Mewujudkan Kebersamaan dan Membangun Komunitas Antar Jemaat GKPI di Wilayah XI Region I

51 dibaca
Suasana acara ibadah raya dan perayaan atas HUT ke-55 GKPI yang dihadiri lebih dari 1.000 orang jemaat di Gedung Bagas Raya, Jakarta, pada Minggu, 27 Oktober 2019 lalu.

Beritanarwastu.com Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) menggelar HUT ke-55, khususnya GKPI Wilayah XI Regional I Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi dan Cirebon). Maka digelar serangkaian kegiatan, mulai dari lomba, pertandingan, got talent, survei pelayanan, pembinaan pelayanan dan kegiatan puncak ditutup dengan ibadah raya. Perayaan HUT ke-55 GKPI ditandai dengan diadakannya defile 27 jemaat perwakilan kontingen lomba dan pertandingan membawa bendera asal jemaat masing-masing di Gereja GKPI Menteng, Jakarta, pada Sabtu, 21 September 2019 lalu.

            Puncak HUT ke-55, Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Wilayah XI, Jawa-Kalimantan, Regional I Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Cirebon) menggelar Ibadah Raya dan Perayaan yang berlangsung meriah dihadiri lebih dari 1.000 orang jemaat yang diadakan di Gedung Bagas Raya, Jakarta, pada Minggu, 27 Oktober 2019 lalu. Pada ibadah raya, Pdt. Anwar Tjen, P.hD dalam renungannya mengajak para jemaat GKPI merenovasi semangat. “Roh dan semangat dasar awal lahirnya GKPI mesti betul-betul didaur ulang agar generasi muda mengetahuinya juga,” ujar Kepala Departemen Penerjemahan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) ini.

 

Diet Sampah Plastik

         Hadir juga Pdt. Dr. Henriette Hutabarat Lebang yang ketika itu masih Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI).  Dalam sambutannya Pdt. Henriette mengatakan, pada zaman ini gereja mesti melampaui batas untuk mewartakan kasih persaudaraan. Hal lain diutarakan Pdt. Henriette terkait tema GKPI Membangun Komunitas yang sungguh-sungguh dibutuhkan oleh dunia saat ini. “Rasanya komunitas kita makin longgar dan saling tidak peduli, bahkan semakin sikut menyikut. Berlomba itu baik, namun jika berlombanya dengan cara yang tidak sehat, maka kasih persaudaraan itu akan hilang dan punah,” ujarnya.

           Selesai ibadah digelar seruan untuk diet sampah plastik. Di tengah pencanangan diet sampah plastik mencintai bumi dengan mengurangi sampah plastik. Dan memang mesti diakui, salah satu persoalan lingkungan yang sangat serius di Indonesia dan juga masyarakat dunia terutama di negara-negara berkembang adalah isu penanggulangan dan dampak sampah sebagai upaya menjaga lingkungan demi generasi mendatang yang lebih baik.

          Selesai sambutannya semua warga jemaat GKPI yang hadir sama-sama mendeklarasikan diri untuk menanggulangi, mengendalikan sampah plastik dengan beberapa cara untuk antara lain; membawa tas belanja sendiri ke mana-mana. Membawa kotak makan sendiri, mengurangi penggunaan tisu basah. Menggunakan produk yang dikemas dengan beling kaca atau karton. Lalu, membawa botol minum (tumbler) sendiri. Dan tidak lagi menggunakan sedotan untuk minuman. Belajar cara daur ulang sampah plastik. Membuang sampah pada tempatnya. Mengajak warga jemaat berdiri di tempat, mengangkat tumbler dengan tinggi.

