Mengandalkan Tuhan dan Sembuh dari Kanker

3367 dibaca
Ev. Johny Pardede. Gigih menginjil.

               BERITANARWASTU.COM. Terkadang kita orang percaya akan mengalami berbagai penderitaan yang terjadi atas seizin Tuhan.  Entah itu sakit penyakit, kerugian dalam bisnis, malapetaka bahkan maut sekalipun. Namun, bagi orang percaya, itu semua bagian dari pendewasaan iman agar semakin dekat kepada Sang Pencipta. Itulah yang dialami Ev. Johny Pardede, pengusaha ternama yang tak asing lagi di Medan, Sumatera Utara. Beberapa waktu lalu, pengusaha yang kini aktif sebagai penginjil ini divonis mengidap kanker stadium 3. Namun ia mempercayai bahwa penyakit yang dialaminya atas seizin Tuhan.

“Penyakit bisa datang karena tiga hal. Pertama, dosa. Roma 3:23 mengatakan, karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah. Kedua, tidak disiplin. Mazmur 107:17 mengatakan, ada orang-orang menjadi sakit oleh sebab kelakuan mereka berdosa, dan disiksa oleh sebab kesalahan mereka,” ujar pria kelahiran Medan, 24 April 1954 yang juga putra tokoh nasional T.D. Pardede (alm.) ini.

Ketiga, jelas Johny, yaitu ujian. Dalam 1 Petrus 4:12-13 disebutkan, saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu. Sebaliknya bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bersukacita pada Ia yang menyatakan kemuliaanNya. 

Sebab itu, melawan penyakitnya, pria yang sejak 2002 mengalami pertobatan ini, mengaku lebih mengandalkan Tuhan ketimbang mengutamakan uang. Dia meyakini uang tidak membuat segala-galanya tapi Firman Tuhan bisa. “Di Roma 4:17 tertulis, engkau telah kutetapkan menjadi Bapa banyak bangsa, di hadapan Allah yang kepadaNya ia percaya, yaitu Allah yang menghidupkan orang mati dan yang menjadikan dengan FirmanNya apa yang tidak ada menjadi ada,” jelas adik dari mantan Gubernur Sumut, Rudolf Pardede ini.

Kesembuhannya diperoleh dengan ibadah sungguh-sungguh. Suami dari Dr. Sri Theresia Bangun ini mengutip Keluaran 23:25, “Tetapi kamu harus beribadah kepada Tuhan, Allahmu, maka Ia akan memberkati roti makananmu dan air minumanmu dan Aku akan menjauhkan penyakit dari tengah-tengahmu.”  “Kalau kata Firman kita harus kudus, makanya kita harus kudus. Dan 1 Petrus 1:15-16 mengatakan, tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, sebab ada tertulis kuduslah kamu sebab Aku kudus,” kata pengusaha yang kini giat menginjil ke berbagai negara dan daerah pedalaman di Indonesia itu.

Johny juga mengutip ayat Ibrani 12:14, “Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan. Juga Yohanes 17:17: Kuduskanlah mereka dalam kebenaran. FirmanMu adalah kebenaran. Demikian pula dalam Yohanes 15:3: Kamu memang sudah bersih karena Firman yang telah kukatakan kepadamu. Kita harus sempurna dan banyak orang membuat alasan tidak mungkin kita sempurna karena kalau kata Firman harus, tidak bisa tawar-menawar atau berdalih,” tukas Johny Pardede yang baru-baru ini di Jakarta bersaksi di acara peluncuran tabloid rohani Agape yang dibidani pengacara/advokat handal, Jhon S.E. Panggabean, S.H., M.H.

Ayat lain yang juga mengautkannya, yaitu Amsal 19:16: Siapa berpegang pada perintah, memelihara nyawanya, tetapi siapa menghina Firman, akan mati. Matius 5:48: Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.

“Jangan pakai pikiran daging tetapi harus pakai pikiran iman. Dalam Ibrani 12:2 dikatakan, marilah kita melakukannya dengan mata tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan tahta Allah. Contoh Henokh dan Elia diangkat hidup-hidup ke sorga. Kalau tidak sempurna tidak mungkin diangkat ke sorga,” jelas ayah dari Herna Jacqueline Christnatasha Pardede, Jonatan Yesaya Pardede, dan Amoz Zefanya Pardede ini.

Baginya, kita harus kejar kesempurnaan, seperti dikatakan Rasul Paulus. Filipi 3:12: Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena akupun telah ditangkap oleh Kristus Yesus. Tuhan telah memberikan sarana untuk mencapai kesempurnaan, yaitu penuh Firman (Efesus 5:26-27), penuh Roh Kudus (2 Kor. 3:17-18), dan penuh pelayanan kasih (Kolose 3:14).

              Kini, Ev. Johny Pardede tak hanya melayani kaum awam, tapi juga melayani para pebisnis atau pengusaha. Menurutnya,  pengusaha harus dibagikan Firman Tuhan. Di mana ada kesempatan, ia selalu mengajak para pebisnis, dan para Hamba Tuhan dengan hati yang damai agar jangan terjerambab pada dosa, tapi berubah oleh pembaharuan budi.

Sejak menyerahkan hidupnya pada tuntunan Tuhan, pemilik klub sepakbola terkenal Pardedetex ini terus memberitakan Injil. Sebagai pengusaha, ia tetap memprioritaskan pelayanan bagi Tuhan. Oleh pelayanan itu, ia banyak diapresiasi para Hamba Tuhan dan pebisnis. Tidak heran, ia sering didaulat untuk menjadi pembicara. Salah satunya pada acara Couple Dinner gabungan, yang diadakan di Resto Hongkong Garden, Padang Galak, Sanur Bali, tahun lalu. “Semua yang hadir sangat bersukacita, dan mereka memuji Tuhan,” katanya.  Sebagai pembicara, lagi-lagi kesaksian hidupnya yang luar biasa, sangat memberkati pebisnis yang hadir. Bahkan, saat altar call banyak maju ke depan untuk didoakan, bahkan menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat.  TS

Berita Terkait