Keluarga Besar Panggabean Siap Adakan Munas II FKS PORAPI

467 dibaca
Ketua Umum FKS Porapi yang juga Presiden Komisaris NASARI Group, Sahala R.H. Panggabean, MBA.

               BERITANARWASTU.COM. Pada 4-6 Agustus 2017 di Parapat, Sumatera Utara, Forum Komunikasi dan Sinergi Pomparan Si Raja Panggabean (FKS PORAPI) akan menggelar acara akbar Musyawarah Nasional (Munas) ke-2. Acara untuk itu diawali dengan ibadah syukur dan doa bersama untuk kelancaran acara Munas II FKS Porapi. “Kita bersama-sama berharap Munas II FKS Porapi bisa berjalan dengan baik dan lancer, serta menghasilkan kepengurusan yang energik serta bisa mengembangkan wadah ini dengan lebih baik lagi,” kata Ketua Umum FKS Porapi, Sahala R.H. Panggabean, MBA yang juga seorang pengusaha nasional dan Presiden Komisaris NASARI Group dalam press release yang diterima Majalah NARWASTU.

              Sejauh ini persiapan Munas II FKS Porapi telah 100% dan bakal dihadiri sekitar 500-an orang dari berbagai Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Porapi di seluruh Indonesia, bahkan luar negeri. Dan siap dilaksanakan dan menjadi momentum penting untuk mendorong perubahan ke arah yang lebih baik. Keterlibatan semua pihak tentu akan membuat perhelatan akbar empat tahunan ini akan menjadi sukses. Beberapa agenda yang telah disusun dalam Munas II di antaranya pertanggung jawaban Pengurus Pusat FKS Porapi periode 2013-2017, evaluasi dan pembahasan program kerja, dan pemilihan pengurus baru periode 2017-2021.

              Pada kepengurusan 2013-2017, Porapi telah berhasil mendirikan dan mengembangkan Koperasi Trigabe Jaya yang memiliki visi besar untuk mengangkat kesejahteraan seluruh anggota Porapi melalui pemberian pinjaman modal usaha. Salah satunya membantu para pengrajin ulos di daerah Tapanuli.  “Saat ini Koperasi Trigabe Jaya sudah beroperasi dan berjalan dengan baik. Hanya saja ke depan perlu penajaman program kerja, sehingga semakin banyak anggotanya dan modal yang diberikan bisa meningkat,” imbuh Sahala Panggabean yang termasuk dalam “21 Tokoh Kristiani 2010 Pilihan Majalah NARWASTU.

              Koperasi Trigabe Jaya bukan lagi hanya miliki Pomparan Si Raja Panggabean, tapi juga orang Batak secara keseluruhan. “Ini merupakan terobosan besar yang akan terus dipertahankan, bahkan dikembangkan ke depannya,” kata Sahala.  Selain itu, Porapi telah memiliki galeri di daerah Tapanuli Utara yang dikoordinir oleh kaum ibu yang tergabung dalam Panggabean Nasional (Pangnas). FKS Porapi telah membangun Koperasi Trigabe Jaya, Yayasan, dan usaha-usaha lainnya. Semua usaha ini merupakan “tugu” hidup yang akan dikembangkan terus.

Hal lain yang akan dibicarakan adalah pembuatan database Pomparan Si Raja Panggabean yang lebih baik. “Database harus sudah mengarah spesifik sesuai dengan profesi masing-masing. Dibuat kategorisasi, misal pengusaha, polisi, dokter, pengacara, dan sebagainya. Dengan begitu, akan memudahkan kita untuk menjalin kerjasama, begitu juga dalam hal informasi,” lanjut Sahala.

             Dijelaskan pula bahwa FKS Porapi bukanlah wadah paradaton (lembaga adat), lingkupnya lebih luas lagi. Akan tetapi, forum ini tentu bersinergi dengan punguan-punguan yang ada. Porapi lebih mengarah pada bagaimana upaya konkret untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh Pomparan Si Raja Panggabean di mana pun berada, khususnya yang berada di bona pasogit (Sumatera Utara).

