Said Damanik, S.H., M.H.
Pdt. Matheus Mangentang Bebas Murni dan Namanya Harus Dipulihkan

3027 dibaca
Pdt. Dr. Matheus Mangentang dan kuasa hukumnya, Said Damanik, S.H., M.H.

beritanarwastu.com. Advokat/pengacara senior, Said Damanik, S.H., M.H. pada Senin sore, 8 Agustus 2016 kemarin menyampaikan kabar gembira atas amar putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kota Tangerang, Banten, terhadap kliennya Pdt. Dr. Matheus Mangentang yang bebas murni dan nama baiknya harus dipulihkan dalam konflik yayasan yang dipimpinnya sepanjang dua tahun ini.

Selama ini, Rektor STT SETIA ini sempat dijadikan tersangka dalam kasus yayasan tempatnya melayani. Hanya saja, Pdt. Mangentang melawan tindakan sewenang-wenang yang menurutnya tidak adil itu, dan mengarah kepada fitnah. Itu sebabnya, Pdt. Matheus Mangentang meminta bantuan hukum kepada Said Damanik yang dikenal pengacara/advokat “moralis” dan Sekretaris Dewan Kehormatan DPN PERADI (Perhimpunan Advokat Indonesia).

Untuk membuktikan tuduhan serius terhadap kliennya yang pernah dituding melakukan penipuan/penggelapan, persidangan pun diikuti Said Damanik. Dan dalam amar putusan Majelis Hakim kemarin, ternyata kebenaran tidak bisa ditutupi. Hakim menyatakan, Pdt. Matheus Mangentang bebas murni dan nama baiknya harus dipulihkan. “Saya merinding mendengar putusan terhadap klien saya Pdt. Matheus Mangentang. Beliau ini pendeta yang gigih memperjuangkan pendidikan kepada hamba-hamba Tuhan, tapi, kok, dia dituduh menipu, ada yang iri ke dia. Kita pun berjuang untuk Pdt. Mangentang dengan dukungan doa-doa banyak hamba Tuhan, dan Tuhan membela dia,” ujar Said Damanik yang juga pejuang HAM dan Penasihat Perkumpulan Wartawan Media Kristiani Indonesia (PERWAMKI).

Said Damanik yang juga mantan anggota Komisi Pengawas Advokat DPN PERADI menerangkan, selama ini Pdt. Matheus Mangentang banyak dihantam dengan pemberitaan miring di berbagai media, termasuk media Kristiani. Makanya mereka perlu tahu putusan Pengadilan Negeri Kota Tangerang ini. “Agar kalau membuat berita perhatikan fakta, jangan menghakimi, tapi mesti bijaksana. Ini pun pembelajaran bagi penegak hukum agar membela keadilan dan kebenaran,” ujar Said Damanik. Pdt. Matheus Mangentang pun menyatakan syukurnya atas putusan hakim itu. Ia menyatakan, terima kasih atas pertolongan Tuhan Yesus dan doa-doa banyak orang terhadap perjuangannya. KS

Berita Terkait