Komisi Perempuan PGI Wilayah DKI Jakarta Gelar Ibadah HDS (Hari Doa Sedunia) 2018

1083 dibaca
Suasana acara Hari Doa Se-Dunia 2018 di Gereja GKPS Salemba, Jakarta.

Beritanarwastu.com. Bertempat di Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) Salemba, Jakarta, pada Senin, 12 Maret 2018 Komisi Perempuan PGI (Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia) Wilayah DKI Jakarta melaksanakan Ibadah Hari Doa Sedunia (HDS) 2018. Sekitar 500 perempuan Kristen hadir di acara tersebut, dan bersama-sama merefleksikan pergumulan perempuan dan anak-anak di Suriname. 

Membuka ibadah, Ketua Marturia Komisi Perempuan PGI Wilayah DKI Jakarta, Pdt. Debby Supit menuturkan, HDS 2018 yang mengangkat tema “Semua Ciptaan Allah, Sungguh Amat Baik” merupakan kesaksian Alkitab yang menunjukkan kepada kita bahwa tatanan penciptaan di sini sungguh amat baik adanya. Bumi dan segala isinya serta benda-benda langit memiliki tempat dan fungsinya masing-masing dalam tatanan penciptaan itu.

“Perempuan Suriname mengangkat suara mereka untuk mengingatkan bahwa kita adalah pengurus ciptaan Tuhan. Mereka memperhatikan kebutuhan mendesak untuk peduli terhadap ciptaan Tuhan pada saat lebih dari 180 negara telah menandatangani Persetujuan Paris tentang Perubahan Iklim,” jelasnya.

Perayaan HDS 2018 yang diawali dengan PA (Pendalaman Alkitab) HDS ini, berjalan meriah. Berbagai pragmen yang menggambarkan kehidupan perempuan Suriname dilakoni dengan apik dalam rangkaian ibadah. Sebagian di antaranya menggunakan pakaian khas Suriname, dan pakaian masyarakat lain yang ada di negara tersebut.

  

Dalam khotbahnya, Pdt. Enida Girsang, M.Th mengajak yang hadir untuk bersama-sama dengan kaum perempuan Suriname menjadi “Ibu Kehidupan”, yaitu dengan menjaga dan memelihara ciptaan. “Jika Allah menciptakan laki-laki dan perempuan segambar dengan Allah, maka mereka sama-sama menerima mandat Allah untuk memelihara ciptaanNya. PGI telah mencanangkan tolak penggunaan plastik, maka kaum perempuan juga harus terlibat di dalamnya dengan tidak menggunakan plastik,” tukasnya.

Antusias kaum perempuan gereja untuk memeriahkan Ibadah HDS 2018 begitu besar. Hal ini terlihat dengan begitu banyaknya kelompok paduan suara yang ikut ambil bagian untuk menaikkan puji-pujian. Mereka juga menyampaikan komitmen di akhir ibadah. Dalam komitmennya mereka menegaskan akan mengurangi pemakaian plastik, dan menjadi ibu yang baik serta melayani Tuhan. HDS dimulai pada abad 19 ketika para perempuan Kristen Amerika Serikat dan Kanada memulai berbagai kegiatan kooperatif untuk mendukung keterlibatan perempuan dalam misi kedua negara tersebut dan di belahan dunia lainnya.

HDS kemudian menjadi suatu gerakan perempuan Kristen di seluruh dunia dari semua latar belakang dan tradisi, yang bersama-sama berkomitmen dalam doa pada hari Jumat pertama bulan Maret setiap tahun. Lebih dari 170 negara bergabung dalam gerakan HDS ini, dan tema serta buku panduannya disiapkan oleh Komite HDS dari negara yang berbeda setiap tahunnya. Untuk tahun 2018, Komite HDS dari negara Suriname yang menyiapkan Tata Ibadah HDS. Perempuan Suriname mengangkat suara mereka untuk mengingatkan kita bahwa kita adalah pengurus ciptaan Tuhan. Mereka memperhatikan kebutuhan mendesak untuk peduli terhadap ciptaan Tuhan. KF

Berita Terkait