            Dipilih kota Parapat menjadi tempat penyelenggaraan, menurut Sahala, juga sejalan dengan visi Pemerintahan Joko Widodo yang menjadikan  Danau Toba sebagai salah satu destinasi wisata nasional dan internasional. “Porapi sangat mendukung upaya Pemerintahan Jokowi yang telah menetapkan Danau Toba sebagai destinasi wisata kelas dunia,” tambah Sahala yang juga tokoh koperasi nasional yang sudah banyak mendapat penghargaan bergengsi itu, termasuk penghargaan dari Presiden RI di era SBY

 

Rumah Bersama Keluarga Besar Panggabean

            Terbentuknya Forum Komunikasi dan Sinergi Pomparan Si Raja Panggabean Indonesia (FKS Porapi) sejak awal merupakan kerinduan dari segenap Pomparan Si Raja Panggabean. Sejarahnya, Si Raja Panggabean memiliki tiga anak Panggabean Lumbanratus, Panggabean Simorangkir, dan Panggabean Lumban Siagian. Setelah beberapa kali pertemuan, maka disepakati diadakan Partangiangan Nasional (doa nasional) di Tarutung pada 23 Juni 2013 lalu. Kala itu, lebih dari 8.000 turunan Si Raja Panggabean berdatangan dari pelosok negeri ini, pun dari luar negeri menyemut di Lapangan Stadion Tarutung, Tapanuli Utara.

            Kegiatan ini ditindaklanjuti dengan Musyawarah I FKS Porapi di Tarutung pada 2013, dan memilih Sahala  Panggabean, MBA sebagai ketua umum dan Ir. Demak Panggabean sebagai sekretaris jenderal. Secara rutin FKS Porapi mengadakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di berbagai tempat. Sejumlah keputusan demi kemajuan organisasi pun telah dihasilkan. Saat ini FKS Porapi telah memiliki 10 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) di seluruh Indonesia, yakni Jabodetabek (DPW 1), Jawa Barat (DPW 2), Jawa Tengah dan Yogyakarta (DPW 3), Jawa Timur dan Bali (DPW 4), Aceh, Medan, Pematang Siantar, Tebing Tinggi atau Sumatera Timur (DPW 5), Tapanuli Utara, Samosir, dan Humbang Hasundutan (DPW 6), Tapanuli Tengah, Sibolga, dan Nias (DPW 7), Riau Kepulauan (DPW 8), Palembang, Lampung, dan Jambi (DPW 9), Kalimantan dan Indonesia Timur (DPW 10).

             “Ke depan ini akan diperluas lagi. Bahkan kalau jadi setiap ketua punguan Panggabean di tingkat provinsi dan atau kota otomatis menjadi Ketua DPW Porapi, maka jumlahnya bisa menjadi 30-40 DPW,” jelas Sahala. Untuk Munas II kali ini DPW 5 bertindak sebagai tuan rumah dan selaku Ketua Organizing Committee (OC) adalah Drs. Tahan M. Panggabean, M.M. yang berdomisili di Medan.

               Porapi telah menjelma menjadi rumah bersama Pomparan Si Raja Panggabean. Tidak itu saja, FKS Porapi telah menjelma menjadi sebuah kekuatan kerakyatan dengan visi membangkitkan kesejahteraan para anggota FKS Porapi dan lebih luas lagi seluruh rakyat Indonesia. “Kalau kita bisa hidup bersama dalam rasa kedamaian, maka berkat Tuhan akan tercurah. Itu harusnya menjadi keyakinan bersama seluruh Pomparan Si Raja Panggabean di manapun berada,” ujar Demak Panggabean.

            Baik Sahala maupun Demak berharap, “Marilah kita membangun, bervisi, dan bersehati bersama-sama untuk saling mengenal, saling mendukung, dan saling memberi topangan bagi semua. Dengan begitu, maka Bapak kita Si Raja Panggabean akan bangga bahwa ketiga anaknya hidup rukun dan damai, saling membantu satu sama lain sampai akhir hayat.” “Kami mengajak Pomparan Si Raja Panggabean yang belum bergabung untuk bisa ikut serta dalam FKS Porapi sehingga tercipta persaudaraan dan kebersamaan yang indah,” ujar Sahala dan Demak berbarengan. KT

Berita Terkait