Bertemu PP GMKI,
Panglima TNI minta Generasi Milenial Harus Berkarya

249 dibaca
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bertemu Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI) di Mabes TNI Cilangkap, Kamis, 15 Maret 2018.

             BERITANARWASTU.COM. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bertemu dengan Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI) di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, pada Kamis, 15 Maret 2018. Dalam pertemuan tersebut, Ketua Umum Pengurus Pusat GMKI, Sahat Martin Philip Sinurat menyampaikan beberapa hal, yaitu GMKI memberikan apresiasi atas hubungan baik yang terjalin antara TNI dan Polri dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa. "Saat ini ada sekelompok orang yang ingin membenturkan masyarakat, termasuk hubungan antara TNI dan Polri. Namun TNI dan Polri menunjukkan sikap tidak bisa dipecah-belah, dan menjunjung tinggi kepentingan nasional dan Pancasila. Hal ini menjadi contoh bagi masyarakat terkhusus generasi muda," kata Sahat.

Selain itu, pentingnya netralitas lembaga negara, termasuk TNI di masa-masa menjelang Pilkada Serentak 2018 dan Pemilu 2019. Apalagi pilkada dan pemilu ke depan diperkirakan akan diwarnai dengan perseteruan politik, sehingga peran dari TNI dan Polri sangat penting untuk menjaga netralitas dan stabilitas di tengah masyarakat.

"Dalam kaitan dengan proses demokrasi di Indonesia, GMKI juga menyampaikan bahwa mahasiswa akan selalu mengawal jalannya pemerintahan, termasuk legislatif. Sebagai contoh adalah mengkritisi diputuskannya Undang-Undang MD3 melalui pernyataan sikap dan aksi demonstrasi. GMKI mengharapkan dalam aksi-aksi yang dilakukan oleh mahasiswa, TNI dan Polri yang menjaga jalannya aksi dapat bersikap bijak, sehingga tidak terjadi benturan dan tindakan represif terhadap mahasiswa," kata alumni magister Institut Teknologi Bandung ini.

Sahat juga menyampaikan mengenai pendekatan TNI terhadap masyarakat di Tanah Papua. "GMKI menilai positif kebijakan pembangunan yang dilakukan Presiden Jokowi di tanah Papua. Namun kebijakan positif ini harus juga didukung pendekatan dialog kepada masyarakat, sehingga masyarakat tidak menganggap negara ataupun TNI dan Polri sebagai musuh, melainkan pemerintah yang ingin menjaga, melindungi, dan membangun kesejahteraan masyarakat Papua," ujar Sahat.

Sekretaris Umum PP GMKI, Alan Christian Singkali menyampaikan bahwa Panglima TNI menyambut kehadiran GMKI dengan hangat dan memberikan respons yang positif. "Dalam kesempatan tersebut, Panglima menyatakan TNI melaksanakan tugas sesuai dengan undang-undang yang berlaku sehingga seluruh aparat TNI beserta Polri akan selalu berdiri di atas semua golongan dan mengawal persatuan bangsa berdasarkan Pancasila," katanya.

Menurut Alan, Panglima menjelaskan sikap TNI terkait pilkada dan pemilu yang akan segera berlangsung. "Panglima tadi menegaskan TNI bersikap netral dan tidak memihak. Panglima juga sudah menyampaikan kepada jajaran di bawahnya agar tidak ikut berpolitik praktis dan tidak berbisnis. Panglima menceritakan bahwa info terakhir dari Bawaslu, belum ada oknum atau institusi TNI di daerah yang dilaporkan melakukan tindakan politik praktis,” ungkap Alan yang merupakan lulusan Universitas Hasanuddin, Makassar.

Mengenai aksi demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa, Alan menerangkan bahwa Panglima akan mengingatkan jajaran TNI di daeerah agar tidak melakukan yang tindakan yang berlebihan. Namun Panglima juga memberikan saran agar kritik yang baik harus juga disampaikan dengan cara yang baik, sehingga dapat diterima dengan baik pula oleh pemerintah.

Terkait dengan Papua, Panglima mengatakan, saat ini TNI tidak lagi melakukan pendekatan operasi militer melainkan pendekatan operasi kemanusiaan. Sebagai contoh adalah bencana kesehatan buruk di Asmat yang terjadi baru-baru ini. “Panglima menjelaskan ia segera menugaskan tim dokter tentara untuk melakukan tindakan mitigasio dan pengobatan kepada seluruh warga selama 270 hari di Asmat. Begitu juga mengirim kapal dan pesawat untuk siaga di sana. Hal yang sama juga akan segera dilakukan di daerah-daerah lain di Papua, seperti membantu peningkatan sumber daya manusia dalam pengolahan sagu sehingga dapat meningkatkan persediaan pangan yang bergizi  cukup bagi rakyat. Dia sangat mendalam membahas Papua, bahkan sempat menyanyikan sedikit liirk lagu Aku Papua karya Franky Sahilatua,” kata Alan.

Di samping itu, Panglima berharap generasi milenial mampu menciptakan prestasi unggul yang dapat mengharumkan nama bangsa di dunia global. “Tadi Panglima berpesan agar generasi muda, termasuk GMKI dapat membuat karya dan mengukir prestasi unggul bagi bangsa. Generasi milenial harus saling bekerjasama dan berkolaborasi, sehingga keunggulan bangsa seperti kuliner dan berbagai produk lainya dapat dikenal tidak hanya di Indonesia tapi juga sampai ke negara-negara lain di dunia,” pungkas Alan. TD

Berita Terkait