Pdt. Tjepy Jones Budidharma
Kerajaan Allah Ada di Dalam Kita

Penulis adalah Gembala Sidang GKBI Kasih Karunia, 548 dibaca
Pdt. Tjepy Jones Budidharma

Beritanarwastu.com. Yesaya 9:5-6, ”Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahuNya, dan namaNya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. Besar kekuasaanNya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaanNya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan Tuhan semesta alam akan melakukan hal ini”.

Nubuatan ini ditulis jauh sebelum Yesus lahir dan mengatakan bahwa pemerintahan kerajaan surga akan masuk ke dalam dunia dimulai dengan kelahiran Yesus yang adalah Firman Allah yang hidup pada peristiwa Natal. Lambang pemerintahan ini ada di bahuNya bukan di kepala, karena Kepala Gereja adalah Yesus sendiri sementara otoritas pemerintahan ini diberikan Tuhan kepada gerejaNya. Ketika orang Farisi bertanya kepada Tuhan Yesus mengenai waktu kedatangan kerajaan Allah, maka Tuhan Yesus menjawab bahwa kerajaan Allah sudah ada di dalam kita (Lukas 17:21).

Jika Alkitab berbicara mengenai Kerajaan Surga, maka yang dimaksud adalah suatu tempat di mana orang percaya nanti berkumpul bersama Yesus, tapi Kerajaan Allah adalah sistem pemerintahan kerajaan sorga di mana di dalam sistem pemerintahan ini setiap orang percaya diberi anugerah dibenarkan, dikuduskan, dan ditebus oleh darah Yesus, dan diberi kuasa dan otoritas dalam mengucapkan Firman dan nama Yesus untuk memerintah dalam hidup. Jadi sebagai orang percaya kita bukan hanya berjalan menuju surge, tapi membawa suasana surga turun dalam kehidupan kita.

Inilah kerinduan Allah bagi gerejaNya untuk hidup sebagai anak-anak Alah yang hidup dengan kuasa dan otoritas, sehingga bukan hanya hidup sebagai penerima berkat, tapi juga menjadi berkat bagi banyak orang. Tuhan Yesus tidak memerintahkan kita untuk mencari Kerajaan Surga, tapi FirmanNya adalah, “…carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenaranNya…”. Artinya, pelajari benar-benar Firman Allah yang intinya adalah pembenaran manusia di dalam Kristus dan pembenaran itu juga adalah untuk kita dan percayalah dengan segenap hati, maka sebagai akibatnya adalah seperti yang tertulis di Kitab Yesaya 32:17, “Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya”.

Kedatangan suatu kerajaan selalu disertai dengan terjadinya kehendak sang raja. Itu sebabnya, di dalam doa “Bapa Kami” yang diajarkan oleh Tuhan Yesus ada kalimat yang berbunyi: “datanglah KerajaanMu dan jadilah kehendakMu di bumi seperti di surga”. Jadi sungguh bahwa Tuhan ingin supaya kita mengalami hal baik yang disediakan surga selama kita hidup di bumi sambil berjalan menuju surga. Semua kehendak Allah dinyatakan dalam Firman  Injil Kasih Karunia yang dibawa oleh Tuhan Yesus. Firman Allah dan kehendak Allah adalah sama tidak mungkin bertentangan, jadi kalau kita ingin tahu apakah kehendak Allah untuk kita sembuh dari segala penyakit, jawabannya “ya”. Karena Firman Allah berkata oleh bilur-bilurNya kita menjadi satu tubuh dengan Yesus dan menjadi sembuh.

Apakah kehendak Allah untuk kita tidak menjadi miskin dan berkekurangan,  jawabannya “ya”. Karena Firman Allah berkata kepada orang miskin diberitakan Kabar Baik (Lukas 4:18) supaya tidak miskin lagi. Demikian seterusnya segala yang baik datangnya dari Allah Bapa kita di surga.  Bahkan untuk menjadi kuat menghadapi cobaan dan aniaya sebagai pengikut Yesus kita perlu suplai kekuatan yang datangnya dari surga. Inilah yang disebut dengan gaya hidup “Kerajaan Allah” atau dalam bahasa Inggrisnya disebut Kingdom of God. Kata “kingdom” berasal dari kata “King Dominion” atau “King Domain”, yang berarti daerah kekuasaan raja.

Jadi kalau kita menjalani hidup ini dengan gaya hidup “Kerajaan Allah”, maka kita setuju bahwa seluruh tubuh kita dan kehidupan kita adalah milik Kerajaan Allah dan tidak akan pernah kita serahkan kepada dosa, sakit-penyakit,  kemiskinan, kegagalan, dan segala hal buruk. Kita akan perkatakan terus perkataan Firman Kerajaan, yaitu Injil Kasih Karunia kepada tubuh kita, kepada kehidupan kita agar membawa kemuliaan bagi Allah Bapa kita di surga, sebab bagiNyalah segala kemuliaan, hormat dan pujian sampai selama-lamanya. Amin.

 

Berita Terkait