Pdt. Dr. Tresiaty Pohe, Sp.BP., M.Biomed (AAM)
Pakar Kecantikan yang Menguasai 9 Bahasa Asing

5804 dibaca
Pdt. Dr. Tresiaty Pohe, Sp.BP., M.Biomed (AAM)

Beritanarwastu.com. Boleh dibilang pendeta plus dokter kelahiran Jakarta, 3 Juni 1944 ini figur perempuan yang punya kecerdasan di atas rata-rata. Selain dikenal figur yang aktif, dinamis, energik, cantik dan berprestasi, ia menguasai 9 bahasa, termasuk bahasa asing, seperti bahasa Inggris, Belanda, Perancis, Portugis, Jerman, Italia dan China. Pdt. Dr. Tresiaty Pohe, Sp.BP., M.Biomed (AAM) mengatakan, tipsnya sehingga bisa menguasai berbagai bahasa asing, karena ia senang membaca dan rajin membaca kamus.

                Istri tercinta tokoh Kristiani yang tak asing lagi, almarhum Dr. Erwin A. Pohe, MBA, ini mengikuti pendidikan S1 dari Fakultas Kedokteran UI (Universitas Indonesia), Jakarta (1970), S2 Ilmu Anti Aging di Universitas Udayana, Denpasar, Bali (2012), dan sudah mengikuti Studi Spesialisasi Ilmu Bedah Plastik dan Rekonstruksi Pontifica Universidade Catolica Do Rio de Janeiro, Brasil (1987). Selain itu, Dr. Tres, begitu ia akrab disapa, sudah sering mengikuti kursus, seminar dan kongres kesehatan di berbagai negara.

Tak heran, kalau wawasan dan kecerdasan Dr. Tres patut diacungi jempol, karena ia memang giat belajar hingga di usianya 68 tahun sekarang. Ketika NARWASTU berbincang-bincang dengan ibu dokter yang ramah ini, ia banyak berbicara tentang visinya, termasuk dalam menghadapi tahun baru, kesaksiannya sebagai seorang pelayan Tuhan, juga aktivitasnya sebagai seorang dokter, dan istri seorang tokoh Kristiani.

Dalam kiprahnya selama ini, Dr. Tres sudah mendapat sejumlah penghargaan bergengsi, seperti  Tokoh Wanita Berbusana Terbaik (1987), Top Tokoh Kecantikan Indonesia (1992), Karier dan Prestasi Pria-Wanita Indonesia (1996), Anugerah Award (1996) dan Tokoh Wanita Prestasi dan Pembangunan (1997). Selain itu, pendiri Yayasan Gerbang Aksa pada 1998 ini pernah bekerja di Rumah Sakit Sumber Waras Bagian Patologi Klinik (1972-1978) dan pada 1978-1984 bekerja di Rumah Sakit Husada Bagian Bedah.

Anggota IDI (Ikatan Dokter Indonesia) Jakarta Selatan ini juga menjabat sebagai Komisaris PT. Lasik Indonesia, Komisaris CV Laser Sight Indonesia, dan owner Klinik Estetika Estabela. Sebagai hamba Tuhan Dr. Tres punya visi untuk mewujudkan kasih di dalam hidupnya, dan mottonya membina keluarga, kasih dan toleransi. “Walaupun kita pintar, hebat berkhotbah dan punya pelayanan dahsyat, kalau kita tidak punya kasih, itu semua sia-sia. Kalau kita murah hati, itu adalah kasih seperti ditulis di 1 Korintus 13:4-7. Ajaran Tuhan kepada kita agar kita mengasihi sesama manusia dengan segenap akal, budi dan hati kita,” papar ibu tiga putri dan dua putra yang sudah menjelajahi puluhan negara di belahan dunia itu.

Sebagai orang Kristen, katanya, Firman Tuhan yang tertulis di Roma 8 ayat 28 itu penting direfleksikan, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk memberikan yang terbaik kepada setiap orang yang dikasihi Tuhan. “Sebab itu, kita harus tekun berdoa, tekun membaca Alkitab atau rajin membaca renungan Firman Tuhan,” papar Dr. Tres yang juga pakar kesehatan dan kecantikan.

“Kita harus banyak berdoa di dalam hidup ini, karena Yesus dulu seorang pendoa. Kalau kita tekun berdoa atau beribadah, pasti Tuhan memberikan kemudahan di dalam kehidupan kita, itu kesaksian saya. Saya tidak takut menghadapi apapun tantangan hidup, karena saya selalu minta pertolongan kepada Tuhan lewat doa,” paparnya. “Kalau saya mau operasi, selalu saya awali dengan doa, bahkan dengan bersimpuh. Di ruang operasi selalu saya ajak para perawat berdoa agar yang kita lakukan diberkatiNya. Sering juga saat operasi saya memutar lagu-lagu pujian, karena Tuhan bertahta di atas puji-pujian. Melalui pekerjaan kita, seperti saya sebagai dokter selalu ingin memuliakan nama Tuhan,” ujarnya.

“Doa bisa mematahkan kuasa-kuasa jahat. Dengan doa pula kita meminta penyertaanNya. Sehingga jangan kita tidak peduli dengan aktivitas doa, jangan cueki Tuhan yang sudah mengasihi kita. Senjata kita dalam kehidupan ini adalah doa. Dan melalui anugerah yang sudah diberikan Tuhan kepada kita, kita pun harus berupaya mengejar kasih,” pungkasnya.

Berbicara tentang kiatnya menjaga kesehatan dan kecantikannya, Dr. Tres menerangkan, tubuh kita adalah Bait Allah. “Bait Allah harus kita jaga agar sehat dan cantik. Dari kecil saya memang sudah senang dengan kecantikan. Agar kita selalu sehat dan cantik, maka terapkan pola hidup sehat, misalnya, makan teratur, berolahraga, rajin beribadah dan selalu berpikir positif. Saya selalu mengkonsumsi makanan sehat. Makanan sehat sudah ada dijelaskan di Kejadian 1:29, yaitu buah-buahan, biji-bijian dan sayur-sayuran. Kalau makanan yang sudah diawetkan, seperti diberi rasa baru, diberi warna dan dibuat agar tahan lama, itu kurang sehat,” paparnya.

Menurutnya, ia punya seorang kawan yang awalnya sangat cantik, tapi setelah kawannya itu menderita sakit, kecantikannya hilang. “Kalau kita ingin tampil cantik, maka tubuh kita harus sehat dulu. Menjaga kesehatan sangat penting,” pungkasnya.  Pengalaman Dr. Tres sebagai hamba Tuhan ternyata luar biasa juga. Ia pernah cukup lama melayani penderita penyakit kusta, bahkan ia sampai dipercaya menjadi pembimbing rohani bagi orang yang sakit kusta itu. Ia pun sering melayani ke tempat-tempat kumuh.

Menjadi seorang pendeta, bagi Dr. Tres, adalah sebuah panggilan Tuhan. Ketika suaminya yang tercinta Erwin Pohe yang akrab disapa Pak Erwin, masih hidup, mereka sering bersama-sama melayani, baik melayani di gereja, maupun melayani anak-anak muda korban narkoba. Karena keduanya memang peduli terhadap kaum muda. 

Berita Terkait