Orang-orang Muda Harus Beriman Teguh agar Kuat Hadapi Kehidupan

470 dibaca
St. Bertha Purba Saragih, S.PAK. Makin bijaksana.

BERITANARWASTU.COM. Orang-orang muda Kristen yang baru berumah tangga atau akan menikah, harus jeli melihat perkembangan zaman sekarang. Imannya mesti teguh, takut akan Tuhan dan harus mau dibimbing orangtua dan para Hamba Tuhan. Karena godaan dunia saat ini luar biasa dahsyat. Melalui media sosial (medsos) pun, baik Face Book atau WA orang bisa melakukan hal-hal yang tak berkenan di mata Tuhan, seperti perselingkuhan atau perzinahan, dan hal-hal yang jahat lainnya. Sehingga kita harus takut akan Tuhan dalam menghadapi tantangan kehidupan ini.

                Demikian diungkapkan Penasihat Majalah NARWASTU, St. Bertha Purba Saragih, S.PAK saat berbicara tentang generasi muda dan tantangannya sekarang, di Jakarta baru-baru ini dalam sebuah diskusi terbatas. “Kalau kita takut akan Tuhan, maka iman kita akan teguh, dan tidak akan mudah tergoda pada hal-hal yang buruk atau yang tidak berkenan di mata Tuhan. Kalau kita takut akan Tuhan, pasti kita akan hidup tenteram dan tidak tersandung. Kita lihat cerita Yusuf, dia pernah digoda istri Potifar, namun ia kuat melawan,” ujar mantan anggota DPR-RI ini.

                Anggota jemaat GKPS (Gereja Kristen Protestan Simalungun) Cikoko, Jakarta Selatan, ini memberikan tips kepada anak-anak muda atau keluarga-keluarga muda Kristen agar hidupnya tenteram dan tidak jatuh pada godaan. “Kalau dulu Yusuf jatuh pada godaan, maka dia tak mungkin jadi Perdana Menteri di Mesir. Tapi karena imannya teguh dan takut akan Tuhan, maka Tuhan bisa mengangkat dan memberkatinya. Demikian juga keluarga-keluarga muda, di tengah persaingan hidup yang keras saat ini, dan banyaknya godaan serta hidup yang makin individualis, kita harus menjaga hubungan dengan Tuhan,” pungkasnya.

                Keluarga-keluarga muda yang ingin hidupnya tenteram dan dipelihara Tuhan, maka sebaiknya setiap pagi dan malam sisihkan waktu untuk membaca Firman Tuhan, berdoa dan memuji Tuhan. “Karena di situ ada kuasa Tuhan untuk melindungi umatNya. Karena kita hidup di dunia ini ada roh kedagingan, dan roh seperti itu harus kita lawan dengan Roh Tuhan atau Roh Kudus. Roh Kudus harus kita hadirkan lewat pembacaan Alkitab, berdoa dan memuji Tuhan dengan lagu-lagu rohani. Tuhan akan hadir bagi setiap orang yang memuji dan menyembahNya,” ujarnya.

                “Jangan anggap remeh dengan kekuatan Roh Tuhan kalau bekerja. Roh Tuhan akan menuntun dan mengingatkan kita kalau kita berhadapan dengan segala macam persoalan atau godaan hidup. Ada orang yang menemukan dompet yang isinya banyak uang. Awalnya ia ingin mengambil uang itu untuk dirinya, namun ada suara dari hatinya agar tidak mengambil uang tersebut, karena itu bukan miliknya. Akhirnya dompet itu diletakkannya di meja tempat ia menemukan dompet tersebut. Di situ Roh Tuhan membisikinya agar jangan mengambil uang yang bukan miliknya,” ujarnya.

                Sebagai aktivis gereja yang sudah banyak makan asam garam kehidupan, nenek yang berusia 78 tahun yang sudah banyak menjelajahi banyak negara di dunia ini menerangkan, kalau kita membaca Alkitab, sesungguhnya kita sedang bercakap-cakap dengan Tuhan dengan mendengarkan FirmanNya. Firman Tuhan  adalah pelita di dalam kehidupan kita, yang akan menuntun hidup kita. Kalau kita mau meluangkan waktu bercakap-cakap dengan Tuhan, maka Tuhan akan menerangi jalan hidup kita.

                “Dan kalau kita berdoa, maka kita sebetulnya berkomunikasi dengan Tuhan. Saat berdoa kita bisa ungkapkan perasaan dan pikiran kita agar Roh Tuhan yang memimpin langkah kita. Kita jangan terbuai dengan kenikmatan-kenikmatan dunia atau perasaan-perasaan, tapi kita mesti mau memberikan hati dan pikiran kita dipimpin Roh Tuhan. Agar kita bahagia di dalam hidup ini, maka mendekatlah kepada Tuhan. Hanya Tuhan kekuatan kita di dalam menjalani kehidupan. Kekuatan Tuhan itu luar biasa. Ketika kita tak mampu, Dia mampu. Saat kita tak punya kuasa, Dia berkuasa. Saat kita hilang harapan, Dia memberi kekuatan baru,” tukas pengurus Persekutuan Doa GKPS Cikoko ini.

                “Dalam perjalanan hidup ini, saya tidak takut apa yang bakal terjadi di depan. Karena saya selalu berserah kepada Tuhan. Tuhan yang memimpin langkah saya, dan memberi ketenangan di dalam diri saya. Saya pernah sakit, dan kini dipulihkan. Saya mampu sampai sekarang karena Dia yang memberi kekuatan. Zaman ini semakin canggih, persaingan semakin ketat, dan semua orang saling sikut, sehingga tak ada cara lain, kita harus datang kepada Tuhan Sang Sumber Berkat untuk menolong kita agar mampu menghadapi hidup ini,” ujar nenek yang suka bernyanyi atau memuji Tuhan saat bangun pagi-pagi itu. LK  

 

Berita Terkait