Kunjungan Calon Gubernur Sumut ke Kantor NARWASTU

1030 dibaca
Brigjen Pol. (Purn.) Drs. Victor Edison Simanjuntak, S.E., M.M. (kiri) bersama Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi NARWASTU, Jonro I. Munthe, S.Sos (kanan).

BERITANARWASTU.COM. Kantor Majalah NARWASTU pada Jumat siang, 25 November 2016 mulai pukul 13.30 sampai 15.00 WIB kedatangan tamu istimewa. Kunjungannya baru diberitahu pada pukul 12.00 WIB. Untung Pimpinan dan staf NARWASTU berada di kantor. Siapa tak kenal mantan petinggi Bareskrim, Brigjen Pol. (Purn.). Drs. Victor Edison Simanjuntak, S.E., M.M. yang pernah dipercaya sebagai Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Tipideksus) Bareskrim Polri.

Kasus-kasus korupsi besar, seperti kasus daging sapi, Kondesat, SKK Migas, TPPI, Yayasan Pertamina dan PT. Pelindo II yang pernah diberitakan berbagai media nasional pernah diungkapnya ke publik. Tak heran, kalau wajahnya sering muncul di televisi. Saat berkunjung ke kantor NARWASTU, jenderal purnawirawan bintang satu yang kini akan maju sebagai Calon Gubernur Sumatera Utara (Sumut) ini didampingi orang dekatnya, Imanuel Ebenhaezer Lubis yang juga Ketua Tim Relawan Sahabat Victor Edison Simanjuntak (VES).

Sekitar satu setengah jam, Pak Victor Simanjuntak yang mantan Kepala Pusat Pendidikan (Kapusdik) Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri yang dikenal berani dan cerdas ini berbicara santai, namun serius dengan tim NARWASTU yang dipimpin Jonro I. Munthe, S.Sos (Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi NARWASTU). Berbicara soal pencalonannya sebagai Gubernur Sumut, Victor Simanjuntak mengatakan, selama ini ia sudah mengunjungi 33 kabupaten/kota di Sumut sembari ia memberikan edukasi politik dan motivasi terhadap masyarakat.

“Sumut itu daerah yang dikenal banyak kasus korupsinya. Sehingga mesti dibangun dengan paradigma seperti Revolusi Mental. SUMUT sering diplesetkan: Semua Urusan Mesti dengan Uang Tunai, namun kami membuat SUMUT jadi: Semua Urusan MUdah dan Transparan,” ujar anggota jemaat Gereja GPIB Efatha, Jakarta Selatan ini. Sempat juga Victor Edison berbicara seputar kondisi dan situasi politik nasional terkini. Dan ia berharap agar bangsa ini semakin damai, dan semua anak bangsa saling menghargai dan bisa menahan diri.

Selain itu, ia menyinggung soal kedahsyatan media massa, yang bisa membangun bangsa agar lebih baik, namun bisa juga meruntuhkan sebuah bangsa. “Media pun bisa membuat seseorang menjadi sangat terkenal, namun bisa pula membuat seseorang hancur nama baiknya. Jadi media perannya luar biasa di tengah masyarakat dan bangsa. Kita harus bijaksana menyikapi media,” ujarnya.

Di akhir kunjungannya ke kantor NARWASTU, ia menerima kenang-kenangan berupa buku-buku dan Majalah NARWASTU yang diserahkan Jonro Munthe. Kunjungan yang berlangsung akrab dan familiar ini, diakhiri dengan doa. Dan siapa sangka bahwa Pak Victor Simanjuntak adalah seorang Kristiani yang kerap diundang berkhotbah dalam kebaktian. Dia pun seorang figur intelektual yang hobi membaca aneka buku, termasuk membaca buku-buku spiritual (rohani). “Ajaran Kristen itu adalah kasih. Jadi dari iman kita mesti muncul kasih,” pungkasnya. TS

Berita Terkait