Menjadi Saksi Kristus dengan Talentanya

1030 dibaca
Pnt. Niniek Suryati L. Brent Salurapa dalam sebuah pelayanan kasih.

 BERITANARWASTU.COM. Ingin mendedikasikan segenap hidupnya untuk menjadi saksi Kristus melalui talenta dan buah pikirannya, itulah yang dilakukan oleh Pnt. Niniek Suryati L. Brent Salurapa melalui berbagai kegiatan yang digelutinya selama ini. Sebab, prinsipnya perempuan diciptakan sebagai penolong, baik dalam keluarga, gereja dan masyarakat.

 

Perempuan Multitalenta

Saban hari akrab oleh berbagai kesibukan bukanlah hal yang asing bagi istri dari Litha Brent, S.E. ini. Menjadi perempuan yang aktif telah tumbuh sejak ia masih remaja. Hal itu terbukti sejak duduk di bangku SMA, ia telah menjadi guru sekolah minggu. Maka jangan heran jika di tahun 1983 lalu aneka profesi telah diemban dan dijalaninya. Sebut saja selain dirinya harus mengurus rumah tangga dan anak-anaknya, perempuan berdarah Toraja ini pun berprofesi sebagai dokter gigi sekaligus dosen di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin (1985-2015), Makassar.

Ia pun sebagai Penatua di Gereja Kerapatan Injil Bangsa Indonesia (Kibaid) dan Direktur  di PT. Gunung Merapi, Wakil Direktur PT. Ben Nibion, serta  Tim Penyelia di Litha Group yang membidangi transportasi di Sulawesi Selatan. Perempuan serba bisa yang disematkan kepadanya, bukan didapat tanpa sebuah proses panjang. Melainkan hasil tempaan dari ibunda tercinta.

Niniek yang terlahir sebagai anak sulung selalu diajarkan untuk bekerja keras dan membagi waktu dengan baik. Sehingga saat berusia 9 tahun perempuan kelahiran Makale, 8 Februari 1954 ini sudah menjadi asisten ibunya yang notabene adalah seorang guru Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan  mengajar keterampilan di SKP (Sekolah Kepandaian Putri) dan SMEA.

 Eksistensi diri melalui ilmu dan talenta yang dimilikinya tak berhenti hanya sebatas dalam dunia akademisi. Sebagai perempuan cerdas dan selalu ingin belajar sesuatu, ia pun belajar Ilmu Teologia di STT Jaffray, Makassar. Ia berkisah mengenai pengalaman imannya bahwa dulu saat masih menjadi dosen, perempuan berparas cantik ini ditunjuk oleh salah satu Dekan FKG Unhas untuk memimpin doa di lingkungan kampusnya.

Sebagai seorang minoritas tentu hal itu tak disia-siakannya. Alasannya, sebagai pengikut Kristus ia ingin bersaksi di lingkungan kerjanya. Dan, peristiwa itu dinilai sebagai salah satu momen bersejarah baginya. Sebagaimana kita ketahui, kampusnya tersebut terletak di daerah yang mayoritas masyarakatnya adalah non-Kristen.

Walaupun ia sibuk dalam urusan bisnis bersama suami dan anak-anaknya, ia juga tercatat sebagai Ketua Departemen Wanita Gereja Kibaid (2012-2017). Niniek, memang menaruh perhatian terhadap kaumnya mengingat kodrat perempuan sebagai penolong di dalam keluarga. Oleh karena itu, untuk menambah wawasan anggota Persekutuan Kaum Wanita (PKW) yang dipimpinnya, diadakan seminar pada Juni 2016 lalu yang bertemakan bimbingan, pembekalan serta motivasi diri.

“Semua itu dilakukan guna mengembangkan diri dan peranan perempuan untuk terlibat aktif dalam setiap pelayanan serta memberikan wawasan baru dan pengembangan diri para perempuan. Bukan saja untuk kebutuhan keluarga, melainkan keterlibatan perempuan sebagai salah satu tombak gereja dalam pelayanan,” terangnya.

