Pesan Spiritual Lewat "The Conjuring 2"
Lawanlah Roh-roh Jahat dengan Doa dan Firman Tuhan

1315 dibaca


Beritanarwastu.com. Bagi pembaca yang hobi nonton film agaknya bagus juga kalau sempat ditonton film "The Conjuring 2" yang kini ramai diputar di bioskop-bioskop di wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi). Film ini sebenarnya cerita genre horor yang diangkat dari kisah nyata, dan terjadi pada tahun 1970-an di London Utara, Inggris.

Dan pada tahun 2013 lalu sudah diputar pula film "The Conjuring" pertama, dan sekarang lanjutannya. Uniknya film garapan James Wan ini tercatat salah satu film terlaris di dunia yang dianggap banyak kritikus film di Amerika Serikat dan Eropa film horor berbobot karena di dalamnya ada pesan-pesan moral, wejangan pada setiap keluarga untuk menciptakan kerukunan dan nilai-nilai Injil.

Yang menarik, di bioskop-bioskop Indonesia banyak yang menonton film ini dari kaum lintas agama, tak hanya umat Kristiani.  Ceritanya tentang sepasang suami istri,  Ed Warren (Pattrick Wilson) dan Lorrarine Warren (Vera Farmiga) yang punya kemampuan untuk memusnahkan roh-roh jahat (kuasa-kuasa setan) di rumah tua yang dihuni sebuah keluarga. Keduanya adalah pakar supranatural yang kerap melakukan investigasi dengan merekam suara atau gambar-gambar roh-roh jahat. Namun keduanya selalu bergerak dengan kekuatan Alkitab atau Firman Tuhan untuk menaklukkan roh-roh jahat.

Dalam film The Conjuring 2 ini, mereka ditugaskan petinggi gereja Katolik untuk menolong ibu Peggy Hodgson (Frances O’Connor) yang hidup bersama tiga anaknya di sebuah rumah tua yang kerap diganggu roh-roh jahat di pinggiran kota London, Inggris. Setiap malam di rumah Hodgson sering terjadi keanehan, seperti barang-barang yang berpindah tempat, dinding yang diketuk keras, dan kursi yang bisa bergoyang sendiri. Setelah melalui perjuangan yang melelahkan, ternyata ada roh jahat bernama Valak dalam rupa seorang biarawati berbaju hitam menyeramkan, yang mengganggu keluarga ini.

            Dalam film ini ada ditampilkan musik-musik atau lagu Natal dan atribut-atribut Kristiani, termasuk perbincangan pastur dalam hal mengusir roh-roh jahat. Pesan dari film ini, bahwa setan-setan atau roh-roh jahat yang bisa menghancurkan kedamaian dan ketenteraman umat manusia hanya bisa dilawan dengan kuasa Firman Tuhan atau Injil. Dan sempat dimunculkan sebuah tulisan menarik di film ini bahwa “Tuhan akan menolong mereka yang membutuhkan atau memanggil namaNya…

           Sebelum film ini diputar di bioskop-bioskop, ternyata saat shooting film berlangsung kerap muncul hal-hal yang aneh (gaib) dan mengganggu para pemain, seperti ada bekas cakaran di tubuh pemain, dan laptop bisa nyala sendiri tanpa ada yang membuka. Itu sebabnya, seorang rohaniwan atau pastur bernama Steven Sanchez sampai dipanggil untuk mendoakan dan memberkati lokasi shooting, termasuk mendoakan para pemain dan kru. Dan sejak itu tak ada lagi hal-hal aneh dan mengganggu para pemain. 

           Film ini digambarkan memang agak menegangkan, terlebih dengan kepiawaian penata kamera dan penyuguhan musiknya. Film ini memesankan agar setiap rumah tangga tekun berdoa bersama anggota keluarganya agar kuasa jahat tak hadir di sana. Dan setiap memasuki rumah baru ajaklah Hamba Tuhan agar mendoakan dan memberkati rumah tersebut agar menjadi surga kecil bagi setiap anggota keluarga. TG

Berita Terkait