Natal Mensyukuri Kebaikan Tuhan dan Mendatangi Orang-orang Kurang Beruntung

31 dibaca
Asye Berti Saulina Siregar, Steve Wantania dan Rizma Simbolon serta Pdt. DR. Tema Adiputra Harefa saat berkunjung ke kantor Majalah NARWASTU.

Beritanarwastu.com Ketika bertandang ke kantor Majalah NARWASTU di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, baru-baru ini, tiga orang penting di film "Horas Amang Tiga Bulan untuk Selamanya", yakni Dr. Ir. Asye Berti Saulina Siregar (Produser), Steve Wantania (Sutradara) dan Rizma Simbolon (Pemain) berbicara tentang aktivitas mereka bersama keluarga saat akan merayakan Natal dan menyambut tahun baru. Menurut Asye yang dulu ayahnya adalah guru huria di Gereja HKBP Kernolong, Jakarta, sejak kecil mereka sudah dibimbing orangtuanya agar merefleksikan Hari Kelahiran Tuhan Yesus Kristus dengan semakin meneguhkan iman percaya pada Tuhan Yesus.

"Jadi saat tiba Natal, kami banyak bersekutu dan mendengar khotbah-khotbah yang semakin meneguhkan iman. Jadi iman kita yang diteguhkan supaya semakin mengenal Tuhan Yesus Kristus yang lahir itu," cetus Asye yang merupakan lulusan dari Universitas Trisakti, Jakarta, dan program S3 di STT IKAT Jakarta.

Menurut Asye, jadi saat mereka kecil, jika merayakan Natal tidak semata-mata dengan membeli baju atau sepatu baru. Karena kita sesungguhnya bisa membeli sepatu atau baju baru kapan saja atau di luar Hari Natal. Dan karena Natal adalah Hari Kelahiran Yesus, maka kita mensyukurinya dengan memberi hadiah bagi yang lahir, dengan cara mendatangi tempat-tempat orang yang kurang beruntung, seperti panti asuhan, panti jompo atau tempat-tempat lainnya.

"Natal itu sesungguhnya kesempatan kita merenung dan mensyukurinya dengan memperhatikan orang-orang yang kurang beruntung. Sekarang banyak orang yang kurang beruntung di sekitar kita, mari kita perhatikan mereka," katanya.

Sedangkan Steve Wantania menerangkan, Natal bagi keluarganya selalu dimanfaatkan untuk berkumpul bersama keluarga, lalu berdoa bersama. Jadi, imbuhnya, kebersamaan bersama keluarga di Natal itu sangat penting. "Jadi kami kumpul dengan keluarga, lalu beribadah bersama," ujar anggota jemaat di GBI Alam Sutera di Tangerang, Banten, itu.

Sementara Rizma Simbolon yang selama ini pun dikenal seorang penyanyi menuturkan, kalau tiba perayaan Natal, sebagai orang Batak Kristen mereka biasa kumpul bersama saudara-saudara terdekat. "Bapak saya kebetulan yang tertua, jadi kami ngumpul di rumah. Itu kesempatan kita bertemu saudara, berdoa bersama dan sharing. Karena Natal dan tahun baru berdekatan, itu juga kesempatan kita memanjatkan doa syukur kepada Tuhan agar apa yang kita inginkan dikabulkan Tuhan di tahun yang baru," ujar Rizma. ZD

Berita Terkait