 

Memelihara Lingkungan

            Mengingat kerusakan lingkungan adalah tanggung jawab bersama, lingkungan yang kurang bersih, banjir dan penyakit di mana-mana bukan kesalahan satu individu atau kelompok tertentu, bahkan juga bukan kesalahan pemerintah. Namun manusialah yang lalai dalam menjaganya. Untuk itulah pada kesempatan itu diajak jemaat GKPI agar menjaga, dan memelihara lingkungan tempat tinggal sekitar. “Mulailah menjadi pribadi yang bersih terlebih dahulu. Mari kita belajar mencintai lingkungan dan menghindari aktivitas-aktivitas yang bisa merusak lingkungan, seperti membuang sampah sembarangan dan mengurangi penggunaan produk dengan bahan plastik. Berangkat dan mulailah dari rumah kita masing-masing, dari lingkungan kita masing-masing, dari gereja (jemaat) masing-masing dan diharapkan bisa mempengaruhi orang banyak dan masyarakat banyak,” begitu imbauan yang disampaikan.

            Ketua Panitia, Haposan Hutagalung, S.H. mengatakan, panitia berupaya mengumpulkan 27 Jemaat GKPI Sejabodetabek agar saling mengenal, peduli dan menjadi kompak.Kita mau jemaat yang berkumpul saat ini bisa kompak. Kita menjadi satu visi dan misi menjadi jemaat yang melayani. Menjadi jemaat yang jujur, sportif, tangguh, tidak cengeng, militan dan punya prinsip. Kami yakin semua jemaat GKPI menjadi jemaat yang baik jika punya visi dan misi yang sama ke depan,” jelas advokat/pengacara senior ini.

           “Tentu, tujuannya adalah mensyukuri kebaikan Tuhan yang telah menyertai GKPI dalam pelayanan selama 55 tahun. Mengaktualisasikan dan menggemakan kembali nilai-nilai, ciri-ciri khas, motto GKPI yang dicanangkan oleh para pendiri pada awal pendirian GKPI,” ujar Haposan. Dia menambahkan, HUT ke-55 itu juga menjadi momentum menyalurkan dan mengembangkan potensi, minat, bakat yang dimiliki oleh warga jemaat GKPI. Membangun, mengembangkan persekutuan, kebersamaan antarwarga jemaat, antarjemaat, antarpelayan di kalangan jemaat-jemaat dalam wilayah XI Region 1, khususnya di tahun pelayanan membangun komunitas.

             Sementara itu, Sekretaris Panitia, Penatua Daniel Simanjuntak, menambahkan, dalam rangka mensyukuri kebaikan Tuhan yang telah memberkati GKPI selama 55 tahun, telah diadakan serangkaian kegiatan, antara lain perlombaan, pertandingan olahraga, pembinaan pelayan, lomba paduan suara, survei pelayanan dan ibadah raya yang dilaksanakan mulai pada 21 September hingga 27 Oktober 2019.  Kegiatan kebersamaan ini melibatkan seluruh jemaat dan unsur (kategorial) di GKPI Wilayah XI regional 1.

 

Berbagai kegiatan/lomba sengaja diadakan di beberapa gedung/lokasi gereja GKPI yang berbeda, bertujuan agar sesama warga jemaat/pelayan GKPI khususnya di wilayah XI Region 1 boleh saling mengenal, saling mengunjungi, dan ke depan bisa menggalang kerjasama yang lebih baik, saling berbagi, membangun kepedulian baik secara individu maupun secara kolektivita, bersama atau antar jemaat.

           Selain kegiatan-kegiatan perlombaan, diadakan pembinaan pelayan dengan mengingat bahwa perlu peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM). Mengapa pelayan? Sebab pelayan merupakan salah satu kunci atau unsur yang sangat penting dalam mewujudkan pelayanan yang berkualitas dan juga sebagai sarana untuk menyiapkan estafet SDM dari pelayan yang siap dan berkualitas secara berkesinambungan di mana pada tahun 2020 GKPI akan mengadakan periodisasi kepengurusan mulai dari tingkat jemaat, resort hingga tingkat sinode.

         Perayaan HUT ke-55 GKPI saat itu ditandai dengan peniupan lilin pemotongan kue ulang tahun. Dan ini tentu kegiatan akhir dan merupakan puncak perayaan HUT dari rangkaian kegiatan HUT ke-55 GKPI, adalah ibadah raya yang diadakan pada Minggu 27 Oktober 2019 yang lalu dihadiri oleh seluruh warga jemaat dari seluruh kategorial. HM

Berita Terkait