada uang dan susah tapi Firman Tuhan katakan, bahwa pertolonganNya tidak pernah terlambat. Dan Dia tidak pernah salah mengirim berkatNya. "Jadi kalau Dia memberkati sampai 49 tahun, berarti itu jelas banget penyertaanNya, dan Dia bertanggungjawab. Dan yang paling penting adalah iman itu yang paling utama," tukasnya.

Semakin berusia tentu tantangannya semakin beda. Demikian pula dengan LPMI. Sebagai sebuah lembaga pelayanan tentu juga menemui beberapa kendala. Namun, bagaimana LPMI agar tetap solid dan bertahan sampai hari ini, tentu bukan perkara yang mudah. "Kendala yang ada itu dari diri sendiri, dan dunia menawarkan hal-hal yang duniawi. Kalau kita beres dengan Tuhan, maka kita beres juga dengan yang lainnya. Tantangan yang terberat adalah dari diri sendiri," terang Pdt. Wim. Pdt. Wim berharap segala target LPMI bisa tercapai seperti terjadi pergerakan rohani di masyarakat sehingga mereka menjadi pengikut Yesus yang setia. BTY

 

Berita Terkait