PD Makassar Syukuri Anugerah Tuhan Yesus Lewat Ibadah

885 dibaca
Acara ibadah bersama PD Makassar di Cempaka Mas, Jakarta Pusat.

beritanarwastu.com Pada Sabtu, 13 Agustus 2016, pada pukul 10.00 pagi, Persekutuan Doa Makasar (PDM) mengadakan ibadah bersama di Ruko Mega Grosir Blok I No. 10 ITC Cempaka Mas, Jakarta Pusat. Di acara ibadah ini Firman Tuhan dibawakan oleh Pdt. Yudiono Rahmatullah. Pdt.Yudiono menjelaskan, anugerah itu ada di dalam Yesus Kristus. Anugerah adalah sesuatu yang kita terima, tapi sebenarnya kita tidak layak untuk menerima anugerah itu, karena kita orang berdosa. Dan karena anugerah kita diselamatkan, diampuni dan akhirnya masuk surga. 

            Di Kitab 1 Samuel 17:40-49 dibahas tentang perkelahian antara Daud dan Goliat. Itu berbicara perkelahian antara anak Tuhan dengan kuasa setan. Perkelahian antara Daud dan Goliat sebenarnya pertarungan yang tidak seimbang. Goliat adalah panglima yang luar biasa, dan peralatannya lengkap. Goliat memakai ketopong dan baju zirah. Sedangkan Daud hanya menggunakan ketapel, tapi hikmat Tuhan yang memberitahukan kepada Daud untuk mengambil tongkat di tangannya, lalu dipilihnya dari dasar sungai lima buah batu yang licin.

         Kenapa Tuhan suruh Daud ambil lima buah batu yang licin. Karena angka lima artinya anugerah, sedangkan batu berbicara tentang Yesus Kristus, sedang umpan dipegang di tangannya. Demikianlah Daud mendekati orang Filistin itu. Lalu Daud memasukkan tangannya ke dalam kantungnya, diambilnya sebuah batu di dalam, diputarnya maka kenalah dahi orang Filistin itu dan batu  tertanam di dalam dahinya, dan terjerumuslah Goliat ke dalam tanah.

          Belajar dari Firman Tuhan di sini dikatakan Yesus Kristus adalah, batu karang yang teguh, di dalam Mazmur juga tertulis Tuhan adalah gunung batuku, berapa batu dipakai, satu batu dilempar kena dahi Goliat, dan akhirnya Goliat mati. Pengertiannya itu, setan, iblis atau Lucifer hanya kalah dengan satu nama, yaitu nama Yesus Kristus. Nama Yesus mengalahkan kuasa-kuasa gelap.

         Di dalam Alkitab anugerah Tuhan Allah itu dinyatakan lewat rahasia, karena angka 5 berbicara tentang anugerah. Di Alkitab ada istilah pentatu, itu adalah lima kitab, dari Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, dan Ulangan. Lima kitab pentatu, itu sebetulnya anugerah Tuhan untuk Israel jasmani, yaitu, kita. Ada 5 anugerah yang diberikan Tuhan atau lima jawatan Allah dalam Efesus 4:11, yaitu, rasul-rasul, nabi-nabi, penginjil, gembala dan guru. Lima jabatan ini adalah anugerah Tuhan supaya gereja bisa bertumbuh dan dewasa di dalam Tuhan.

          Pdt. Yudiono menambahkan, di dalam Yohanes 5:1-9 dikatakan, sesudah itu pada hari raya orang Yahudi Yesus berangkat ke Yerusalem. Di Yerusalem dekat pintu gerbang domba ada sebuah kolam yang disebut kolam Batseida. Ada 5 serambi,  itu berbicara tentang anugerah kesembuhan. Di serambi itu berbaring sejumlah besar orang sakit, orang buta, orang timpang, dan orang lumpuh yang menantikan goncangan air kolam itu. Sewaktu-waktu turun malaikat Tuhan ke kolam itu, mengoncangkan air

           Dan barangsiapa yang terdahulu masuk ke dalamnya sesudah goncangan air itu, menjadi sembuh, apapun penyakitnya. Di situ ada seorang yang sudah 38 tahun lamanya sakit. Ketika Yesus melihat orang itu terbaring di situ, berkatalah Yesus kepadanya, maukah engkau sembuh. Jawab orang yang sakit itu kepada Yesus, Tuhan tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu. Apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku turun ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku.

          Kata Yesus kepadanya, “Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah.” Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu, lalu mengangkat tilamnya dan berjalan. Berarti, kata Pdt. Yudiono, anugerah itu hanya ada pada Yesus, dari Perjanjian Lama sampai Perjanjian Baru, ternyata Yesus itu anugerah Allah yang dapat menyembuhkan segala penyakit. Maka kalau saudara ada sakit penyakit, berdoalah kepada Tuhan dan membaca Firman Tuhan, maka saudara akan sembuh.

           Orang Kristen itu, ujarnya, sering kali setelah percaya Yesus, lalu banyak masalahnya. Tuhan pengen supaya orang itu semakin dekat pada Tuhan, supaya mengandalkan Tuhan. Karena kalau kita dalam keadaan senang saja, tidak pernah lihat mukjizat. Tapi kalau ada masalah, kita berdoa, baru kita bisa melihat mukjizat Tuhan. Di Alkitab ada orang yang buta sejak lahirnya, lalu murid-muridNya bertanya kepada Yesus, “Sebetulnya siapa yang bersalah, orangtuanya atau dirinya sendiri?”

           Yesus menjawab, “Orangtuanya tidak bersalah, dan dia sendiri juga tidak bersalah, tetapi pekerjaan Allah harus dinyatakan.” Dan orang buta tadi diolesi dengan tanah matanya, lalu menjadi sembuh dan mempermuliakan Allah. “Jadi segala sesuatu yang terjadi di dalam hidup kita, itu sebenarnya karena Tuhan ingin menunjukkan mukjizatNya dalam hidup kita. Mau nggak kita berlutut. Mau tidak kita berdoa. Bukan mengeluh. Setelah menjadi Kristen, kok, banyak masalah. Kalau kita tenang saja, tak akan pernah ada mukjizat, seperti orang mati dibangkitkan, tetapi harus ada yang mati dahulu. Jadi segala sesuatu ada maksud Tuhan,” ujar Pdt. Yudiono dalam ibadah yang diikuti 30-an jemaat itu. JK   

Berita Terkait