Musik (Lagu) dan Pengaruhnya Pada Kejiwaan Manusia

902 dibaca


Beritanarwastu.com. Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu (Filipi 4:8). Ayat tersebut seyogyanya menjadi dasar atau semacam aturan dalam hal bermusik (bernyanyi) bagi kita sebagai pengikut Yesus Kristus.

Musik selalu berhubungan dengan kehidupan manusia. Apapun jenis musik yang digemari bila didengar dan dinikmati secara terus-menerus, cepat atau lambat akan mengakibatkan pengaruh tertentu. Ini mengingat pada dasarnya setiap orang adalah manusia yang berdosa (Roma 3:23), sehingga lebih mudah menerima pengaruh buruk daripada pengaruh baik musik. Adalah bijaksana kalau kita berhati-hati menentukan selera dalam bermusik, serta berhati-hati dalam menggandrungi dan menikmati musik-musik  yang dianggap up to date. “Ingat lawanmu si iblis selalu berjaga-jaga dan mencari kesempatan untuk menjatuhkan” (1 Petrus 5:8).

Sementara Mazmur merupakan cermin keprihatinan seorang gembala bernama Daud yang berperasaan halus. Mazmur kemudian menjadi kekuatan untuk mengembangkan semangat penduduk Yerusalem dalam membangun mezbah Allah. Reformator Martin Luther pada 1528 menyebut Mazmur sebagai Alkitab kecil. Inspirasi Daud terbesar adalah keberhasilannya membuat hubungan musik dan lagu menjadi kekuatan. Dan kekuatannya tampak saat pemindahan Tabut Perjanjian dari Obed-Edom ke Kota Daud (Yerusalem). Sampai Imam Zadok dan Abyatar  berjingkrak-jingkrak mengikuti irama lagu yang didendangkan bersama gambus, kecapi, dan ceracat oleh puak Lewi.

Bila memperkenalkan musik kepada orang muda, seyogyanyalah diarahkan kepada kesucian dan kerohanian suatu alat sebagai kebenaran. Orang muda harus mengambil suatu pendirian yang lebih teguh dan menjadikan firman Allah sebagai penasihat dan penuntun. Alat-alat musik telah mengambil waktu mereka yang seharusnya digunakan untuk berdoa. Bila tidak menyimpang, musik merupakan suatu berkat yang besar, tapi bila digunakan salah akan menjadi suatu kutuk yang hebat.

Para pemusik yang sudah tidak peduli tentang yang baik atau buruk dengan mudah menyelinap dan menyisipkan ajaran-ajaran sesat dan merusak begitu banyak generasi muda yang menjadi penggemar mereka. Memang belum tentu semua musik dunia ditunggangi, tapi bagaimana kita dapat membedakan antara yang “bersih” dan yang “dimaterai”. Bayangkan, apa yang bakal terjadi dengan generasi mendatang bila sekarang ini mereka sudah terkecoh oleh tipu daya iblis dan dunia.

Orang-orang Kristen tidak akan menyanyikan lagu yang tidak senonoh dengan cita-cita kebenaran, kejujuran, dan kesucian. Mereka harus menghindarkan diri dari unsur-unsur yang cenderung membuat kejahatan. Kita juga berusaha menghindarkan diri dari gubahan-gubahan yang berisi kalimat hambar, lirik yang kurang berarti, sentimental atau dangkal yang menyimpang dari nasihat dan ajaran-ajaran yang terdapat dalam Kitan Suci.

Musik yang dipilih demi kebaikan umat manusia dan hubungannya dengan Sang Khalik paling tidak harus memenuhi muatan sebagai berikut. Pertama, musik harus mendatangkan hormat dan pujian bagi Allah. Kedua, musik mesti menuntun pendengar kepada Tuhan Yesus, sebagai jalan keselamatan dan kehidupan. Ketiga, musik menyediakan jalan bagi penyampai firman Allah atau meneruskan panggilanNya dan membangkitkan sambutan dari penggemar.

 Keempat, musik dimainkan dan dinyanyikan oleh orang-orang yang hidupnya sesuai dengan apa yang mereka bawakan. Kelima, musik menjadi sarana untuk memberi kesan mendalam tentang kebenaran Alkitab yang mengilhami satu perubahan positif dalam kehidupan. Keenam, musik disajikan dengan penuh perencanaan yang hati-hati dan teratur.

Ketujuh, musik sederhana dan mempunyai nada, disampaikan tanpa menekankan penonjolan pribadi atau yang bersifat pertunjukan. Kedelapan, tetap mengutamakan khotbah Firman Tuhan, baik dalam penekanan maupun dalam banyak waktu yang digunakan. Kesembilan, menjaga agar ada keseimbangan antara panggilan pada perasaan (emosi) dan pikiran, bukan sekadar menonjolkan perasaan belaka. Kesepuluh, isi dan pola dapat dimengerti serta bermakna bagi pendengar.

Berikut ini ada beberapa esensi suatu lagu gerejawi yang penting untuk dicermati. Pertama, menjadi kemuliaan bagi Tuhan dan menolong kita menyembah Dia dengan cara yang berkenan (1 Korintus 10:31). Kedua, mempermuliakan, mengangkat, dan menyucikan pikiran orang (Filipi 4:8). Ketiga, secara efektif mempengaruhi orang Kristen agar sesuai dengan gambar Kristus dalam hidupnya dan dalam hidup orang lain.

