NARWASTU Dipromosikan Mantan Aktivis Persekutuan Mahasiswa Lewat Media Sosial

119 dibaca
Rehulina Tarigan, mantan aktivis persekutuan mahasiswa kampus dan pengurus BKPAK.

Beritanarwastu.com. Perempuan berdarah Batak Karo ini, sebenarnya bukan figur yang asing di tengah keluarga besar Majalah NARWASTU. Pasalnya dalam beberapa event majalah ini, baik bersama FORKOM NARWASTU maupun saat Majalah NARWASTU mengadakan ibadah Natal dan tahun baru bersama tokoh-tokoh Kristiani, dalam dua tahun ini ia bersama tim Badan Kerjasama Pelayanan Antar Kampus (BKPAK) ikut memeriahkan acara NARWASTU. Rehulina Tarigan, ibunda dua anak dan istri tercinta Ir. Fajar Seto Hardono, M.M. ini kini dipercaya sebagai Ketua Bidang Perempuan DPP BKPAK.

                Lantaran ia dikenal perempuan aktif, enerjik dan komunikatif,  ia pun dengan senang hati bersedia saat  diminta pihak NARWASTU untuk menjadi "model" guna mempromosikan majalah yang kita cintai ini khususnya lewat media sosial (Medsos). "Siapa yang tidak mau diorbitkan di majalah Kristen terkenal, NARWASTU. Apalagi saya juga aktif pelayanan, dan yang saya promosikan adalah media rohani yang konsisten untuk mendekatkan jemaat kepada Tuhan," cetus perempuan ayu kelahiran Kabanjahe, Sumatera Utara, 27 Mei 1982, yang saat SMA gemar membaca majalah-majalah remaja dan naik gunung itu.

             Sejak duduk di bangku SMAN 2 Kabanjahe, perempuan yang akrab dipanggil Lina ini sudah aktif di kegiatan sekolah, seperti drum band dan seni tari. Lalu setelah mahasiswa di Sekolah Tinggi Administrasi Mandala Indonesia (STIAMI), Jakarta, Lina yang pernah menjadi koordinator bidang doa di persekutuan mahasiswa di kampusnya ikut gabung di BKPAK.

              Kemudian mantan dosen ini makin mengenal dari dekat Majalah NARWASTU sejak BKPAK yang dipimpin Pdt. Mangasa Butarbutar, S.E., M.Th dan suaminya Fajar Seto Hardono mengundang Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi NARWASTU, Jonro I. Munthe, S.Sos sebagai pembicara seputar media komunikasi, media sosial dan politik di organisasi pelayanan kaum intelektual muda itu. Lalu ketika ditawari pemimpin NARWASTU untuk jadi model, ia menyambut dengan semangat. Dan pihak NARWASTU sendiri memang mengutamakan "model" untuk mempromosikan majalah ini di medsos, adalah sosok intelektual muda, komunikatif dan aktif melayani. KL

Berita Terkait