Memahami Doa-doa yang Dikabulkan Tuhan

674 dibaca


BERITANARWASTU.COM. Dalam buku berjudul Doa yang Dikabulkan, terbitan PT. BPK Gunung Mulia dan ditulis Catherine Marshaal ini, ada banyak dibahas mengenai aspek-aspek seputar doa yang begitu beragam. Ditulis dalam buku ini, tiap orang hendaklah mengalami sendiri dan menekuni aktivitas doa dalam perjumpaan sehari-hari dengan Allah. Dalam buku kecil setebal 117 halaman ini, Catherine Marshall mengibaratkan perjumpaan itu sebagai “Sekolah Doa.”

Sejumlah aspek yang dipelajarinya dibahas dalam buku ini, seperti doa pengakuan ketidakberdayaan, doa yang menunggu dan doa yang meminta. Catherine Marshall mengajak pembaca untuk  memasuki sekolah doa kita sendiri, mengalami kehidupan yang makin intim bersama Allah. Dan menemukan bahwa pengabulan atas doa kita itu mengandung makna yang mungkin mengejutkan, dan tak terbayangkan oleh pikiran kita yang terbatas.

Ditulis di buku ini, test masuk Sekolah Doa terdiri dari dua pertanyaan: Pertama, apakah Anda sungguh-sungguh mempunyai suatu problem atau kebutuhan? Kedua, apakah Anda mengakui bahwa Anda tak berdaya untuk menangani problem atau kebutuhan itu? Semua yang saya pelajari mengenai doa adalah hasil dari saat-saat, pada waktu mana saya menjawab “ya” terhadap kedua pertanyaan itu. “Melihat kembali hidup saya, saya dapat menyatakan bahwa saat-saat dalam kebutuhan itu, bagi saya, lebih merupakan ‘puncak gunung’ dari pada ‘lembah kesedihan’, seperti umumnya anggapan orang,” tulisnya.

“Merupakan puncak, karena setiap kali saya mengalami kebutuhan itu, saya belajar sesuatu yang penting sekali mengenai Allah, bahwa Allah itu ada, riil, dan sanggup menjawab doa yang menakjubkan. Semasa kanak-kanak, pelajaran saya terima ketika saya ditolong untuk mengatasi ketakutan yang sangat terhadap gelap. Waktu remaja, saya amat membutuhkan biaya untuk masuk perguruan tinggi. Apa yang saya pelajari waktu itu saya cerita dalam ‘Doa yang Membantu Mewujudkan Angan-angan’.”

Salah satu tulisan di halaman 34-35 buku ini cukup menarik disimak,Tuhan, saya sudah dikalahkan oleh keadaan. Saya merasa seperti tikus yang masuk perangkap, tersudut dan tidak bisa lagi meloloskan diri. Di manakah Engkau, Tuhan? Malam begitu pekat, dan saya tidak bisa merasakan kehadiranMu. Tolonglah saya untuk mengerti, Tuhan, bahwa kegelapan itu sesungguhnya adalah ‘bayangan tangan-Mu’ yang diulurkan penuh kasih sayang, dan bahwa ‘kesesakan’ yang saya alami, adalah perbuatan-Mu. Mungkin inilah satu-satunya jalan Engkau dapat memperoleh seluruh perhatian saya, satu-satunya jalan yang membuat saya mengizinkan engkau membuktikan kekuasaanMu dalam hidup saya,” tulisnya.

“Sekarang saya sadar semakin kosong cawan saya, semakin banyak pula saya dapat menerima kasih dan berkatMu di dalamnya. Tuhan, sekarang saya pasrahkan masalah ini...untuk mana saya mohon pemecahan dengan cara Tuhan saja dan pada waktu yang telah Kau tentukan. Terima kasih, ya Bapa di surga, bahwa segala berkatMu tersedia bagi saya, bukan karena saya layak menerimanya, melainkan karena Yesus dan kemuliaanNya. Sebab itu, dalam kuasa namaNya saya berdoa. Amin,” tulisnya lagi. Buku ini cukup menarik disimak, dan mampu menolong warga gereja untuk memahami makna dari aktivitas doa. TK

Berita Terkait