Keempat, mempunyai syair yang serasi dengan ajaran-ajaran Alkitab di dalam bahasa yang jelas, bukan kiasan samar-samar. Kelima, menyatakan satu kecocokan antara pesan yang disampaikan syairnya dengan musik yang digunakan, dengan mengingat bahwa adalah satu bahasa, dan sekaligus mencegah adanya pencampuran antara yang suci dan yang najis (Yehezkiel 22:26, Imamat 10:10).

Keenam, menghindari penampilan yang sombong dengan kesan teater (amusement). Ketujuh, syair lagu itu menonjolkan pekabaran Injil, jangan menutupinya dengan alat-alat musik pengiring (Gospel Workers). Kedelapan, memelihara satu keseimbangan yang bijaksana antara unsur-unsur emosi, intelek dan rohani. Kesembilan, jangan mengkompromikan prinsip-prinsip yang tinggi dari kewibawaan dan keluhuran hanya untuk menjangkau orang-orang pada tingkatan tertentu.

Patut disadari, bagi pengikut Kristus, segala sesuatu dalam kehidupan di dunia ini, selalu didasari dengan hal yang rohani, baik dalam pekerjaan, rekreasi, seni maupun musiknya musiknya merti memperlihatkan bahwa kita hidup di dalam Kristus. Seperti dikutip dari buku berjudul Nyanyian Lucifer Ikhwal Penciptaan, Pengaruh Terhadap Kerohanian, Kesehatan dan Kejiwaan, apabila manusia menyanyi dengan Roh dan penuh dengan pengertian, maka penyanyi-penyanyi surga pun akan menyambung lagu itu dan ikut menyanyi ucapan syukur.

Dibahas juga dalam buku ini tentang musik yang menghujat Allah. Ditulis, kebanyakan musik rock pada masa kini bernada mengejek, mencemoohkan dan menghina (menghujat) Allah. Musik rock sangat tidak bersahabat dengan agama, dan terhadap hal-hal yang disebut dengan kebajikan. Dosa yang sangat keji, yaitu pencemoohan terhadap karya Tuhan Yesus di atas kayu salib, justru menjadi tema musik-musik rock yang populer pada masa sekarang ini. “Dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut” (Yakobus 1:15).

Perhatikanlah bagaimana akhir hidup dari tokoh-tokoh musik rock, seperti Elvis Presley. Setelah mengenal secara sepintas mengenai musik rock, bagaimana latar belakang dan pengaruhnya terhadap para pemain serta penggemaranya, serta mendapatkan informasi yang baik dan penting mengenai apa sebenarnya jenis pengikat musik, maka sebagai pelengkap perlu ditelusuri pula apa sebenarnya peran dan tujuan musik rock dibandingkan musik rohani.

Salah satu tokoh musik rock yang cukup legendaris adalah Elvis Presley. Dia lahir pada 8 Januari 1953. Dia pernah menjadi tokoh musik yang banyak dipuja penggemarnya di seluruh dunia. Dia dijuluki Raja Rock ‘n’ Roll. Dalam waktu dua tahun kariernya sudah terkenal di seantero dunia. Penampilannya di panggung menyulut histeria. Para wanita memujanya dalam segala hal. Elvis menjadi lambang kebangkitan hidup baru bagi anak-anak muda. Mereka meninggalkan tradisi-tradisi kuno. Semasa jayanya Elvis mendapatkan uang jutaan dolar. Lagu-lagunya merebut puncak tangga-tangga lagu, dan ia bergelimang uang.

Semasa hidupnya, kadang-kadang Elvis bermain-main dengan senjata api. Bahkan, ia sering menembak dirinya sendiri. Elvis juga menelan obat-obat terlarang. Pada 16 Agustus 1977 ia ditemukan meninggal dunia. Selain ada gangguan pada jantungnya, disebutkan bahwa ia terlalu banyak menelan obat-obat bius. Para penggemarnya terus berziarah ke makamnya. Para penggemar fanatiknya meniru dandanannya. Bahkan, banyak dari mereka yang tidak percaya bahwa ia sudah meninggal dunia.

Lalu, apakah ciri-ciri musik yang memiliki hubungan dengan setan? Lirik dan pesan-pesan terselubung baik dari musik rock maupun musik-musik lainnya memiliki unsur: mengagungkan manusia, memuja setan, menghujat Allah, mengajarkan hal-hal percabulan, pemberontakan, melakukan kejahatan, narkotika, obat bius, dan melemahkan pikiran dan kehidupan, seperti putus cinta, kegagalan hidup, kekosongan, kebobrokan hidup dan sebagainya. 

Bukan suara keras yang diperlukan, melainkan suara yang terang, ucapan yang tepat dan jelas. Kepandaian menyanyi adalah sesuatu yang berpengaruh. Tuhan mau supaya orang mengembangkannya dan memakainya demi namaNya. Kepandaian menyanyi adalah pemberian Allah adanya, biarlah itu dipakai untuk kemuliaanNya. Manfaat  nyanyian sebagai jalan pendidikan janganlah sesekali dilupakan. Biarlah di dalam rumah tangga ada nyanyian-nyanyian merdu dan kudus sehingga berkuranglah perkataan kasar dan lebih banyak kegirangan dan pengharapan serta kesukaan. HT

Berita Terkait