 Bagi Niniek, semua hal yang dapat dikerjakan dengan baik, selain merupakan campur tangan Tuhan juga dukungan dari suami dan anak-anaknya. Ia memang tak pernah membiarkan tangannya untuk diam. Buktinya, saat memiliki waktu senggang, biasanya ia gunakan untuk merangkai bunga, menjahit, memasak dan lain sebagainya. Melalui talenta yang dimilikinya itu pula ia tak segan untuk berbagi dengan sesamanya dalam bentuk seminar-seminar, khotbah bahkan pelatihan praktis.

Ia mengaku, jika bisa dimampukan untuk mengasihi dan bersaksi, semata-mata karena Roh Allah yang bekerja pada dirinya. “Sebagai pengikut Yesus bagian kita adalah menceritakan kebaikan Allah kepada orang lain, dan selebihnya adalah bagian Tuhan,” tukasnya.

 

Menikmati Anugerah Tuhan

 Ayat 1 Korintus 2:9 menjadi motivasi bagi ibu dari anak empat ini dalam berbagai bentuk pelayanan. Menurutnya, Tuhan sudah memberikan banyak kepadanya. “Apa yang belum pernah saya lihat, belum pernah dengar, tidak pernah timbul di hati sebelumnya Tuhan sudah anugerahkan,” ucapnya semangat. Lebih lanjut ia menyebutkan, berkat yang diterimanya seperti perjalanan rohaninya yang pertama kali ke Israel tahun 1985 yang seterusnya diberikan lagi, dan pasti akan diberikan kesempatan yang akan datang. Kemudian, dikaruniakan anak yang diberi nama Bengurion Litha Brent (nama salah satu Perdana Menteri pertama Israel).

 Diberi kesempatan sebagai exporter Coffee Beans, mendapat kesempatan berkunjung secara continue mengikuti SCAA (Specialty Coffee Association of America) yang diadakan setiap tahun dari satu negara bagian ke negara bagian lain di Amerika Serikat (USA). Sehingga sebagian besar negara bagian itu telah dikunjunginya bersama suaminya. Anggota jemaat Gereja Kibaid Latimojang, Makassar, ini juga mendapat kesempatan untuk  studi di Denver University Colorado pada tahun 1995 silam. Di situ ia sembari melatih anak-anaknya bersekolah di luar negeri. Pengalaman itulah yang membuat keempat anak-anaknya dengan tekun belajar di Australia. Sejak di SMA sampai mencapai tingkat magister.

 Pada tahun 1994 lalu ia dianugerahi naik pesawat Super Sonic Concorde dari Paris ke New York (Amerika Serikat) hanya memakan waktu sekitar 3,5 jam. Di situ, menurutnya, ia dapat membuktikan bahwa bumi ciptaan Tuhan benar-benar bulat. Ia juga menikmati anugerah perjalanan ke luar negeri sampai ke Ulan Batar, Mongolia, dengan mengalami dingin es dengan suhu minus 37 derajat celcius. Terlebih lagi dari semuanya bagi Niniek adalah memiliki kehidupan kekal sebagai anak angkat Tuhan dalam Yesus.

“Apakah yang dapat saya balaskan kepada Tuhan. Hanya menyaksikan semua itu dengan berpelayanan dalam berbagai bentuk. Tak habis-habisnya kasih setiaNya dan masih banyak anugerah Tuhan yang perlu disaksikan agar orang lain juga memahami luar biasa hidup bersama Tuhan Yesus. Bahkan, kesaksian hidup kita anak-anak yang ditebusNya dapat membuat orang lain cemburu positif dan menerima Kristus sebagai Juruselamat pribadi,” ungkapnya di akhir wawancara dengan Majalah NARWASTU baru-baru iniBTY

Berita Terkait